Home » » Mantan Kepala Perhutani Tak akan Dukung Cabup PKS

Mantan Kepala Perhutani Tak akan Dukung Cabup PKS

Senin, 24 Mei 2010

Jember - Mantan Kepala Perhutani Jember yang sekarang menjabat Kepala Perhutani Madiun, Taufik Setyadi, tidak akan mendukung Bagong Sutrisnadi, calon bupati yang diusung Partai Keadilan Sejahtera. Taufik masih merasa terluka oleh 'pengkhianatan' yang dilakukan PKS.

"Saya untuk Bagong terus terang tak akan mendukung. Beliau tidak etis cara bermainnya," kata Setyadi.

Ia sebenarnya tak mempermasalahkan, jika kalah dalam pemilihan umum kepala daerah. Namun ia marah, karena dipangkas sebelum sehingga gagal ikut serta dalam pemilukada Jember.

Kendati tak mendukung Bagong, Taufik tak akan mengarahkan para simpatisannya untuk mendukung calon tertentu.

"Tak ada arah-mengarahkan. Pilihlah calon yang peduli dengan hutan dan rakyat kecil. Saya kemarin maju karena ingin melakukan pembangunan perhatian dan kehutanan," katanya.

Taufik Setyadi sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat bupati dalam pemilihan umum kepala daerah Jember. Partai Gerakan Indonesia Raya sudah setuju mengusungnya.

Rencananya, Gerindra akan berkoalisi dengan PKS. Bahkan, Gerindra dan PKS bersama-sama mengambil formulir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum Jember. Namun, dalam detik-detik terakhir, PKS justru berbalik arah merekomendasikan Bagong Sutrisnadi, mantan wakil bupati Jember.

Dari sinilah kemudian muncul persoalan. Taufik merasa ditipu oleh PKS. Ia sudah menyetorkan uang Rp 600 juta dari komitmen Rp 1 miliar yang dijanjikannya.

PKS menyatakan itu uang titipan dan tak terkait rekom. PKS bahkan mengklaim sudah mengembalikan uang itu. Namun Taufik merasa tak pernah menerima uang itu, dan ia melaporkan ketua PKS Jember dan beberapa pengurusnya ke Kepolisian Resor Jember.

Dalam perjalanan kasus tersebut, Taufik dipindahkan ke Perhutani Madiun. Namun, ia menampik jika kepindahan itu terkait dengan kasusnya melawan PKS. "Saya sudah empat tahun di Jember, memang sudah saatnya pindah," katanya, ringan.

Taufik Setyadi sempat menghadap Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal untuk berpamitan. "Sebagai orang timur, saya kan harus pamitan. Kalau tinggal gelanggang colong playu kan tidak pantas," katanya.

Ia mengatakan tak ada perjanjian politik terkait dukung-mendukung massa dalam pemilukada Jember. Taufik juga menampik anggapan akan mengarahkan massa pendukungnya ke Djalal dalam pemungutan suara 7 juli mendatang. [beritajatim.com/bar/inilah.com]



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih