Home » » Arab Saudi Jajaki Investasi Perikanan Indonesia

Arab Saudi Jajaki Investasi Perikanan Indonesia

Rabu, 26 Mei 2010

Jakarta - Saudi menjajaki kerjasama perikanan budidaya dengan Indonesia. Untuk tahap awal, negara timur tengah itu berencana menggenjot investasi sektor perikanan di Indonesia senilai 20 juta dollar AS.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Al Khayart, dan rombongan bank perkreditan dan simpanan Arab Saudi, di Jakarta, Selasa (25/5). "Ada delapan investor asal Arab Saudi yang sedang menjajaki investasi di bidang budidaya perikanan Indonesia, dan investasi diarahkan di wilayah Jawa Barat dan Kepulauan Seribu, Jakarta," kata Fadel. Di sisi lain, sejumlah pembudidaya akan dikirimkan ke Indonesia untuk mengikuti pelatihan teknis budidaya.

Investasi Arab Saudi akan diarahkan untuk budidaya ikan di darat maupun di laut, ujar Fadel, sesuai menerima kunjungan Arab Saudi. Keseriusan Arab Saudi untuk menggenjot sektor perikanan budidaya juga tercermin dari rencana impor produk keramba jarring apung (KJA) yang terbuat dari bahan berkepadatan tinggi (high density polyethelene atau HDPE). Produk buatan Indonesia itu dinilai ramah lingkungan, tidak beracun, dan tahan paparan sinar matahari. Produsen KJA itu adalah Xseabitor Indonesia dan PT Batam Usaha Multikultur.

Saudi Credit Bank & Agriculture Development Bank telah menyatakan kesediaan untuk memberikan fasilitas pinjaman kepada pengusaha asal Timur Tengah itu untuk berinvestasi di sektor perikanan di Indonesia.

Belum Tergarap

Fadel mengakui, Indonesia selama ini belum optimal menggarap potensi ekspor perikanan ke Arab Saudi. Nilai impor perikanan oleh Arab Saudi rata-rata 1 miliar dollar AS per tahun, sejumlah 30 persen di antaranya dipasok oleh Thailand dan Vietnam. Sedangkan, kontribusi ekspor Indonesia ke Arab Saudi di bawah 0,5 persen.

Tahun 2009, ekspor produk perikanan ke Aran Saudi adalah 12.173 ton atau senilai 48,37 dollar AS. Komoditas perikanan itu meliputi tuna, mutiara, dan rumput laut. Selain itu, ikan beku seperti nila, kakap putih, kakap merah, dan fill et patin. Sedangkan, impor produk perikanan dari Arab Saudi sebesar 6 ton senilai 90.000 dollar AS. Komoditas yang diimpor berupa ikan segar.(LKT/kompas.com)



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih