Home » » Guru Ngaji Tewas Diperiksa

Guru Ngaji Tewas Diperiksa

Selasa, 25 Mei 2010

Probolinggo - Arifi (55), guru mengaji asal Desa Sumberan, Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, jatuh pingsan saat diperiksa polisi sebagai saksi dugaan penggelapan honor guru ngaji.

Dia akhirnya meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati, Kraksaan, Senin (24/5/2010). Keterangan yang dihimpun Harian Surya (Kompas Gramedia Group), Arifi diperiksa penyidik Briptu Wanda, Senin (24/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dia menjadi saksi untuk perkara yang terlapor Slamet, Kepala Desa Sumberan. Sebelum pemeriksaan formal, Arifi sempat ngobrol dengan Briptu Wanda seputar kasus tersebut.

Sekitar 30 menit kemudian, Briptu Wanda memeriksa Arifi dengan mengetik seraya mengajukan beberapa pertanyaan. Sampai pertanyaan ketiga, Arifi dengan lancar menjawab Briptu Wanda.

Sebelumnya, ketika ditanya mengenai kondisi kesehatannya, Arifi pun menjawab dalam keadaan sehat wal afiat. Menginjak pertanyaan keempat, Arifi tidak menjawab. Briptu Wanda pun mengulangi kalimatnya beberapa kali.

Tetapi, Arifi ternyata tetap tidak memberi respons, dengan posisi kepala menunduk. Briptu Wanda pun memegang tubuh Arifi. Ternyata, pria tersebut pingsan. Ruang pemeriksaan pun sempat gaduh akibat pingsannya Arifi.

Tak lama kemudian, petugas membawa pria itu ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Tetapi, nyawa Arifi ternyata tidak dapat diselamatkan, dan dia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut, Senin (24/5) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kematian Arifi memunculkan berbagai analisis. Sumber Surya di jajaran Reskrim Polres Probolinggo, misalnya, menduga Arifi ketakutan karena tidak terbiasa berhadapan dengan penyidik, sehingga pingsan dan akhirnya meninggal.

"Mungkin dia terlalu tegang, sehingga jantungnya terganggu," ujar anggota Polres Probolinggo berinisial It kepada Surya.

Kabar meninggalnya Arifi pun menarik perhatian beberapa warga setempat, termasuk warga bernama Hasyim. Dia penggerak unjuk rasa ke polres, beberapa waktu lalu, terkait pengungkapan kasus dugaan penggelapan honor guru ngaji.

Hasyim menduga Arifi tewas akibat rasa takut yang berlebihan karena dipaksa menjadi saksi untuk meringankan terlapor, yaitu Kades Sumberan, Slamet. Menurutnya, saksi yang dihadirkan polisi merupakan pendukung Slamet.

"Ini bukti kekuasaan Allah. Apabila ada ketidakbenaran, Allah pasti akan menunjukkan jalan. Kami berharap polisi serius menyidik kasus ini tanpa adanya rekayasa," tegas Hasyim.

Pada Rabu (19/5/2010) lalu, Hasyim bersama pamannya, KH Fauzi Hasyim alias Baginda, memotori unjuk rasa untuk mendesak polisi serius mengusut laporan warga terhadap sang kades.

Warga menduga Kades Slamet terlibat penggelapan honor guru mengaji, Anggaran Dana Desa (ADD) dan Program Usaha Agro Bisnis (PUAB). Unjuk rasa saat itu diikuti sekitar 150 warga.

Sebelum demonstrasi berlangsung, Kapolres Probolinggo, AKBP Ai Afriandi, bersama para perwiranya berupaya meredam dengan mendatangi massa yang berkumpul di rumah Baginda. Namun, kala itu massa tetap tidak mengurungkan niatnya.

"Kami prihatin dengan kejadian tersebut. Mungkin kami akan memberi bantuan kepada keluarganya," kata AKB Ai Afriandi.

Mengenai penyebab kematian Arifi, Kapolres menyatakan belum dapat memastikan apakah lantaran penyakit jantung atau penyakit lain. Menurutnya, pihak keluarga menolak jenazah Arifi diotopsi.

"Pihak keluarga tidak bersedia jenazahnya diotopsi. Yang jelas, penyidikan (oleh polisi) sudah sesuai dengan prosedur baku penyidikan," katanya. (Atiq Ali Rahbini/kompas.com)



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih