Kecewa Putusan MK, Masyarakat Adat Keerom Ancam Keluar dari Indonesia

Kamis, 28 Oktober 2010

JAKARTA - Masyarakat Adat Keerom, Papua, mengancam keluar dari wilayah Indonesia. Mereka menyatakan siap berangkat ke Port Moresby untuk menemui Parlemen Papua New Guinea dan meminta bergabung dengan wilayah negara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Keerom tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Masyarakat Adat Keerom Herman Yoku dalam jumpa pers di Hotel Royal, Jalan Juanda, Jakarta, Kamis (28/10/2010). Hal ini menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan calon Bupati Kabupaten Keerom, Celcius Watae, dalam sengketa perselisihan hasil Pemilukada Kabupaten Keerom 2010.

"Ini bukan keinginan saya, Herman Yoku, tapi adalah keinginan masyarakat adat Keerom yang kecewa dengan keputusan MK," ungkap Herman dengan didampingi Sekretaris Masyarakat Adat Keerom Bonafosius Moenda, dan Ketua Mahasiswa Perbatasan Donatus Warombri.

"Rakyat saya sudah dibodohi dengan pembunuhan demokrasi," lanjutnya.

Herman menjelaskan dalam putusannya MK tidak mengindahkan bukti-bukti yang disodorkan ke persidangan. Sebaliknya, MK, kata Herman, malah memenangkan calon Bupati Kabupaten Keerom yang tidak mampu memberikan bukti-bukti.

Bukti-bukti tersebut adalah pelanggaran yang dilakukan KPU Kabupaten Keerom yang menurut Herman melanggar tahapan Pemilukada. Herman mengaku tidak pernah ada sidang pleno KPU yang menyatakan hasil Pemilukada.

"Sesungguhnya itu bukan pleno tapi rekapan dari KPPS," kata Herman menyinggung rapat yang diklaim KPU sebagai pleno hasil Pemilukada.

Herman menyebutkan bukti lain pelanggaran Pemilukada adalah keterlibatan oknum TNI di dua TPS. Salah satunya TPS 01 Distrik Waris. Oknum TNI itu, ujar Herman, mengarahkan hasil Pemilukada yang akhirnya memenangkan calon dari luar masyarakat adat Keerom.

"Itu terjadi saat penghitungan. Jadi misalnya ketika suara saya dihitung, itu dibacakannya untuk suara orang lain. Sudah ada sistematika sehingga memenangkan calon bupati yang bukan dari masyarakat adat Keerom," tuturnya.

"Saya meminta Bapak Presiden untuk memperhatikan keputusan MK dan meninjau kembali keputusan itu, apakah menganut keadilan atau kepentingan politik hingga berdampak kepada keputusan yang tidak menganut asas keadilan dalam fakta persidangan," tegas Herman.

"Bapak Presiden tidak asing dengan saya. Saya adalah orang yang menolak dijadikannya Bintang Kejora sebagai lambang daerah," imbuhnya.(*/tribun)

Selengkapnya... - Kecewa Putusan MK, Masyarakat Adat Keerom Ancam Keluar dari Indonesia



Menkeu Setuju Adanya Asuransi Bencana

JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dirinya setuju dengan adanya asuransi bencana. Pihaknya tengah meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempelajari asuransi bencana.

Hal ini dikatakan Agus kepada wartawan usai melakukan penandatanganan restrukturisasi PDAM di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/10/2010).

"Asuransi bencana adalah suatu inisiatif yang lazim ada di negara maju. Indonesia belum. Kita masih dalam taraf mempelajari itu. Saya sudah minta Ketua Bapepamn LK untuk mempelajari asuransi bencana dan dalam waktu dekat akan dipaparkan di Kemenkeu tentang prinsip asuransi bencana," ungkapnya.

Berarti secara prinsip, tegasnya, pihaknya setuju didirikannya asuransi bencana. Secara prinsip mengenai asuransi bencana, pemerintah pun harus mempelajarinya.

"Preminya dari APBN. Prinsipnya seperti asuransi kerugian yang lain, tetapi ini adalah asuransi bencana atau catastrophe," ujarnya.

Agus menegaskan, pemerintah tengah membicarakan mengenai hal tersebut. "Terus juga bagaimana program reasuransi, bagaimana pengelolaan, perhitungan resiko, dan jika tidak ada bencana apakah premi bisa diklaim kembali," tuturnya.

Dikatakannya pula, bahwa asuransi bencanan masih belum bisa dipastikan apakah ini bisa masuk dalam APBN 2011 atau tidak. "Kalau soal urgensinya, bagus sekali kalau kita punya asuransi semacam itu. Tetapi bagaimana bentuknya, bagaimana itu bisa didisburse dengan baik, masih dipikirkan," paparnya.

Sementara itu, lanjutnya, jangan sampai ada halangan ketika mau dicairkannya dana asuransi bencana nantinya.
"Asuransi bencana itu pasti harus direasuransi ke perusahaan reasuransi dunia yang kuat, Karena di Indonesia saya melihat tidak ada yang siap menjalankan reasuransi, mungkin bisa dilakukan lewat konsorsoium," bebernya.(tribun)

Selengkapnya... - Menkeu Setuju Adanya Asuransi Bencana



Habis Diperkosa, Mahasiswi Gantung Diri Sebulan Kemudian

PUTNA - Seorang mahasiswi berusia 21 tahun memutuskan bunuh diri sebulan setelah dirinya diperkosa sang pacar dan teman-teman sang pacar di Putna, India. Demikian diberitakan Oneindia News, Kamis (28/10/2010).

Mahasiswi yang hanya disebutkan bernama Arya ditemukan tewas gantung diri di kipas angin yang tergantung di kamarnya. Ia kemudian meninggalkan tulisan tangan sembari menyebutkan nama-nama orang yang memperkosanya dan menginginkan mereka diberi hukuman sepadan.

"Saya meminta salinan tulisan tangan saya dikirimkan ke presiden, perdana menteri, serta kepala kementerian negara bagian. Orang-orang yang menyakiti saya adalah anggota keluarga orang terpandang dan mereka bisa menggunakan kekuasaan untuk melindungi mereka," demikian isi pesan tersebut.

"Jika kalian gagal memberikan hukuman yang setimpal, setidaknya berikan perlindungan kepada ayah, ibu, dan saudara laki-lakiku," demikian isi tulisan tangan yang jumlahnya empat lembar.

Nama-nama pemerkosanya antara lain bernama Praveen Kumar, Pushkar, Harsh Ranjan, dan Jyoti Ranjan. Dalam surat itu ia menyatakan Vinit, Pushkar dan Harsh memperkosanya secara terus menerus.

Ia juga menulis jika para pemerkosanya membuat video setelah mereka mengancam akan membunuh anggota keluarganya jika ia tidak mau bekerja sama. Ia juga meminta polisi mengirim mayatnya ke rumah sakit untuk diotopsi dan ia menunjukkan bekas-bekas pukulan di bagian tangan kiri dan juga telinganya. Polisi berjanji akan menindak lanjuti kasus ini.(tribun)

Selengkapnya... - Habis Diperkosa, Mahasiswi Gantung Diri Sebulan Kemudian



Liput Sidang P2SEM, Wartawan TV Lokal dibogem Pendukung Terdakwa

Rabu, 27 Oktober 2010

SUMENEP - Aksi kekerasan menimpa wartawan Sumenep. Didik Setia Budi, wartawan Madura Channel, TV lokal Sumenep, dipukul pendukung terdakwa kasus dugaan korupsi P2SEM, saat meliput sidang vonis kasus tersebut di Pengadilan Negeri Sumenep, Rabu (27/10/10).

Awal liputan sidang tidak ada masalah. Didik berada di pintu ruang sidang sambil mengambil gambar. Namun, saat hakim selesai membacakan vonis, terdakwa korupsi P2SEM, Wardianto, tiba-tiba berteriak dan meminta pendukungnya untuk mengusir wartawan.

Saat itulah spontan para pendukung terdakwa yang berjumlah puluhan orang menyerang dan memukul bagian belakang kepala Didik hingga benjol. Didik pun lari menyelamatkan diri. Sementara Majelis Hakim pun ikut tergopoh-gopoh keluar ruang sidang, sambil berteriak meminta agar Didik berlindung ke bagian keamanan.

Massa masih terlihat emosi. Bahkan, wartawan Radar Madura, Zarnuji juga nyaris menjadi sasaran amuk massa tersebut. Zarnuji diancam akan ikut dipukul apabila tetap nekat mengeluarkan kamera.

Menurut Didik Setia Budi sikap para pendudung terdakwa korupsi itu sangat keterlaluan .

"Saya meliput karena memang tidak ada larangan kan, mengambil gambar pada sidang vonis korupsi yang terbuka untuk umum itu? Tapi, kenapa saya jadi tiba-tiba diserang pendukung terdakwa?" sesalnya.

Didik mengaku segera melakukan koordinasi dengan pimpinan media dan PWI untuk menentukan langkah lebih lanjut.

Sementara itu, wakil Ketua PWI Sumenep, Ahmad Zahrir Ridha mengecam tindak kekerasan pada wartawan yang dilakukan pendukung terdakwa kasus korupsi.

"Kekerasan pada wartawan tidak bisa dibiarkan. Kasus ini harus diproses agar tidak terulang lagi," tegas Zahrir.

Dalam sidang siang tadi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumenep, menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap terdakwa kasus korupsi P2SEM, Wardianto selaku Ketua Persatuan Guru Langgar (KPGL) Sumenep. Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara Rp 75 juta.[tem/ted/beritajatim]

Selengkapnya... - Liput Sidang P2SEM, Wartawan TV Lokal dibogem Pendukung Terdakwa



Panel Listrik RSI Bojonegoro diembat Maling

BOJONEGORO - Untuk kesekian kalinya, Rumah Sakit Internasional (RSI) Bojonegoro di Jl Veteran kembali dibobol maling. Bahkan, kali ini kondisinya lebih parah, karena 4 panel listrik yang berada di empat tempat berbeda lenyap diambil oleh orang tak dikenal.

Data yang dihimpun beritajatim.com, Rabu (27/10/2010) menyebutkan, jika kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh salah seorang tim keamanan rumah sakit yang belum diberikan kepada Pemkab Bojonegoro tersebut.

Saksi pertama kali yang mengetahui pencurian itu adalah Muhtarom. Saat melihat ada beberapa panel listrik yang hilang, ia bergegas menghubungi pihak pengelola dan juga pengawas. "Ada empat titik yang saya lihat panelnya hilang. Karena takut, saya langsung melapor kepada atasan," katanya.

Ditegaskan, tempat yang panelnya hilang adalah di tempat genset, pengolahan sampah, laundry, dan juga di tandon air. "Pertama saat melakukan kontrol masih baik-baik saja dan tidak ada masalah," terangnya.

Namun, selang satu jam setelah itu kondisinya sudah tidak sama. Pagar di sebelah timur bangunan rumah sakit senilai Rp 110 miliar itu sudah terbongkar. "Kemungkinan besar, pencuri melalui jalan memanjat pagar. Setelah itu masuk ke tempat-tempat yang ada panel berharga mahal itu," jelasnya.

Ditanya mengenai berapa harga tiap panelnya ? Salah seorang pegawai lainnya, Naryo mengaku tidak hafal secara pastinya. "Nanti bisa langsung tanya ke pegawai di kantor. Yang pasti, ini kerugian yang besar," lanjutya.

Tidak lama setelah beberapa pegawai mengetahui ada pencurian, aparat dari Polsek Kota Bojonegoro datang ke tempat kejadian perkara (TKP). "Kita masih menyelidikinya, bagaimana pencuri beraksi dan apa saja yang hilang," kata Iptu Kusnan, salah seorang petugas yang berada di lapangan.

Seperti diketahui, pencurian di RSI yang pembayarannya masih diolor-olor oleh Pemkab Bojonegoro itu sudah terjadi kurang lebih 4 kali. [dul/kun/beritajatim]

Selengkapnya... - Panel Listrik RSI Bojonegoro diembat Maling



Ajukan Kredit dengan BPKB Palsu, Warga Sambijajar dibekuk

TULUNGAGUNG - Marjuji (54) tergolong lihai. Warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergepol, Tulungagung ini bisa meraup untung besar dengan mengajukan kredit. Sayangnya, sebagai jaminan, Marjuji menggunakan BPKB palsu. Marjuji pun harus berurusan dengan polisi.

Menurut Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Suratman, Selasa (26/10/2010) sekitar pukul 13.00 WIB, Marjuji datang ke Koperasi Rahayu Mandiri, Desa/Kecamata Ngunut. Di koperasi ini, pelaku mengajukan kredit dengan jaminan sebuah BPKB mobil truk B9814GO. Tanpa curiga, koperasi mengucurkan kredit senilai 20 juta rupiah.

Di hari yang sama, dengan dibantu Mustakim (51), temannya warga Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, pelaku mengajukan kredit lagi. Tak tanggung-tanggung, Marjuji mengajukan kredit di dua koperasi sekaligus.

Masing-masing KSU Mitra Sejahtera, Desa Podorejo, Kecamatan Rejotangan dan BTM Surya Buana Desa/Kecamatan Kalidawir. Dari kedua koperasi ini, total Marjuji mendapat dana segar 150 juta rupiah.

Namun akhirnya karyawan koperasi merasa curiga dengan BPKB yang digunakan pelaku mendapatkan kredit dan melapor ke polisi. Setelah diteliti oleh dua orang polisi, dipastikan, BPKB Marjuji memang palsu.

"Kami pastikan semua BPKB yang dipakai pelaku adalah palsu. Pelaku juga sudah kami tahan, untuk penyidikan lebih jauh,” ujar Suratman.

Lanjut Suratman, polisi terus melakukan pengembangan kasus ini. Sebab diduga, ada sebuah sindikat yang bekerja memalsukan BPKB. Dokumen palsu tersebut lalu dijual, dan dipakai untuk pengajuan kredit para pelaku kejahatan.

"Modus ini tergolong baru di wilayah Tulungagung. Makanya perlu kewaspadaan pelaku usaha perkreditan, agar tidak menjadi korban," pungkasnya.[vid/ted/beritajatim]

Selengkapnya... - Ajukan Kredit dengan BPKB Palsu, Warga Sambijajar dibekuk



Laki-laki di Vietnam Lebih Banyak daripada Perempuan

SAIGON - Perbandingan jenis kelamin di Vietnam semakin tidak berimbang; lebih banyak anak laki-laki lahir ketimbang perempuan, kata Dana Penduduk PBB.

Untuk setiap 100 perempuan, 110,6 laki-laki yang lahir dibandingkan dengan angka normal 105.

Situasi ini cukup mencemaskan karena pertumbuhan cepat jumlah anak laki-laki yang lahir dalam lima tahun belakangan, kata badan dunia itu.

UNFPA memperingatkan ketimbangan ini bisa menimbulkan sejumlah masalah sosial dalam tahun-tahun mendatang ini.

Pada bulan Mei 2009, Wakil Perdana Menteri Nguyen Thien Nhan memperingatkan bahwa ketimpangan perbandingan jenis kelamin di Vietnam bisa menyebabkan 3 juta laki-laki kesulitan mencari isteri pada tahun 2030.

Bruce Campbell, wakil UNFPA di Vietnam, mengatakan di negara-negara Asia lainnya ketimpangan jenis kelamin itu berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.

"Selama 30 tahun Cina mencapai rasio 130 (laki-laki per 100 perempuan) dan Korea 116, dan angka ini sedang menurun," katanya.

"Vietnam berangkat dari tingkat yang normal 105 menjadi 110,6 dalam waktu 5 tahun."

Pada tahun 2003, Vietnam melarang pemilihan jenis janin dalam upaya untuk mengatasi masalah ini tetapi praktik itu terus berlangsung.

"Ada tiga faktor yang berperan meningkaykan ketimpangan pada waktu lahir.

"Pertama, kesukaan pada anak laki-laki, yang merupakan aspek mendasar kultur dan masyarakat di banyak negara.

"Kedua, tekanan untuk memiliki keluarga kecil, terutama di sejumlah negara Asia; dan ketiga, akses untuk mendapatkan teknologi sah dan terjangkai guna memilih anak putra," kata Campbell menjelaskan.

"Dan di Vietnam, yang terjadi adalah kombinasi ketiga faktor itu."

Dr Tran Van Chien, wakil kepala Kantor Kependudukan dan Keluarga Berencana di Kementerian Kesehatan Vietnam, mengatakan kesulitan terbesar yang dihdadapi Vietnam dalam menangani masalah itu adalah tradisi yang berusia 1.000 tahun yang lebih menyukai pria ketimbang wanita, di mana pria melanjutkan garis keluarga dan memelihara ibu-bapa mereka yang telah berusia tua.

Ia mengatakan, untuk mengubah itu diperlukan waktu bertahun-tahun.

Tetapi ia mengatakan Vietnam bertekad untuk belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam membangkitkan kesadaran di kalangan penduduk, disertai kebijakan untuk memperkuat status wanita di tengah masyarakat.(bbc)

Selengkapnya... - Laki-laki di Vietnam Lebih Banyak daripada Perempuan



Gempa di Mentawai Bagian dari Proses Pemulihan Pasca-gempa 2007

JAKARTA - Pakar geologi gempa Lembaga Ilmpu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan bahwa gempa berskala 7,7 Skala Richter (SR) yang terjadi di Mentawai, Senin (25/10), merupakan bagian dari proses pemulihan pasca-gempa berskala 8,4 SR pada 2007.

"Gempa 7,7 SR kemarin jelas merupakan bagian dari `healing process` setelah terjadi gempa 8,4 SR tahun 2007," kata Danny dalam keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA News, di Jakarta, Rabu.

Namun, dia belum dapat memastikan apakah gempa itu merupakan bagian dari proses yang menuju ke akan pecahnya sumber gempa 8,8 SR dari megathrust Sunda yang masih tersisa di bagian utara.

Pada Senin (25/10), terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR di baratdaya Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat. Menurut dia, gempa itu bisa disebut sebagai gempa susulan dari gempa besar 8,4 SR yang terjadi pada 12 September 2007.

Dari analisis Survei Geologi di Amerika Serikat/AS (USGS) dan juga Badan Meteorologi dKlimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu disebabkan oleh pergerakan patahan pada Sunda Megathrust, yaitu pada bidang batas tumbukan Lempeng Hindia-Australia terhadap Lempeng Sunda.

Episenter gempa 7,7 SR itu terletak di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa September 2007, dan sekaligus juga di ujung utara dari sumber gempa bawah laut yang menurut prediksi para ahli masih berpotensi untuk mengeluarkan gempa besar sampai 8,8 SR dalam waktu mendatang.

Sebelumnya, gempa utama 8,4 SR tahun 2007 sudah diikuti oleh rentetan beberapa gempa susulan besar, termasuk gempa 7,9 SR yang terjadi 12 jam setelahnya, gempa 7,0 SR yang terjadi tiga jam kemudian, dan gempa 7,0 SR yang terjadi lima bulan setelah itu.

Semua gempa susulan tersebut, termasuk yang terjadi Senin (25/10), terjadi di sekitar wilayah patahan gempa 8,4 SR tahun 2007 tersebut.

Di wilayah itu terdapat jaringan stasiun GPS kontinyu SuGAR (Sumatran GPS Array) yang dioperasikan bersama oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Earth Observatory of Singapore (EOS) - Nanyang Technological University.

Sejak tahun 2002, SuGAR secara berkelanjutan memonitor pergerakan tektonik di sepanjang pantai barat Sumatra dan Kepulauan Mentawai.

"Dalam beberapa bulan ke depan, tim EOS-LIPI akan menganalisis data dari jejaring alat GPS ini untuk lebih mengerti tentang mekanisme gempa kemarin," kata Kerry Sieh, Direktur EOS.

Beberapa segmen dari Sunda Megathrust sudah pecah secara beruntun selama 10 tahun terakhir dan menghasilkan rentetan gempa besar di sepanjang pantai barat Sumatra.

Berdasarkan pola siklus gempa besar selama 700 tahun terakhir di Mentawai, para ahli percaya bahwa rentetan gempa besar itu sedang menuju puncak, yaitu terjadinya gempa yang jauh lebih besar, mendekati kekuatan gempa yang menyebabkan tsunami Aceh-Andaman tahun 2004.

Namun, waktu persisnya hal itu akan terjadi tetap masih merupakan misteri alam.

"Gempa besar dari megathrust di bawah Pulau Siberut-Sipora-Pagai Utara tersebut bisa terjadi dalam 30 menit lagi atau 30 tahun lagi," kata Danny.

Namun, lanjut dia, gempa yang baru terjadi itu sama sekali tidak mengurangi potensi gempa besar Mentawai yang diprediksi mempunyai akumulasi tekanan bumi sampai 8,8 SR tersebut.
(T.G003/S018/P003/ant)

Selengkapnya... - Gempa di Mentawai Bagian dari Proses Pemulihan Pasca-gempa 2007


 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih