JAKARTA - Kelompok terduga teroris di Aceh tak hanya melakukan serangan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti, tetapi juga melakukan serangan terhadap RI-1.
"Mereka juga sudah mengaku akan membunuh RI-1" ujar seorang sumber di Mabes Polri, Rabu (11/8/2010). Aksi teror menyambut 17 Agustus itu dinamai para teroris dengan Amaliyah Badar atau operasi tujuh Ramadhan.
"Mereka mengaku terinspirasi dari perang Badar. Perang yang terjadi di bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah," katanya. Para teroris berkeyakinan jika bulan Agustus ini adalah bulan terbaik untuk mati syahid karena bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Para teroris juga merencanakan aksi bom mobil untuk hadiah HUT ke-65 RI. Itu didapati dari bom rakitan siap ledak dan cairan kimia serta bahan baku bom yang ditemukan Densus 88 Antiteror saat operasi di Cibiru, Bandung.
Bom-bom rakitan itu, lanjut sumber ini, rencananya akan digunakan untuk aksi teror pada peringatan 17 Agustus mendatang. "Nantinya itu akan dirakit di mobil. Jadi bom mobil. Rencananya bom tersebut akan diledakkan pada HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus nanti," katanya. Target utamanya adalah iring-iringan Presiden RI dan beberapa pejabat negara lainnya.
Bom yang ditemukan di Cibiru sendiri ditengarai buatan Soghir, yang dibekuk Densus di Klaten Solo, beberapa waktu lalu. Rakitan bom itu sangat khas seperti teknik yang digunakan Dr Azahari.
"Itu dilihat dari cara membuat sistem firing device (alat pemantik) yang berlapis agar nggak mudah diledakkan. Getaran sedikit saja membuat picu aktif dan meledak," tuturnya.
Sebenarnya kelompok teror sudah mulai merubah arah model aksi terornya saat Densus membekuk Dulmatin di Ciputat, Mei lalu.
Dokumen-dokumen yang menunjukkan aksi itu berhasil didapati Densus 88 dalam penggeledahan di beberapa lokasi penindakan. Arah teror mereka pun berubah menjadi Mabes Polri dan Kedutaan Besar Denmark.
Untuk Mabes Polri, aksi akan dilakukan pada perayaan HUT Bhayangkara ke-64, 1 Juli lalu. "Itu yang dipimpin Abdullah Sunata," kata sumber.
Namun aksi itu pun gagal dan terlebih dahulu dapat diketahui Densus setelah mereka menangkap Abdullah Sunata dan membekuk pelaku teror lainnya. Menurut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, teroris juga berencana mengadopsi model serangan ala teroris Mumbai (Desember 2008).
"Mereka berencana menyerang warga asing dan hotel-hotel," katanya beberapa waktu lalu. Serangan akan dilakukan secara seporadis, hanya menggunakan senjata tanpa bahan peledak.
"Mereka sudah siap dengan amunisi dan persenjataan. Mereka mendapatkannya dari gudang logistik Polri yang dibobol, sisa konflik Ambon dan Poso serta kiriman dari Mindanao," ucap sumber tersebut.
(tribun)
Home » News Update » Serangan Teroris Terhadap RI 1 Dinamai Amaliyah Badar
Serangan Teroris Terhadap RI 1 Dinamai Amaliyah Badar
Rabu, 11 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda