JAKARTA - Tim Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosisal dan Bencana (SKP BSB) dan tim ahli sedang mempersiapkan analisa kebenaran sebuah situs terkait prediksi gempa nextearthquake.com.
Situs tersebut memprediksi akan ada potensi 3 gempa di Sumatera dan Jawa antara 10-24 Agustus, yang salah satu prediksinya antara 5,9 scala richter sampai 7,9 SR. Hal ini dikatakan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, di Jakarta, Sabtu (7/8).
Menurutnya, analisis terhadap prediksi kejadian gempa harus mengacu pada basic teori peta seismic hazard dan penelitian percepatan batuan di daerah cesar aktif. "Analisis DR robert (pemilik situs) tidak bisa kita jadikan pijakan, walau memiliki peluang kebenaran, karena kita tidak tahu metodologinya, tapi patut dicermati" jelas Andi.
Seperti diketahui, paparan peta hazard menunjukkan percepatan batuan di daerah cesar aktif. "Dari cesar aktif itu, yang sudah dilakukan penelitian adalah seluruh cesar di Sumatera dan cesar Lembang di Jawa barat. Sementara cesar lainnya baru pada elementary riset," ungkap Andi.
Dikatakan Andi, peta seismic hazard telah memperlihatkan peningkatan percepatan di Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Yogya, Semarang dan Jawa Timur. "Salah satu daerah yang sudah diteliti oleh DR Dani Hilman adalah potensi pelepasan gempa besar di Mentawai sekitar 8,8 SR," jelasnya.
Untuk memastikan kapan akan terjadinya, lanjut Andi, sulit diprediksikan, namun ada beberapa pendekatan yang bisa dicermati, guna melakukan tindakan pengurangan risiko bencana. Yang pertama, siklus 200 tahunan seperti yang dihitung beberapa lembaga penelitian gempa internasional maupun oleh tim ahli LIPI dan ITB.
Kedua statistik astronomi, fakta gempa besar yang terjadi pada apogee, perigee, full moon dan new moon. Ketiga, temuan statistik rambatan peneliti gempa, Didik Wahyu. Didik mengatakan gempa Sumatera 10 tahun terakhir dipengaruhi rambatan dari Xixang, Myanmar, Andaman Nicobar, dan Samudera Hindia.
Khusus Samudera Hindia secara statistik menjadi petunjuk gempa di Sumatera dan Jawa. Keempat, fakta statistik yang pernah diungkapkan Didik Wahyu. Gempa besar berada pada peta astronomi, dan secara mengejutkan terjadi pengulangan 30 bulanan. Agustus sampai Desember memasuki waktu pengulangan 30 bulanan tersebut.
Kelima, dari statistik astronomi, ada 4 kemungkinan hari dan tanggal di masing-masing bulan dari Agustus sampai Desember. Keenam, pada awal Agustus sudah ditandai gempa domino dari Xixang dan Myanmar, Andaman Nicobar. Karena itu perlu waspada pada Agustus akan kemunculan gempa 6 SR sampai di atas 7 SR di kawasan Sumatera antara 10 hingga 24 Agustus. [bar/jib/inilah]
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda