MADIUN - Memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Komitmen itu ditegaskan Kepala Kejari Madiun Ninik Mariyanti saat mengenalkan diri menjadi pengganti Isno Ihsan, kemarin (9/8). Komitmen Ninik cukup beralasan karena sebelum menjadi kajari, dia pernah bertugas sebagai anggota tim pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) Kejaksaan Agung. ''Orang nomor satu di negeri ini (Presiden SBY, Red) juga berharap Indonesia bebas korupsi. Dan seperti disampaikan pada tim pemberantasan tipikor untuk melakukan tindakan preventif,'' papar Ninik, di hadapan tamu undangan yang didominasi jajaran Muspida Kabupaten/Kota, di gedung Bhara Makota.
Mantan asisten pembinaan Kejati DIY menyadari gencarnya pemberantasan tipikor menimbulkan dampak bagi pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Contohnya, ketakutan PNS ditunjuk sebagai PPTK, pimpro, panitia lelang dan lainnya. Soal fenomena itu, Ninik menegaskan pemberantasan dilakukan bertahap. ''Pelan-pelan kita benahi, tentunya kami berharap Kota/Kabupaten Madiun juga bebas korupsi,'' tambahnya.
Ninik juga sempat menyapa wartawan cetak dan elektronik usai acara. Didesak seputar target penyelesaian perkara tipikor, perempuan asal Sragen, Jawa Tengah ini mematok minimal tujuh kasus selesai dalam setahun. ''Ya, bisa tujuh perkara tipikor,'' ujarnya.
Disinggung kasus 16 mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004, menurut Ninik secepatnya bakal dituntaskan. Saat ini, berkas perkara kembali diserahkan ke penyidik Polres Madiun Kota. Sebab, masih ada yang perlu dibenahi. Sedangkan, untuk dua mantan sekretaris DPRD yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tipikor APBD pos anggaran dewan 1999-2004, masih dalam proses penyidikan. ''Secepatnya kami tuntaskan. Saya kan masih baru di sini dan perlu mempelajari dulu. Selama bertugas di Madiun, pemberantasan tipikor menjadi prioritas utama,'' tuturnya.
Terpisah, Isno Ihsan, mantan Kajari Madiun yang kini menjadi asisten pengawas di Kejati Jawa Barat mengakui selama bertugas masih ada beberpa perkara yang belum tuntas. ''Masih banyak yang belum tuntas, semoga Bu Ninik bisa melanjutkannya,'' kata Isno.
Di bagian lain, walikota Bambang Irianto dan bupati Muhtarom sepakat mendukung langkah Kajari Ninik Mariyanti memberantas tipikor. ''Pemberantasan tipikor adalah langkah yang benar dan kami pasti mendukungnya,'' tandas wali kota. (ota/irw/rdm)
Home » Lokal Madiun » Komitmen Kajari Baru Akan Tuntaskan Tipikor
Komitmen Kajari Baru Akan Tuntaskan Tipikor
Selasa, 10 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda