Home » » Teroris Atasnamakan Islam Bukanlah Jihad, Tapi Makar

Teroris Atasnamakan Islam Bukanlah Jihad, Tapi Makar

Sabtu, 09 Oktober 2010

KEDIRI - Pendiri forum komunikasi antara umat beragama Kota Kediri KH. Anwar Iskandar menyebutkan gerakan teroris yang mengatasnamakan Islam dan berjuang untuk berjihad adalah tindakan makar.

Hal itu, kata Gus War, sebutan akrab Anwar Iskandar berdasarkan jenis pergerakannya yang bersifat destruktif (merusak) dan telah melawan pemerintah yang sah serta ingin mendirikan negara di dalam Negara.

KH. Anwar Iskandar yang juga tokoh NU tersebut mengatakan, pergerakan para teroris tersebut sama dengan tindakan sparatis, seperti kelompok Papua Merdeka, GAM, dan Republik Maluku Selatan (RMS).

"Gerakan mereka harus diperangi karena membahayakan keutuhan dan kedaulatan Negera Indonesia," tandas Gus War, Sabtu (9/10/2010).

Untuk itu, imbuh Gus War, langkah yang ditempuh pemerintah dan aparat adalah melakukan antisipasi dalam menghadapi terorisme dengan menggandeng semua elemen masyarakat.

Gus War menambahkan, jihad harus dimaknai secara kontekstual. Jika masuk dalam negera yang berdaulat, menyantuni anak yatim dan tidak melakukan korupsi termasuk bagian dari jihad.

Sementara itu, jajaran Polres Kediri Kota terus melakukan persiapan dalam menghadapi serangan teroris. Mereka menggelar latihan pengamanan markas dibawah pengawasan instruktur Kompi I Detasemen C Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, anggota polisi ini digembleng dengan keterampilan menembak dan bertahan ketika markas mereka diserang.

Komandan Kompi I AKP Dwi Warsito mengatakan, ada banyak kelemahan yang dimiliki personil polisi dalam kontak senjata jarak dekat. Petugas penjagaan dinilai masih sangat lemah hingga membuka terjadinya serangan terhadap markas mereka.

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP MH Ritonga mengakui banyaknya kelemahan anggotanya. Karena itulah dia meminta bantuan Brimob untuk memberikan latihan kepada jajarannya. “Saya ingin semua anggota siap dalam situasi apapun,” katanya.

Saat ini terdapat sedikitnya 802 personil di Polres Kediri Kota. Jumlah mereka dinilai cukup untuk mengamankan wilayah dari ancaman gangguan teroris. [nng/but/beritajatim]



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih