Bangkok - Sekitar 50 warga Indonesia yang tinggal di dekat zona konflik di kota Bangkok belum bisa direlokasi. Mereka, yang sebagian besar adalah pegawai Kedutaan Besar RI, dipastikan aman.
"Karena memang akses sangat terbatas, sulit masuk ke wilayah-wilayah tertentu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Jakarta, Kamis 20 Mei 2010. "Kami terus berkomunikasi (dengan mereka) dan kami bisa pastikan kondisi mereka baik."
Beberapa hari lalu, atase penerangan sosial dan budaya KBRI Thailand, Bob Felix CH Tobing, mengatakan, selama dua hari (Senin dan Selasa), 47 WNI direlokasi, dan pada Rabu kemarin, 72 lainnya dipindahkan. Untuk sementara, mereka ditempatkan di rumah warga Indonesia lain yang terletak jauh dari distrik Ratchaprasong, zona konflik di kota Bangkok.
Faizasyah menambahkan, untuk merelokasi WNI, KBRI juga perlu berkoordinasi dengan aparat setempat menyusul pemberlakukan jam malam di kota Bangkok dan 23 provinsi lainnya di Thailand. Jumlah WNI di kota Bangkok sekitar 900 orang, dan mencapai 1.700 orang di seluruh Thailand.
Menurut Faizasyah, pemulangan WNI belum diperlukan. Kementrian Luar Negeri juga belum berencana menutup KBRI di Bangkok, meski lokasinya sangat rawan karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari zona konflik.
"Justru keberadaan KBRI diperlukan untuk membantu warga kita. KBRI tetap berada di sana, tetap membuka kegiatannya, walau posko sudah dipindahkan ke Hotel Mercure, yang akses jalan ke sana tidak ditutup, tetapi komunikasi tetap tidak boleh terputus," ucap Faizasyah. (mt/vivanews)
Home » Internasional » 50 WNI Masih Bertahan di Zona Konflik Thailand
50 WNI Masih Bertahan di Zona Konflik Thailand
Kamis, 20 Mei 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda