WKRnews - Di situsnya, RIM menampilkan kata inovasi tidak mengenal aturan atau batasan. Tapi inovasinya itu kini menimbulkan masalah di sejumlah negara dan membuatnya jadi tokoh antagonis.
Research In Motion (RIM) menjadi tokoh dimusuhi setelah Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia mengumumkan pelarangan beberapa fungsi smartphone BlackBerry mereka. Alasannya? Enkripsi pengiriman pesan dari dan ke pengguna BlackBerry dapat dimanfaatkan pelaku kriminal dan teroris.
Pengguna BlackBerry di Uni Emirat Arab sudah dilarang mengakses email, membuka internet dan mengunakan BlackBerry Messenger. Pihak regulator setempat mengatakan data pengguna BlackBerry yang tersimpan di server RIM di Kanada telah dikelola organisasi komersial asing.
Oleh karena itu, menurut mereka “tindakan Tanpa akuntabilitas legal dapat menyebabkan masalah nasional, hukum dan sosial.” Tidak hanya itu, Arab Saudi juga berniat melakukan pelarangan terhadap layanan pesan instan BlackBerry. Namun, keputusan ini telah menumbuhkan berbagai kritik di masyarakat.
India juga pernah memberikan ancaman yang sama. Beberapa waktu lalu, koran India menyebutkan bahwa pemerintah berniat melarang layanan BlackBerry dengan alasan yang sama. Ini akan sangat berdampak bagi RIM mengingat ada sekitar 1 juta pengguna BlackBerry di India.
Namun, Badan Keamanan Internal serta Departemen Dalam Negeri India pekan ini menyatakan tidak ada rencana pelarangan. Mereka hanya mengingatkan pihak RIM untuk bekerja sama dengan pemerintah, untuk memonitor email dan layanan data yang terjadi di India .
Chris Jones, kepala analis di Canalys mengatakan bahwa posisi BlackBerry yang menampilkan kehebatan baru soal konektivitas nirkabel ternyata memiliki batas. “Ini menunjukkan bahwa kita sebaiknya tidak benar-benar menerima begitu saja soal ekspansi layanan mobile. Teknologi ini ternyata tidak mudah hadir di manapun,” imbuhnya.
Menurut beberapa pengamat, dalam banyak hal RIM adalah korban dari kesuksesan mereka sendiri. Perusahaan itu memiliki sistem enkripsi keamanan yang telah mengguncang beberapa negara.
Meskipun terkenal di berbagai negara dengan potensi pertumbuhan sangat tinggi, khususnya negara berkembang di Asia dan Timur Tengah, RIM tetap dihadapi oleh beberapa negara dengan tingkat kesadaran tinggi atas pentingnya privasi. Contohnya saja Google yang terusir dari China .
Tapi sebaliknya RIM mengatakan mereka menghargai segala aturan yang dibuat oleh regulator di manapun, sekaligus kebutuhan privasi dan keamanan para konsumen dan perusahaan. RIM juga menyebutkan bahwa tidak menutup adanya kesempatan untuk berdiskusi dengan regulator. Apaah upayanya itu akan membuahkan hasil? [mdr/inilah]
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda