Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Riana Masuk Rekor Muri Sebagai Dokter Termuda

Kamis, 30 Desember 2010

YOGYAKARTA - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada melantik 142 dokter baru hari ini. Salah satunya adalah Riana Helmi, yang berusia 19 tahun 9 bulan.

Karena berhasil lulus sebagai dokter termuda, Riana dalam pelantikan itu juga mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Piagam penghargaan MURI diserahkan oleh Sri Widayanti (Wida) mewakili Ketua MURI, Jaya Suprana, kepada Dekan Fakultas Kedokteran sebelum diserahkan kepada Riana Helmi.

Riana Helmi yang kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu sebelumnya masuk Muri sebagai sarjana kedokteran termuda, yakni dalam usia 17 tahun 9 bulan. Fakultas Kedokteran UGM sebelumnya juga pernah memperoleh piagam penghargaan dari MURI, seperti pita terpanjang 500 m dalam peringatan hari AIDS, download jurnal kesehatan terbanyak, dan sikat gigi massal terbanyak.

“Jadi, pada kesempatan ini Riana Helmi setelah menjadi sarjana kedokteran termuda akhirnya terpilih kembali menjadi dokter termuda sehingga mendapatkan piagam penghargaan dari MURI,” kata Wida dalam acara yang bertempat di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Kamis 30 Desember 2010 itu.

Dokter-dokter baru yang dilantik oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., terdiri atas 46 laki-laki dan 96 perempuan. Ali Ghufron Mukti, M.Sc,. Ph.D., mengatakan meskipun terpilih sebagai dokter termuda, Riana Helmi diyakini mampu dan telah matang, baik secara psikologis maupun sosialnya.

“Meskipun pernah sebagai sarjana kedokteran termuda hingga dokter termuda, kami yakin Riana tetap sudah matang, baik sosial dan psikologis, sehingga tidak ada kesulitan ketika terjun di lapangan,” kata Ghufron dilansir laman UGM.

Ghufron dalam kesempatan itu juga berharap agar para dokter yang dilantik ketika praktik dan terjun di masyarakat dapat bekerja dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan efisiensi. Diakui Ghufron, selama ini dalam praktik dunia kedokteran masih banyak ditemui kasus medical error yang merugikan masyarakat dan mencoreng citra dokter. “Dengan masih banyak kasus medical error ini, maka diharapkan dokter baru bisa bekerja dengan tetap tidak meninggalkan prinsip keselamatan dan efisiensi,” ujarnya.

Di hadapan para dokter baru, Ghufron juga berpesan agar secara serius melaksanakan program internship. Internship adalah proses pemagangan selama 1 tahun di puskesmas ataupun rumah sakit tipe C dan D yang bertujuan untuk menyelaraskan antara hasil pendidikan dan praktik di lapangan.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Bambang Suryono Suwondo, dalam sambutannya berharap agar para dokter baru nantinya dapat mengembangkan terapi herbal sebagaimana telah diatur dalam Permenkes 1109/2007. “Herbal dapat saja mendampingi farmaka atau mengganti farmaka yang selama ini ada sepanjang sudah ada bukti kemanfaatannya atau khasiatnya melalui uji klinik,” kata Bambang.

Dengan dilantiknya 142 dokter baru ini, hingga kini Fakultas Kedokteran UGM telah meluluskan sebanyak 7.204 dokter. Dari 142 dokter baru yang dilantik, 83 dokter lulus dengan menyandang predikat cumlaude. Lulusan terbaik diraih oleh Agus Simahendra dengan nilai IPK 3,97. Sementara itu, dokter lulusan tertua pada pelantikan kali ini adalah Noor Hanani Binti Mohd Hilmin, dengan usia 25 tahun 10 bulan. (sj/vivanews)

Selengkapnya... - Riana Masuk Rekor Muri Sebagai Dokter Termuda



Mahasiswa Indonesia Asal Kendal Dapat Penghargaan Internasional

Kamis, 23 Desember 2010

HAWAI - Prestasi membanggakan diukir anak bangsa di luar negeri. Mahasiswa Indonesia di Jepang mendapatkan penghargaan internasional atas makalahnya di bidang keamanan. Makalahnya menjadi salah satu yang terbaik dari ribuan makalah yang didaftarkan di penghargaan ini.

Dia adalah Ali Khumaeni, 29, lelaki asal Kendal yang sedang menempuh program master di Universitas Fukui Jepang ini berhasil memukau juri dengan presentasinya atas makalahnya yang berjudul “A Unique Technique for Rapid Analysis of Tiny Amount of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-induced He Gas Plasma at 1 atm”.

Berdasarkan pernyataan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka, 23 Desember 2010, Khumaeni memperoleh penghargaan dari 6th International Chemical Congress of Pacific Basin Societies (Pacifichem 2010) yang diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, 15-20 Desember 2010.

Dia memenangkan kategori bidang Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) for security application.

“Ada 4 kategori yang menjadi titik penilaian oleh para dewan juri yaitu orisinalitas ide (novelty), cara penyajian presentasi, pemahaman secara menyeluruh terhadap riset yang telah dilakukan, dan antusiasme dan semangat dalam membawakan presentasi,” ujar pernyataan tersebut.

Khumaeni menawarkan metode baru untuk menganalisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit (sekitar 2-5 mg). Analisis ini akan membantu penyidikan polisi pada lokasi kriminal yang terdapat bahan-bahan peledak. Analisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit juga sangat diperlukan di Industri yang menghasilkan serbuk-serbuk yang sangat mahal seperti Industri kosmetik dan obat-obatan.

Pacifichem 2010 diselenggarakan setiap 5 tahun sekali di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Konferensi Pachificem dilaksanakan sejak tahun 1984. Pada tahun ini, lebih dari 13,000 makalah telah didaftarkan di Konferensi. Sekitar 13,000 peserta dari 69 negara berpartisipasi dalam technical program yang terdiri atas para ilmuwan, peneliti, perusahaan, dan mahasiswa.

“Di dalam Pacifichem 2010, Juri memilih 43 terbaik dari 2070 makalah kategori mahasiswa yang telah didaftarkan di 13 bidang keilmuan,” ujar pernyataan tersebut.

LIBS saat ini menjadi teknologi alternatif masa depan untuk analisis material semua fase baik padat, cair, maupun gas. LIBS telah mulai diaplikasikan sebagai metode analisis atom dan molekul dalam material di semua bidang termasuk pembangkit tenaga nuklir dan industri nuklir, polusi lingkungan, industri makanan, industri obat-obatan dan lain-lain. Khusus di bidang keamanan, teknik ini sedang dikembangkan untuk mendeteksi material CBRNE threats (Chemical, Biological, Radionuclide, Nuclear, and explosive material).(vivanews)

Selengkapnya... - Mahasiswa Indonesia Asal Kendal Dapat Penghargaan Internasional



Penggunaan Dana BOS Cenderung Tidak Transparan

Rabu, 22 Desember 2010

JAKARTA - Masih banyak sekolah di DKI Jakarta yang tidak transparan dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP).

Hal ini diakui oleh Kepala Sub Bagian Program dan Anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta, H.Gunas Mahdianto. "Beberapa sekolah memang sudah menempelkan. Tapi banyak juga yang belum melakukannya," ujar Gunas, Rabu (22/12/2010).

Diakui Gunas, karena ketidaksiapan tenaga yang bisa menyusun administrasi atau tata kelola keuangan ini. Sebab, baik Guru maupun Kepala Sekolah tidak dibekali ilmu seperti itu. Mereka hanya dibekali tugas mendidik. "SD misalnya, belum ada tenaga administratif. Guru dan Kepala Sekolah kan tugas fungsinya mendidik. Tidak ada ilmu membuat administrasi. jadi infrastruktur di SD tidak siap,"
katanya.

Dalam surat edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta terkait BOS 2010, disebutkan aturan penggunaan. Antara lain, tidak memanipulasi data jumlah siswa, mengelola BOS secara transparan dengan cara mengumumkan besaran dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan BOS di awal tahun.

Sementara, laporan pengeluaran bulanan di papan pengumuman per tiga bulan setelah ditanda tangani komite sekolah. Juga bersedia diaudit oleh lembaga berwenang, dan dilarang menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik.

Gunas belum mengetahui jumlah persis jumlah sekolah yang belum transparan. Ini dikarenakan jumlah sekolah begitu banyak. Tingkat SD saja jumlahnya sekitar 2.000 sekolah, SMP ada sekitar 300, dan SMA sekitar 180.

Pemprov menilai perlu agar ada penekanan terhadap pihak yang justru menutup-nutupi informasi yang seharusnya terbuka. "Apalagi sekarang sudah ada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Itu harus," katanya. [mah/inilah]

Selengkapnya... - Penggunaan Dana BOS Cenderung Tidak Transparan



Diduga Ada Pungli Penerimaan DAK Tahun ini di Sumenep

Selasa, 21 Desember 2010

SUMENEP - Penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi sekolah-sekolah di kabupaten Sumenep diwarnai isu tak sedap. Santer terdengar ada “makelar” DAK yang bergentayangan. Makelar ini meminta sekolah yang ingin mendapatkan dana tersebut menyetor uang antara Rp 5 – 10 juta.

Kabar tak sedap itu pun sampai juga ke telinga Komisi D DPRD Sumenep. Akibatnya, komisi yang membidangi pendidikan ini pun gerah dan memilih langsung melakukan sidak secara acak ke sekolah penerima DAK. Salah satunya ke SDN Nyapar 1 kecamatan Dasuk, Selasa (21/12/10).

Anggota komisi D DPRD Sumenep, Syamsul A. Rizal menjelaskan, pihaknya tidak ingin termakan isu-isu pungli. “Makanya, kami di komisi D ini memutuskan melakukan kunjungan langsung, supaya tahu kondisi sebenarnya di lapangan seperti apa,” kata Syamsul.

Menurutnya, dari rumor yang berkembang, ditengarai ada oknum DInas Pendidikan yang ‘bermain” dalam penerimaan DAK. “Jadi oknum tersebut menyampaikan ke sekolah-sekolah, kalau ingin dapat DAK, harus nyetor uang dulu, antara Rp 5 hingga Rp 10 juta. Itu kan sudah ndak bener,” ujar Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul memaparkan, sekolah yang memperoleh DAK ini sudah ada kriterianya yang ditetapkan. “Jadi sudah ada persyaratan yang ditetapkan. Dinas Pendidikan tidak bisa serta merta meloloskan setiap proposal yang masuk. Harus yang memenuhi kriteria yang terpilih mendapat kucuran DAK,” jelasnya.

Namun Syamsul bersyukur, dari sidak yang dilakukan di Dasuk, pihak sekolah mengaku tidak melakukan penyetoran-penyetoran pada oknum siapapun. “Jadi mereka dapat DAK ini murni karena sekolahnya memenuhi syarat. Bukan karena bayar sekian juta pada oknum,” tandas Syamsul.

Besaran DAK untuk kabupaten Sumenep tahun 2010, total Rp 30 miliar. Masing-masing SD penerima dana DAK, memperoleh kucuran dana Rp 260 juta dan tingkat SMP masing-masing sebesar Rp 225 juta. Sedangkan lembaga pendidikan penerima sebanyak 126 lembaga, yakni SD sebanyak 72 lembaga dana SMP 54 sebanyak lembaga. [tem/but/beritajatim]

Selengkapnya... - Diduga Ada Pungli Penerimaan DAK Tahun ini di Sumenep



Polisi Razia Motor di Sekolah

Jumat, 17 Desember 2010

GRESIK - Biasanya polisi melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan di jalan raya. Namun, kali ini Polres Gresik justru melakukan razia siswa SMA di sekolahnya. Puluhan siswa SMA yang masuk sekolah langsung dirazia di tempat dan diperiksa kelengkapan surat-surat motornya.

Kepala Urusan Administrasi dan Operasi Satlantas Polres Gresik Iptu Warih mengatakan, pemeriksaan itu merupakan kerja sama polisi dengan sekolah. Sebelumnya, pihak sekolah mengajukan permohonan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Permohonan itu kami tindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan kepada setiap siswa," katanya, Jumat (17/12/2010).

Pemeriksaan yang dilakukan polisi meliputi surat-surat, kelengkapan berkendara, serta standarisasi kendaraan bermotor.

"Selama satu jam melakukan pemeriksaan, ratusan siswa dinyatakan melanggar. Mereka selanjutnya dikenai teguran simpatik," ujar Iptu Warih.

Jumlah pelanggaran terkait dengan pemeriksaan ini mencapai 146 pelanggar. Dari jumlah itu, 135 dikarenakan tidak membawa atau memiliki SIM. Sisanya, 6 orang tidak bisa menujukkan STNK.

"Siswa yang tidak mengenakan helm ada empat orang. Serta enam orang kendaraannya dinyatakan tidak standar. Seperti plat nomor yang dimodifikasi," tutur Iptu Warih. [dny/kun/beritajatim]

Selengkapnya... - Polisi Razia Motor di Sekolah



SMKN 3 Malang Peringati Hari AIDS dengan Tanda Tangan Bersama

Jumat, 03 Desember 2010

MALANG - Suasana hari AIDS se dunia masih terlihat di Kota Malang. Jumat (3/12/2010) sore, seluruh siswa SMKN 3 Kota Malang menggelar tandatangan bersama dalam spanduk berukuran panjang. Tandatangan bersama itu sebagai bentuk penolakan terhadap seks bebas yang marak terjadi di Indoensia. Terutama dikalangan pelajar.

Aksi tandatangan diatas spanduk berukuran 15 meter itu, digelar di depan sekolah SMKN 3, yang berlokasi di Jl Surabaya Kota Malang itu. Tanda tangan dimulai sejak siang hari hingga sore hari. Selain para siswa membubuhkan tandatangan, juga menulis sedikit pesan "Kami menolak Seks Bebesa".

Kepada beritajim.com, Sri Wahyuni (15), salah satu siswi kelas 10 jurusan Busana di SMKN 3 mengatakan, pihaknya ikut tanda tangan itu sangat sepakat dengan penolakan seks bebesa itu. "Pacaran itu boleh, tetapi tidak boleh melakukan seks bebas," katanya.

Karena, kata Sri, pacaran bagi pelajar itu hanya untuk menambah semengat belajar semata. "Bukan untuk main seks bebas apalagi terpengaruh dengan Narkoba. Kita anti narkoba," ujarnya didampingin teman-temannya.

Selain Sri, menurut Puteri Yunita Sari, siswi kelas 10 jurusan Busana yang ikut tanda tangan mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah di Kata Malang, untuk melakukan tes keperawanan kepada masing-masing sekolah. "Hal itu agar pelajar di Kota Malang, tak tercemar dengan maraknya pelajar sudah tak perawan lagi. Saya dan teman-teman siap di tes keperawanan," akunya.

Karena jelas Puteri, kalau tetap perawan tak akan takut untuk di tes keperawanan. "Makanya saya mengusulkan hal itu. Sejak dulu tak pernah ada tes keperawanan ke sekolah-sekolah. Kalau di tes, akan ketemu. Dan kalau digelar setiap tahun, pelajar akan takut melakukan seks bebas dengan pacarnya," katanya.

Sementara itu menurut penggagas tandatangan massal Tantiana Rantisa, pembubuhan tandatangan itu selain untuk memperingati hari AIDS sedunia juga bertujuan untuk menggugah agar pelajar di Malang tidak melakukan seks bebas.

"Seharusnya sejak dini generasi kita itu sudah diberi pelajaran tentang seks. Tujuannya agar tidak bermain-main dengan seks. Sudah seharusnya sejak dini diberitahu bahaya seks dini," katanya.

Karena jelas Tantiana, tak sedikit orang tua yang tak mempedulikan aktivitas anak-anaknya di luar sekolah. Orang tua banyak sibuk kepada kerjaannya. "Makanya tugas mendidik anak itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru. Tetap orang tua dan arahan pemerintah juga harus," pintanya.

Dia mengusulkan, kedepan bagaimana pemerintah harus menggelar ada Duta Tolak Seks Bebas. "Bukan hanya duta cinta lingkungan atau Duta hewan. Tetapi harus ada Duta Anti Seks Bebas. Makanya akhir Deseber nanti kami akan menggelar lomba budi pekerti," akunya. [ain/kun/beritajatim]

Selengkapnya... - SMKN 3 Malang Peringati Hari AIDS dengan Tanda Tangan Bersama



Soal Pendidikan Seks, Mahasiswa Asia Sangat Bodoh

Sabtu, 20 November 2010

WKRnews - Pendidikan seks akan menjadi bagian dari kurikulum sekolah bisnis karena banyak mahasiswa dari Asia disebutkan sangat bodoh soal seks. Demikian dilansir Herald Sun,Jumat (19/11/2010).

Tahun ajaran mendatang, sebanyak 450 mahasiswa di Institut Bisnis Concordia, Auckland, Selandia Baru, untuk ikut kelas pendidikan seks untuk menolong mahasiswa dari Asia yang menemukan kebebasan baru setelah lepas dari kungkungan orang tua mereka.

"Kebanyakan di antara mereka tak punya pengetahuan seks khususnya dari Asia di mana mereka tidak mendapatkan pendidikan seks dari sekolah mereka dan membicarakan itu adalah tabu,"demikian disampaikan Direktur Institut Bisnis Concordia Isaac Phua.

"Kebanyakan mahasiswa internasional kaget dengan situasi baru tersebut dan membuat mereka gampang tergoda," ujarnya.

"Ini sangat berbahaya ketika nasihat seks dari teman mereka dan inilah alasan mengapa kami memperkenalkan pendidikan seks," katanya. Seorang mahasiswi berusia 18 tahun dari Shanghai mengatakan seks tak diajarkan di sekolah dan tak dibolehkan secara budaya membicarakannya secara terbuka. "Jika bicara terbuka maka Anda akan dianggap murahan," jelasnya.(tribun)

Selengkapnya... - Soal Pendidikan Seks, Mahasiswa Asia Sangat Bodoh



Para Ahli Fisika Berhasil Menangkap Antimateri

Kamis, 18 November 2010

WKRnews - Para ahli fisika untuk pertama kalinya berhasil menangkap antimateri. Terobosan bisa meningkatkan pemahaman yang lebih besar terhadap asal mula alam semesta.

Organisasi penelitian nuklir Eropa (CERN) menjebak 38 atom antimateri hidrogen dalam medan magnet selama 1/6 detik. Kurun waktu ini cukup bagi para ilmuwan untuk mempelajari struktur antimateri.

"Untuk pertama kalinya kami bisa menangkap atom netral antimateri. Kami sebenarnya telah menghasilkan atom-atom ini sejak 2002 di CERN. Namun baru kali ini kami bisa menangkap atom dan selama beberapa saat ini atom-atom ini tidak lepas dan hancur," kata Profesor Jeffrey Hangst, salah seorang ilmuwan CERN.

Hangst mengatakan penelitian antimateri ini semata-mata untuk memenuhi rasa ingin tahu, dan bukan untuk kepentingan komersial.

"Tidak ada aplikasi (komersial) dari jenis penelitian ini. Ini semata-mata eksperimen untuk mengetahui lebih jauh tentang ruang dan waktu," papar Hangst. "Kami belum bisa memperkirakan apakah akan ada manfaat praktis dari penelitian kami ini."

Atom materi dan antimateri akan langsung hancur ketika terjadi kontak satu sama lain, yang membuat para ilmuwan selama ini kesulitan melakukan penelitian. Salah seorang ilmuwan mengatakan bisa menangkap atom materi dalam keadaan stabil, adalah pencapaian yang luar biasa.(bbc)

Selengkapnya... - Para Ahli Fisika Berhasil Menangkap Antimateri



1 Netbook untuk Semua Anak Bangsa

Jumat, 12 November 2010

JAKARTA - Tingkat kepemilikan komputer di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain di Asia Pasific. Data dari Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) menyatakan bahwa penetrasi komputer (PC dan laptop) di Indonesia baru 4% dari populasi penduduk atau sekitar 9,2 juta unit. Jauh dari rata-rata kepemilikan komputer di negara-negara Asia Pasifik lainnya.

Guna meningkatkan penetrasi komputer di Indonesia khususnya untuk dunia pendidikan, Toshiba sebagai produsen PC Notebook ternama asal Jepang bekerjasama dengan Microsoft ikut berpartisipasi dalam program corporate social responsibility Carrefour 1 Nusa Bangsa, 1 Netbook untuk Semua Anak Bangsa, sebuah program penjualan Netbook Toshiba berseri NB-250 dengan harga yang terjangkau dan potongan diskon khusus bagi pelajar.

Toshiba seri NB-250 ini dibandrol hanya seharga Rp. 3.299.000 dan tambahan diskon Rp 100.000 jika menunjukkan kartu pelajar saat pembelian. Netbook Toshiba ini hanya bisa didapatkan di 60 gerai Carrefour di seluruh Indonesia. Program gelombang pertama ini telah berlangsung mulai 1 hingga 19 Oktober 2010 dan berjalan sukses. Rencananya program ini akan dilanjutkan dengan gelombang kedua mulai pertengahan November ini.

Glenn Batchelor, Senior Manager-Distributor Business, South & Southeast Asia Computer System Division for Toshiba Singapore, mengatakan bahwa partisipasi Toshiba dalam program ini merupakan bentuk kepedulian Toshiba dalam mendukung pendidikan di Indonesia sebagai bentuk corporate social responsibility bagi masyarakat. “Tujuan dari partisipasi Toshiba menyediakan Netbook yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau adalah untuk memajukan pendidikan Indonesia dengan mengenalkan komputer sejak dini. Toshiba menyadari betapa pentingnya mengenalkan komputer sejak dini pada anak bangsa karena kelak kemampuan komputer ini akan menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka,” jelasnya.

Meskipun harganya lebih terjangkau, namun Toshiba tidak mengesampingkan kualitas yang prima, desain yang bagus serta kemajuan teknologi dalam netbook terbarunya ini. Netbook mungil berwarna hitam premium ini sudah terpasang Windows 7, OS teranyar dari Microsoft, processor Intel Atom N455 yang didukung dengan RAM 1GB dan HDD 160 GB.

Untuk kenyamanan, netbook berbaterai 3 cell ini menggunakan layar monitor 10'1 inch Wide Screen dengan webcam VGA yang nyaman untuk membaca e-book, video streaming, maupun browsing dengan menggunakan WIFI yang semuanya telah built in di dalamnya. Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan 1 bulan internet gratis dari Speedy plus modem, 3 bulan langganan Flexynet dan konten edukasi dari Kementrian Pendidikan Nasional dan Kompas.

Lebih lanjut Glenn mengatakan Toshiba memiliki komitmen yang kuat pada masyarakat dan masa depan bangsa yang ditunjukkan dengan dukungan pada bidang pendidikan melalui partisipasinya pada program 1 Nusa Bangsa. “Kami menyadari pentingnya memajukan pendidikan melalui penyediaan komputer bagi anak bangsa yang memberikan mereka kesempatan untuk dapat mengakses internet sebagai sumber informasi yang kaya bagi kegiatan pembelajaran untuk masa depan bangsa yang lebih baik.”(tribun)

Selengkapnya... - 1 Netbook untuk Semua Anak Bangsa



Dindik DIY Ijinkan Siswa Membolos dari KBM

Sabtu, 06 November 2010

YOGYAKARTA – Sejak abu vulkanik Merapi masuk ke Kota Yogya, Dinas Pendidikan Propinsi DIY mengizinkan siswa membolos dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). ”Namun jika cuaca membaik, hari ini merupakan hari terakhir libur”, tegas Baskara Aji Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi DIY, Sabtu (6/11/2010)

Diakui Baskara, penghentian sementara KBM ini mengakibatkan mundurnya beberapa agenda pendidikan. ”Walau merugikan bagi program pendidikan pemprov, namun kita memprioritaskan kesehatan anak”, tambahnya.

Pantauan di beberapa sekolah menunjukkan, sebagian besar siswa memang memilih membolos. Seperti di SLTP Negeri 1 Yogyakarta yang pada pagi hari hanya terlihat beberapa siswa yang masuk sekolah.

”Tidak ada istilah meliburkan, tapi sekolah memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di rumah karena sebagian besar orang tua khawatir akan cuaca yang belum kondusif,” kata Wakil Kepala Urusan Siswa SLTP Negeri 1, Ahmad Dadi, pagi tadi.

Kesempatan bolos yang diberikan sekolah ini, ternyata dimanfaatkan siswa untuk ikut membantu pengungsi. Seperti yang dilakukan siswa SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Mereka menggalang dana untuk membantu korban letusan.

”Dari dana tersebut akan dibelikan barang kebutuhan pengungsi,” kata Harya (17) siswa kelas XI sekolah tersebut, saat menggalang bantuan di jalan depan sekolahnya, siang ini.(tribun)

Selengkapnya... - Dindik DIY Ijinkan Siswa Membolos dari KBM



Australia Bantu Indonesia Program Wajar 9 Tahun

Selasa, 02 November 2010

JAKARTA - Pemerintah Australia mendukung Indonesia dalam menerapkan program wajib belajar selama sembilan tahun pada 2015. Biaya yang dikucurkan Australia untuk program itu sebesar 500 juta dolar Australia (sekitar Rp4,4 triliun).

Itu merupakan salah satu kesepakatan dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tamunya dari Australia, Perdana Menteri Julia Gillard. "Indonesia dan Australia telah menyepakati program baru senilai 500 juta dolar Australia untuk mendukung tujuan Indonesia menyediakan program wajib belajar sembilan tahun pada 2015," demikian kesepakatan kedua pemimpin di Istana Negara, Jakarta, Selasa 2 November 2010.

"Indonesia dan Australia memiliki ikatan sejarah yang kuat dalam bekerjasama mendukung pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Sekitar 330.000 anak Indonesia kini telah memiliki akses ke sekolah dengan adanya kerjasama di bidang pendidikan dasar," kata Gillard.

Menurut keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia di Jakarta, program ini akan membangun hingga 2.000 sekolah, mendukung sekitar 1.500 sekolah Islam (madrasah) untuk mencapai akreditasi standar pendidikan nasional, memperbaiki kualitas pengelolaan sekolah di Indonesia, dan mendukung penelitian dan analisis di bidang pendidikan.

Program bantuan ini juga melibatkan Uni Eropa dan Bank Pembangunan Asia untuk turut membantu melakukan penelitian dan analisis dalam memperkuat kebijakan pendidikan di Indonesia.

Indonesia dan Australia juga menyambut baik kerjasama pendidikan berkelanjutan menyangkut kemitraan, program pertukaran, beasiswa dan pelatihan pada seluruh tingkatan pendidikan. Indonesia dan Australia berkomitmen untuk meningkatkan jumlah siswa yang belajar di negara masing-masing, antara lain melalui the Australian Scholarship, the ACISIS Program, dan Beasiswa Darmasiswa Indonesia.

Kedua negara mengakui kerjasama yang terus meningkat dalam kepemudaan dan olahraga, khususnya dalam pertukaran pemuda, relawan, ahli, dan juga program kewirausahaan dan kepemimpinan.

Selain bidang pendidikan, Indonesia dan Australia juga menyepakati kerjasama di berbagai bidang, seperti politik, keamanan, ekonomi, dan bidang-bidang lain. (adi/vivanews)

Selengkapnya... - Australia Bantu Indonesia Program Wajar 9 Tahun



Wujud Kebudayaan Nasional Indonesia Masih Akan Dibentuk

BANDUNG - Wujud kebudayaan nasional Indonesia menjadi polemik utama karena masih akan dibentuk dan belum memiliki kesimpulan yang jelas serta dapat diterima oleh semua pihak.

"Wujud kebudayaan nasional Indonesia masih akan dibentuk karena belum ada sebuah kesimpulan yang jelas dan diterima semua pihak," ungkap Sastrawan dan Budayawan Indonesia Ajip Rosidi, di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, Senin.

Ajip yang ditemui dalam acara Peringatan Dies Natalis ke-52 Fakultas Sastra Unpad, mengatakan yang sudah jelas saat ini adalah kebudayaan-kebudayaan daerah, sedangkan kebudayaan nasional belum jelas.

Menurut Ajip, pada umumnya ada anggapan negatif tentang kebudayaan daerah, karena dianggap bukan kebudayaan nasional. "Ada anggapan bahwa kebudayaan nasional itu harus berlainan dengan kebudayaan daerah," katanya.

Selanjutnya, kata Ajip, ada yang menganggap bahwa gamelan bukanlah musik Indonesia dan yang dianggap musik nasional adalah keroncong.

Ajip mengungkapkan, telah tumbuh anggapan bahwa teater nasional ialah drama dipentaskan seperti drama-drama eropa yang berdasarkan teks tertulis sementara wayang, lenong, longser, dan ketoprak tidak dianggap sebagai teater Indonesia.

"Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang masih juga menyuarakan masalah yang sudah dipolemikkan pada waktu itu," katanya.

Menurut Ajip, masalah kebudayaan barat dan kebudayaan timur yang menjadi salah satu pokok polemik sekarang sudah tidak begitu dipermasalahkan.

Kata Ajip, pada tahun 1970 yang menjadi tema polemik yang ramai ketika itu adalah masalah modernisasi dan westerenisasi, sedangkan sekarang masalah globalisasi lebih menjadi perhatian.(kompas/ant)

Selengkapnya... - Wujud Kebudayaan Nasional Indonesia Masih Akan Dibentuk



Sekolah Akan Pecat Siswa yang Terlibat Tawuran

Rabu, 27 Oktober 2010

PALEMBANG - Sekolah-sekolah di Kota Palembang dilarang menerima siswa yang menjadi pelaku tawuran. Sekolah diminta lebih selektif menerima siswanya.

Demikian ditegaskan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra di Palembang, Rabu (27/10/2010). Dia bilang, siswa manapun yang bersekolah di Kota Palembang dan ikut tawuran, akan direkomendasikan untuk diberhentikan secara tidak hormat. Tawuran, kata dia, merupakan masalah moral yang tidak boleh dibiarkan, sehingga kepala sekolah bersangkutan harus segera memberikan sanksi.

"Kepala sekolah wajib untuk tegas mengambil tindakan terhadap pelaku tawuran dengan memberhentikan siswa," katanya.

Dia menjelaskan, di sisi lain pihaknya juga meminta sekolah untuk membina pelajar yang bersifat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman secara rohani siswa. Pelajaran akhlak dan tingkah laku sesuai dengan ajaran agama juga diharapkan lebih ditingkatkan kepada siswa sebagai bentuk pertahanan dari perilaku yang tidak baik.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palembang, Riza Pahlevi mengatakan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepala sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak didik mereka. Usai belajar siswa diminta langsung pulang dan tidak memanfaatkan waktu dengan bergerombol, karena dapat memicu terjadinya tawuran.(kompas)

Tags: , , , , , ,
Selengkapnya... - Sekolah Akan Pecat Siswa yang Terlibat Tawuran



PWI Akan Buka Sekolah Jurnalistik di 5 Daerah

Jumat, 15 Oktober 2010

SEMARANG — Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI memiliki target membuka lima Sekolah Jurnalisme Indonesia atau SJI di lima daerah di Indonesia pada 2010. Lima daerah tersebut adalah Palembang, Semarang, Bandung, Samarinda, dan Lampung.

Ketua Umum PWI Margiono di Semarang, Jumat (15/10/2010), mengungkapkan, pembukaan SJI tersebut ditujukan untuk mendidik para wartawan dalam meningkatkan profesionalitas dan kompetensi dalam menekuni profesi itu. "Hambatan dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan pers sebenarnya terletak pada mendidik wartawan dalam mencapai profesionalitasnya. Hambatan-hambatan dari luar tidak ada," katanya.

Margiono mengatakan, para siswa SJI akan ditempa para pengajar yang terbaik dan mendapatkan kurikulum sesuai standar yang ditetapkan sehingga para lulusannya akan memiliki kompetensi. Dia berharap, lulusan SJI akan menjadi wartawan yang andal, memiliki etika, dan itikad baik dalam menjalankan profesinya, termasuk pemahaman terhadap kode etik jurnalistik.

"Iktikad baik perlu dimiliki seorang wartawan sehingga bisa memberikan kritik sosial yang bermanfaat, informasi bersifat edukatif, dan hiburan yang sehat dalam karya jurnalistiknya," ujarnya.

Saat ini, jumlah pekerja pers di Indonesia antara 60.000 dan 70.000 orang yang tersebar di berbagai media di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, kata Margiono, belum banyak yang menempuh pendidikan formal jurnalistik.

"Kalau dilihat dari segi kode etik jurnalistik, kemungkinan hanya sekitar 20-30 persen pekerja pers yang mau membaca dan mencermati kode etik jurnalistik," kata Margiono. (kompas)


Selengkapnya... - PWI Akan Buka Sekolah Jurnalistik di 5 Daerah



Unpad Akan Beri Beasiswa Kedokteran Asal Pedesaan

BANDUNG - Salah satu untuk meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Jawa Barat, perlu adanya dokter-dokter yang ditempatkan di daerah-daerah pedesaan. Namun sayangnya pemerataan tenaga dokter untuk ditempatkan di daerah-daerah belum maksimal. Untuk itu, FK Unpad sebagai salah satu wujud mendukung pemerataan tenaga dokter, melalui program beasiswa Bidik MISI, setiap tahun disediakan beasiswa bagi calon-calon dokter.

Menurut Dekan FK Unpad Prof Dr Tri Hanggono Achmad, untuk tahun ini terdapat 22 penerima beasiswa. Para peraih beasiswa ini berasal dari daerah-daerah pedesaan dan bukan dari kota. Bahkan dua dari penerima beasiswa adalah siswa pesantren. "Kita memang sengaja tidak menerima dari kota, karena kalau dari dilihat dari sisi latar belakang pendidikan atau sekolahnya, jelas mereka yang sekolah di SMU favorit di kota akan bisa bersaing dibanding mereka yang dari desa dengan segala keterbatasan fasilitas di sekolahnya," kata Hanggono, pada acara Konferensi Pers Dies Natalis FK Unpad di Gedung Eijkman Jalan Eijkman, Kamis (14/10).

Dipilihnya penerima beasiswa dari lulusan di pedesaan, kata Hanggono, karena meski basic pendidikan mereka tidak sebaik lulusan di kota, namun kalau melihat kemampuan, tidak sedikit dari mereka yang lebih baik dari lulusan sekolah di kota. Tapi yang jelas, salah satu tujuan menerima lulusan dari pedesaan agar nantinya mereka dapat kembali lagi ke daerah asalnya setelah lulus kuliah.

"Kami jamin mereka gratis kuliah kedokteran di FK Unpad sampai lulus. Tapi setelah lulus, mereka harus kembali lagi ke daerah asalnya untuk mengabdi disana. Kalau tidak kembali lagi, ijazah dokter tidak akan diberikan kepada mereka," kata Hanggono.(tribun)

Selengkapnya... - Unpad Akan Beri Beasiswa Kedokteran Asal Pedesaan



Jepang Undang 11 Guru dan Pimpinan Ponpes

Selasa, 12 Oktober 2010

JAKARTA - Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besarnya hari ini melepas 11 orang guru dan pimpinan Pondok Pesantren yang akan berkunjung ke Jepang guna saling memberi pemahaman dan memperdalam rasa saling pengertian antara Jepang dengan dunia Islam di Indonesia.

Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan sejak 12-23 Oktober 2010. Selain dari pulau Jawa, ke 11 pimpinan pesantren tersebut juga berasal dari Sumatera, Sulawesi dan Nangroe Aceh Darussalam.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri mengatakan, program yang sudah berjalan sejak lima tahun yang lalu tersebut diharapkan dapat menjembatani penduduk kedua negara untuk bisa lebih saling belajar kebudayaan masing-masing negara, termasuk dari sisi keagamaan.

"Memang saat ini jumlah muslim di Jepang sedikit jumlahnya. Karena itu saya berharap para guru dan pimpinan pesantren yang mengikuti program ini dapat memberikan wawasan dan bertukar pikiran dengan penduduk disana," ujar Kojiro di Kediamannya. Selasa (12/10/2010).

Kojiro menjelaskan, sejauh ini sebanyak 71 guru pesantren di Indonesia telah berkunjung ke Jepang. Ia berharap, setelah kembali dari Jepang, para pemimpin pesantren tersebut diharapkan dapat mengambil sisi baik dari negaranya.

"Kami berharap mereka menceritakan kepada murid-murid di pesantrennya masing-masing setelah melihat dari dekat bagaimana kehidupan kami," ujarnya.

Menurutnya, undangan ini merupakan cara untuk mendorong rasa saling memahami sekaligus juga sebagai ajang pertukaran informasi antara Jepang dan Indonesia di bidang pendidikan. Untuk itu. nantinya para pemimpin Pesantren dijadwalkan akan bertukar pendapat dengan para pemimpin dari lingkungan agama Budha.(tribun)

Selengkapnya... - Jepang Undang 11 Guru dan Pimpinan Ponpes



Guru Merobek Rok Hanya Untuk Kedisiplinan

Sabtu, 09 Oktober 2010

BANDUNG - Pihak SMAN 1 Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, membantah adanya pelecehan seksual guru terhadap siswa di sekolah tersebut pada hari Selasa.

Apa yang terjadi hanyalah razia rutin terhadap semua murid di SMAN 1 Batujajar.

"Hanya, saat razia ditemukan sejumlah murid yang mengenakan pakaian tidak seperti yang diperbolehkan, seperti rok yang pendeknya di atas mata kaki," kata Pelaksana Disiplin SMAN 1 Batujajar, Riana Abas, Rabu (6/10/2010).

"Peristiwa terjadi saat pihak sekolah melakukan razia kedisiplinan pakaian dan saat itu tidak ada pelecehan. Kami hanya mendidik anak dalam bersikap, khususnya dalam berpakaian di sekolah. Yang perempuan wajib mengenakan jilbab dan rok sampai mata kaki, sedangkan yang laki-laki pakai celana bukan yang kecil," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada saat razia ditemukan seorang siswi tingkat 10 kelas 5 yang mengenakan rok di atas mata kaki.

Tidak tahan dengan ulah siswi yang bandel, pihak sekolah melalui seorang guru olahraga melakukan tindakan disiplin dengan merobek rok sepanjang 10 sentimeter.

Namun, tak lama kemudian, siswi tersebut tiba-tiba melapor kepada orangtuanya dengan menunjukkan robekan rok yang memperlihatkan pahanya.

"Aneh, kok sobekannya bisa sampai paha, padahal sebelumnya tidak sepanjang itu. Bahkan, sobekan rok itu juga membelah dua roknya," ucapnya.

Dia juga menegaskan, sejauh yang ia kenal, tidak mungkin sang guru olahraga tega melakukan pelecehan seksual kepada siswinya.

Selain itu, razia itu terjadi di depan banyak orang dan serentak dilakukan terhadap 953 murid di 25 kelas yang ada.

Abas mengaku bahwa permasalahan itu sudah diselesaikan secara baik-baik, antara pihak sekolah dan orangtua.

Selain itu, siswi tersebut juga tetap masuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar seperti biasa.

Pihak sekolah juga tetap berkomitmen akan terus melakukan razia disiplin tersebut.

"Kami kira permasalahan ini bisa muncul karena ada orang yang tidak senang dengan sekolah kami, apalagi siswi itu keponakan seorang anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat. Padahal, apa yang kami lakukan itu untuk membentuk akhlak para siswa, dari cara berpakaian dan sikap," pungkasnya.(tribun)

Selengkapnya... - Guru Merobek Rok Hanya Untuk Kedisiplinan



400 Mahasiswa Lolos Babak Final Gemastik

Kamis, 30 September 2010

JAKARTA - Sebanyak 400 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi dinyatakan lolos masuk babak final kompetisi inovasi dan teknologi bertajuk Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-3, yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan Nasional dalam siaran pers Rabu (29/9/2010) melaporkan, babak penyisihan diikuti 4.268 mahasiswa dari 94 perguruan tinggi. Babak final dilaksanakan di ITS tanggal 5-6 Oktober 2010 untuk menetapkan tiga pemenang memperebutkan total hadiah senilai Rp22,5 juta untuk masing-masing kategori.

Ada sembilan kategori yang dilombakan, yaitu piranti cerdas, aplikasi, pengembangan game, penggalian data, pemograman, keamanan jaringan, permainan bisnis, karya tulis teknologi informasi dan komunikasi, dan desain situs .

Juga digelar kegiatan pendukung berupa seminar teknologi informasi dan komunikasi, tanggal 7 Oktober 2010, sarasehan b idang TIK yang akan diikuti para wakil rektor perguruan tinggi yang mahasiswanya masuk ke babak final, tanggal 6 Oktober, dan pameran. TIK, tanggal 6-7 Oktober 2010.(kompas)

Selengkapnya... - 400 Mahasiswa Lolos Babak Final Gemastik



Gagasan Klinik Kehamilan Siswi Diprotes Orang Tua

Sabtu, 25 September 2010

LONDON - Gagasan penyediaan fasilitas klinik kehamilan sekolah di Inggris menimbulkan protes dari orangtua dan guru. Karena hal itu akan mengubah pola pikir para remaja bahwa seks bebas dilegalkan dan pelajar boleh hamil.

Gagasan klinik kehamilan di sekolah itu pertama digagas oleh Badan Kesehatan Nasional Inggris (NICE), yang berniat menyediakan fasilitas klinik khusus bagi pelajar yang hamil karena tingginya kasus kematian bayi oleh ibu muda atau remaja.

"Pelayanan kesehatan bagi para remaja yang hamil harus dimulai dari lingkungan sekolah," kata Dr Gillian Leng, Wakil Direktur Eksekutif NICE, Rabu kemarin seperti dikutip sky news.

Sedangkan pihak guru yang diwakili Christine Blower, Sekum Serikat Pekerja Guru Nasional Inggris menjawab, murid hamil telah mengambil risiko untuk melepaskan pendidikan mereka.

Diketahui, data kehamilan ABG di Inggris sangat mengkhawatirkan terhitung sejak 1988. Gadis usia di bawah 16 tahun yang hamil mencapai angka 7.426 lebih. Dan tahun 2005 tercatat 7.855 wanita di bawah usia telah hamil.

Angka aborsi atau pengguguran kandungan tahun 2006 tercatat 200 ribu kasus, dan hal itu dilakukan oleh mayoritas ABG usia belasan tahun. (*/tribun)
Selengkapnya... - Gagasan Klinik Kehamilan Siswi Diprotes Orang Tua



Mahasiswa UGM Olah Sukun Sebagai Bahan Dasar Makanan Olahan

Minggu, 19 September 2010

YOGYAKARTA - Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (FK UGM) mengolah sukun (artocarpus altilis) menjadi tepung sukun yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan beraneka macam makanan.

"Buah sukun merupakan bahan pangan lokal yang banyak dijumpai di Indonesia, namun pemanfaatannya masih belum maksimal karena selama ini sukun hanya dikonsumsi dalam bentuk digoreng, direbus, maupun dibuat keripik," kata salah seorang mahasiswa UGM yang mengembangkan tepung sukun, Gentur Adiprabawa, di Yogyakarta, Jumat.

Empat mahasiswa UGM lainnya adalah Inna Rachmawai dan Ridwan Ansari yang merupakan mahasiswa program studi Ilmu Gizi Kesehatan, serta Diah Nurpratami dan Dewi Masyitoh Mubarok mahasiswa program studi Pendidikan Kedokteran.

"Dipilihnya sukun sebagai bahan dasar berbagai macam makanan adalah untuk meningkatkan nilai jual dan nilai guna buah tersebut, usaha ini berawal dari kegiatan program kreativitas mahasiswa yang diselenggarakan oleh UGM," katanya.

Selain itu, produk makanan berbahan sukun tersebut, baik bagi kesehatan karena kaya akan serat sekitar 2 persen dan kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 35,5 persen.

"Selain kaya kandungan gizi, produk makanan berbahan sukun juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena bahan makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah," katanya.

Ia mengatakan, produk olahan sukun tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga bervariasi, mulai dari Rp1.500 untuk harga eceran hingga Rp50.000.

"Tepung yang dihasilkan dari buah sukun dapat diolah menjadi roti bolu sukun, donat, muffin, tart, blackforest, pukis, pizza, seledristick, cheesestick, brownies, cake, dan aneka kue kering lainnya," katanya.

Gentur mengatakan omzet yang dihasilkan dari penjualan produk olahan sukun dapat mencapai Rp13 juta per bulan. "Untuk memperluas pasar, kami akan membuka gerai di sekitar kampus Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan Oktober mendatang," katanya.
(U.ANT-158/I007/P003/ant)
Selengkapnya... - Mahasiswa UGM Olah Sukun Sebagai Bahan Dasar Makanan Olahan


 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih