Home » » Negara Asia Berambisi Miliki Nuklir

Negara Asia Berambisi Miliki Nuklir

Kamis, 20 Mei 2010

Tokyo – Ketika dunia sibuk mencari cara mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, nuklir muncul sebagai kandidat utamanya. Energi ini pun menjadi agenda dan ambisi Asia.

Ledakan populasi dan pertumbuhan industri yang cepat, dikombinasikan dengan perebutan cadangan migas membuat pencarian energi alternatif menjadi salah satu agenda pemerintah di kawasan Asia. Beberapa pemimpin kawasan ini mengerti pentingnya nuklir untuk menggantikan bahan bakar migas maupun batubara.

“Masuk akal jika permintaan energi berkembang dengan cepat, terutama di Asia Timur dan Tenggara, ketimbang di negara-negara Barat,” ujar Jubir World Nuclear Association (WNA) Ian Hore-Lacy, seperti dikutip MarketWatch, Kamis (20/5).

Hal ini berdasarkan data badan tersebut mengenai pembangunan reaktor di dunia. Di kawasan Asia Timur dan Tenggara, ada 37 reaktor besar dalam tahap konstruksi. Sedangkan wilayah lainnya di seluruh dunia, hanya ada 18 reaktor. Penggunaan nuklir akan terlihat pesat di China, Jepang, Korea Selatan dan India.

Menurut Associate Director Tyche Group Ltd. di Hong Kong Martin Hennecke, industri tenaga nuklir Asia akan tumbuh pesat dan menjadi sebuah pasar yang besar pada dekade berkutnya. “Meski lebih mahal, tapi lebih efisien ketimbang matahari, angin, etanol dan biomass,” paparnya.

Ekspansi cepat Asia ini berlawanan dengan perlambatan di Eropa dan AS. Dilihat dari Asia, lanjut Hennecke, negara Barat terlihat meremehkan pentingnya sektor ini dan lebih memilih tak menggunakannya. “Asia juga berpendapat Barat tak memilih energi nuklir sebagai opsi energi alternatif,” imbuhnya.

Di AS, tak ada reaktor nuklir yang dibangun dalam sepuluh tahun terakhir. Namun isu perubahan iklim dan berbagai insiden, seperti tumpahan minyak di Teluk Meksiko beberapa waktu terakhir ini, mengubah hal itu. Apalagi, pemerintah telah berencana memperbarui struktur anggaran energinya.

Sementara di Eropa, beberapa negara seperti Austria, Denmark dan Irlandia telah melarang penggunaan energi nuklir. Beberapa lainnya tak keberatan dengan sumber energi ini dan ingin memperbaruinya. Menurut WNA, Belgia dan Jerman menunda rencana nuklirnya. Swedia sedang mempertimbangkan untuk mencabut larangan nuklir.

Di Asia, tak ada kebijakan macam itu untuk negara yang mengoperasikan reaktor nuklir. Jepang, China, India, Korsel dan Pakistan masing-masing sedang membangun reaktor nuklir. “Keagresifan nuklir Asia akan membuat kawasan ini lebih maju ketimbang Barat dan nuklir akan menjadi pilar penting ekonomi mereka,” kata Hennecke.

Analis energi nuklir dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Alan McDonald berpendapat, pertumbuhan energi nuklir Asia sangat mengagumkan. Kawasan ini berpotensi menjadi pusat pengembangannya.

Hal ini, ungkapnya, dilihat dari jumlah proyek reaktor yang dimulai pada 2009. “Dari 11 proyek, 10 di antaranya di Asia. Selain itu, 35 dari 54 reaktor yang masih dibangun juga di kawasan ini,” papar McDonald.

IAEA menaikkan proyeksi penggunaan nuklirnya, tahun lalu, untuk ketiga kalinya berturut-turut. Perubahan terbesar terlihat di Timur Jauh. Data WNA menyebutkan, saat ini ada 112 reaktor bertenaga nuklir yang beroperasi di Asia Timur dan Selatan. Sebanyak 37 di antaranya dalam perbaikan dan ada rencana membangun 84 lagi.

“Dengan perekonomian pesat dan mendukung langkah ke arah nuklir, serta kebutuhan energi aman dan bersih membuat Asia berada di atas angin. Pemimpin Asia sangat mengerti masa depan energi,” pungkasnya. Sementara AS masih menjadi produsen energi nuklir terbesar dunia dan Asia memimpin pertumbuhan. [mdr/inilah.com]



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih