Home » » Lokalisasi Ditutup, PSK Liar Ramai Didatangi

Lokalisasi Ditutup, PSK Liar Ramai Didatangi

Rabu, 11 Agustus 2010

TULUNGAGUNG - Menjelang Ramadan, dua lokalisasi di wilayah Kabupaten Tulungagung, yaitu Ngujang dan Lokalisasi Kaliwungu sudah ditutup sejak kemarin. Namun penutupan dua lokalisasi tersebut malah membuat pelacuran liar kian ramai didatangi pengunjung.

Setidaknya itulah yang terjadi di bantaran Sungai Brantas, Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Di lokasi ini berdiri belasan rumah kos yang merangkap sebagai ruang menerima tamu, para pria hidung belang. Di sini pula, puluhan orang PSK biasa menjajakan diri.

Saat didatangi, Selasa (10/8), nampak lima orang PSK sedang mangkal. Mailah (42), salah satu PSK asal Kampak, Kabupaten Trenggalek mengatakan lokalisasi liar ini mulai ramai selepas magrib. Jika siang, para PSK biasanya tidur atau keluar dari rumah kost-nya.

"Habis magrib ke sini saja, pasti ramai dan banyak pilihan," katanya.

Dalam aksinya, para PSK ini menggunakan kedok warung kopi. Di warung ini para PSK ketemu dengan tamu, dan melakukan transaksi. Setelah harga cocok, keduanya lalu melanjutkan acara di dalam kamar kos.

Tutik (40), salah satu PSK asal Pare Kediri mengaku, warungnya kian ramai sejak dua malam belakangan, saat lokalisasi mulai ditutup. Jarak yang tidak seberapa jauh, membuat pelanggan lokalisasi Ngujang disebutnya pindah menjadi konsumennya. Jika biasanya mendapat 3-5 tamu, Tutik menerima bisa dua kali lipatnya.

"Murah kok, cuma 30 ribu sekali main," katanya berpromosi.

Sri (38), satu PSK lainnya dari Blitar, mengaku akan tetap melayani tamu, meski di bulan Ramadan. Sri juga menyebut, tak ada satu pun rekan seprofesinya pulang kampung, atau berhenti melayani tamu. Alasannya, mereka semua butuh biaya untuk merayakan lebaran bersama keluarga.

Baik Sri, Tutik maupun Mailah sadar aktivitasnya melanggar aturan yang berlaku. Mereka beralasan tak punya pilihan lain. Aktivitas menjajakan diri pun dilakukan dengan cara kucing-kucingan dengan Satpol PP.

"Kalau nanti dirazia dan dibubarkan, kami juga akan bubar," kata Sri. [beritajatim.com/mut/inilah]



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih