Home » » Korut dan Korsel Putus Hubungan

Korut dan Korsel Putus Hubungan

Rabu, 26 Mei 2010

Seoul - Korea Utara menyatakan memutuskan semua komunikasi dan hubungan dengan Korea Selatan. Tindakan ini menyusul hubungan memanas keduanya. Korea Selatan menuduh Korea Utara di belakang tenggelamnya kapal perang mereka.

Korea Utara mengumumkan mengeluarkan semua pekerja Korea Selatan dari sebuah pabrik bersama di kota perbatasan, Kaesong.

Ketegangan kedua negara ini setelah sebuah laporan investigasi menyalahkan Korea Utara atas tenggelamnya kapal perang Cheonan pada 26 Maret 2010 lalu. Militer Korea Selatan lalu memulai operasi perang psikologi, termasuk menyiarkan radio dan menempatkan pengeras suara di perbatasan untuk menyuarakan propaganda. Korea Selatan juga menutup perdagangan dan tak mengacuhkan permohonan melintas kapal kargo Korea Utara yang melintasi wilayah laut Korea Selatan.

Korea Utara lalu menyerang balik dengan menyatakan akan memutuskan semua hubungan dengan Selatan sampai Presiden Lee Myung-bak mundur. Kapal dan pesawat Korea Selatan juga dilarang melintasi teritori Utara.

Utara pun sudah menyiapkan perang psikologi. Bahkan sebuah laporan agensi berita di Seoul menyebut pemimpin Korea Utara telah memerintahkan 1,2 juta anggota militer untuk siap berperang.

Korea Utara sendiri membantah keterlibatan mereka dalam penenggelaman Cheonan, salah satu bencana militer terburuk setelah perang Korea. Namun sebuah tim penyelidik internasional menyatakan pekan lalu, bahwa sebuah torpedo dari kapal selam Korea Utara yang membelah kapal itu.

Dunia internasional memperhatikan krisis Korea ini. Bahkan beberapa media internasional menyebut ketegangan di Korea ini yang memicu anjloknya indeks harga saham dunia.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, yang sedang berada di Beijing, China, berharap negara tetangga Korea Utara ini mendukung langkah Perserikatan Bangsa-bangsa memberlakukan sanksi ujicoba misil dan nuklir Korea Utara. "Tak ada negara yang harus lebih peduli soal perdamaian dan stabilitas di kawasan ini selain China," kata Hillary. (AP)(wm/vivanews)



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih