PONOROGO - Nasib malang menimpa Joko Susilo (27) warga jalan Barito Desa Krajan, Kecamatan Jenangan. Pasalnya baru saja menikah satu bulan yang lalu, kini sudah harus kehilangan istri tercinta.
TKI yang bekerja sebagai pekerja bangunan di negeri Jiran itu, harus merelakan kepergian Nita Setyaningrum (25), istri tercintanya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong.
Menurut Andik Purwo, kakak korban saat ditemui dirumah duka Rabu (11/8/2010) mengatakan, pihaknya mendapat kabar jika adik perempuannya meninggal dunia pada hari Selasa (10/8/2010) sore hari. Saat itu, ada teman korban yang langsung mengabari kematian adiknya.
"Kita langsung menghubungi perusahaan yang memberangkatkannya, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata benar adinya dinyatakan meninggal dunia di Hongkong," terangnya.
Ketika ditanya penyebab kematian adiknya, Andik mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab meninggalnya anak kedua dari tiga bersaudara itu putri pasangan Slamet Supriyadi dan Wiji Lestari.
Pihak perusahaan yang memberangkatkannya juga belum mengetahui penyebab pasti kematiannya, apakah kecelakaan kerja, bunuh diri atau ada sebab yang lainnya.
"Masih menunggu kabar selanjutnya dari Hongkong. Tapi menurut perwakilan perusahaan baru tiga minggu lagi jenazahnya sampai di rumah," tandasnya.
Lebih lanjut Andik mengatakan, sebenarnya adiknya sempat cuti beberapa hari untuk melangsungkan pernikahan dengan laki-laki pilihannya yang kebetulan juga menjadi TKI di Malaysia pada 28 Juni lalu.
Setelah melangsungkan pernikahan, keduanya kembali berpisah untuk bekerja dinegara tujuan masing-masing pada 11 Juli lalu. "Tak disangka belum genap satu bulan berangkat sudah seperti ini," tambahnya.
Semenatara Wiji Lestari ibu korban mengatakan, sangat terpukul dengan kabar meninggalnya anak keduanya.
Pasalnya, Nita telah bekerja di Hongkong selama lima tahun, dengan mengunakan jasa PT Berkat Sukses Makmur Sejahtera di Malang merencanakan tahun ini merupakan tahun terakhirnya bekerja diluar negeri, yang menurut rencana tidak akan lagi bekerja keluar negeri.
"Nita berangkat September 2005, dan tak disangka saat pulang untuk melangsungkan pernikahan merupakan kepulangannya terakhir," pungkasnya sambil mengusap air mata. [beritajatim.com/bar/inilah]
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda