MADIUN - Satu lagi aset Pemkot Madiun yang pemanfaatannya tidak maksimal. Yakni, bangunan Pasar Ikan di Kelurahan Rejomulyo, Kartoharjo. Padahal, proyek ini menelan dana hingga Rp 1,7 miliar dan rampung sejak 2008 lalu. Pantauan Radar Madiun di lokasi, dari enam kios yang ada, dua di antaranya masih kosong.
Kios yang ada menjual ikan hias dan untuk konsumsi. Showroom atau los juga belum terpakai maksimal dan informasinya lebih sering digunakan sebagai lapangan bulutangkis. Giri, salah seorang penyewa kios menuturkan, konsumen yang datang ke Pasar Ikan masih sedikit. ''Masih jarang setahun ini. Di sini sudah ada empat kios, showroom-nya masih belum digunakan tapi sekarang untuk lapangan bulutangkis,'' ujar Giri, kemarin (18/5).
Di bagian lain, kolam penampungan ikan sudah ada yang disewa warga. Cacuk, salah seorang penyewa menuturkan, untuk sementara pemasarannya belum maksimal. Namun, dia memprediksi jika nanti Balai Benih Ikan (BBI) Nambangan Lor berfungsi, tempat pemasaran ini ikut ramai. ''Sekarang ini ya ada ikan ditandu, kemudian ada yang datang ke sini untuk membeli, tapi belum banyak konsumennya,'' ujarnya.
Terpisah, Dwi Handoko, Kepala Dinas Pertanian Kota Madiun tidak sependapat jika Pasar Ikan itu mubazir. Meski, dia tak menampik jika fasilitas tersebut belum berfungsi maksimal. ''Dikatakan mubazir juga nggak. Pengoptimalannya nanti sama-sama dengan balai benih ikan,'' katanya.
Balai benih di Nambangan Lor rencananya difungsikan akhir 2010 dan ada hubungannya dengan keberadaan Pasar Ikan. ''Semuanya pembangunan fisiknya dari DAK pusat, dan memang satu paket atau ada hubungannya,'' jelas Dwi Handoko.
Bagaimana target pengembangannya? Dwi menjelaskan, sesuai petunjuk pelaksana, pengelolaannya untuk pasar atau untuk transaksi jual-beli. Soal target, dua atau tiga tahun mendatang Pasar Ikan berfungsi maksimal. ''Dua atau tiga tahun lagi,'' tandasnya. (ota/irw/rdm)
Home » Lokal Madiun » Pasar Ikan Rejomulyo Mangkrak
Pasar Ikan Rejomulyo Mangkrak
Rabu, 19 Mei 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda