Jakarta - Fenomena pejabat korup menjamur di Indonesia, mulai dari ujung barat sampai timur negeri ini. Bahkan, seolah tiada hari tanpa berita korupsi di media massa.
Itu sekaligus menunjukkan ada sesuatu yang sakit pada bangsa ini. Pelaku umumnya para suami yang memiliki tanggungan anak dan istri. Lantas, bagaimana seharusnya peran istri ketika mengetahui suaminya korupsi?
Ulama tafsir Quraish Shihab menyampaikan, seorang istri harus membimbing suaminya ke jalan yang benar. Jika suami korupsi, kata Quraish Shihab, maka istri harus menasihati suaminya.
"Karena fungsi suami-istri itu saling membimbing, yang pertama perlu dilakukan istri yang mengetahui suaminya bersalah adalah menasihati, memberitahukannya," katanya dalam talkshow "Suami Korupsi, Diamkan atau Laporkan?" di FX Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Namun, jika sang suami tidak berkenan dinasihati, lanjut Quraish Shihab, beri tahukanlah perbuatannya kepada orang terbatas. "Yang pertama kali diberitahukan adalah keluarganya, ibunya, ayahnya, neneknya," katanya.
Dengan begitu, menurut istilah Quraish Shihab, seorang istri dapat menjadi pakaian bagi suaminya yang menutupi keburukan sang suami dan sebaliknya.
"Lelaki dan perempuan harus bekerja sama. Walaupun ada pembagian kerja, tapi itu tidak bisa ketat. Praktik nabi pun begitu," tutur Quraish Shihab yang datang ditemani istrinya.
Ia menegaskan, tanpa kerja sama antara suami dan istri, tidak akan lahir sebuah keluarga. Selain itu, sebuah keluarga yang baik, anggotanya harus terbuka satu sama lain.
"Kesulitan sementara keluarga adalah suami tidak mau memberi tahu penghasilan kepada istrinya. Itu bukan keluarga bahagia sebenarnya," imbuh Quraish Shihab.
Sering kali, lanjut Quraish, istri berlebihan menuntut suami. "Istri biasanya minta banyak dari suami," katanya. Hal itulah salah satu penyebab suami-suami berkorupsi.
"(Maka dari itu) melaporkan hasil korupsi menyebabkan sebagian istri bukan jadi penyebab korupsi dari suaminya lagi," pungkas ulama yang disegani ini.
(Kompas.com)
Home » Info Hukum » Suami Korup, Dilaporkan atau Dibiarkan?
Suami Korup, Dilaporkan atau Dibiarkan?
Rabu, 26 Mei 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda