WKRnews - Di tengah perluasan Uni Eropa yang semakin membesar sekarang, Swiss tampaknya tetap merasa nyaman berada di luar himpunan itu.
Dalam referendum tahun 1992, mayoritas tipis rakyat Swiss bersuara untuk tidak bergabung ke kawasan ekonomi Eropa yang menjadi langkah pertama untuk masuk ke Uni Eropa.
Selisih suaranya tipis sekali: 50,3% menentang, 49,7% setuju. Sejak itu, opini publik Swiss terbelah mengenai kedekatan dengan Brussels.
Sekarang, ketika banyak negara Eropa mengumumkan pemotongan besar anggaran pemerintah, kemakmuran yang terus berlanjut di Swiss membuat banyak warga negara itu yakin bahwa penentangan masuk ke Uni Eropa (UE) merupakan keputusan yang tepat.
"Gaji kami cukup tinggi untuk ukuran Eropa, sementara bunga bank rendah," kata Stefan Meierhans dari kantor pemantauan harga Swiss.
"Juga tingkat PPn kami 7,6% sementara minimum PPn UE 15%," tambahnya.
Semua itu adalah alasan yang kuat bagi Swiss untuk menghitung-hitung keuntungan mereka. Tetapi, ada satu lagi alasan kuatnya.
Mempertahankan franc Swiss membuat mata uang itu menjadi pegangan selama 12 bulan belakangan ini ketika ero melemah. Impor ke Swiss dari negara-negara Uni Eropa menjadi murah harganya dan ini menguntungkan konsumen Swiss.
Selain itu, UU yang sudah berlaku lama di Swiss yang melarang pemerintah federal dan pemerintah daerah memiliki hutang besar menyebabkan defisit anggaran tidak besar sehingga tidak perlu langkah penghematan yang ketat.
"Selama 12 bulan belakangan ini indeks biaya hidup turun setengah persen," kata Meierhans.
"Jadi, itu berarti hidup menjadi lebih murah di Swiss."
Kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan di kota atau desa mana pun di Swiss pada musim panas ini terlihat banyak obral dan konsumen sangat senang.
Para pedagang mobil Eropa menawarkan "bonus Euro", berupa potongan harga sampai SFr2.000 (sekitar US$1.900) untuk pembelian mobil baru.
Sayur-sayuran dari wilayah mata uang ero juga turun harganya. Christian Guggisberg, pembeli makanan dan minuman untuk jaringan toko Co-op, bisa menawarkan potongan harga 20% atau lebih untuk ratusan jenis produk.
"Nilai ero turun cukup besar terhadap franc Swiss, karena itu kami pun menurunkan harga," katanya.
Yang sangat senang lagi adalah warga Swiss yang berliburan. Di seluruh Eropa, nilai franc mereka semakin kuat; dan siapa pun yang membeli paket liburan zona ero dari biro perjalanan di Swiss hampir pasti akan mendapatkan potongan harga.
"Saat ini tujuan wisata yang paling populer adalah Eropa," kata Iris Jager dai Kuoni.
"Yunani, Spanyol dan Italia sangat populer. Kami berunding tiap minggu dengan pihak hotel ketika kami memesan kamar, dan harganya terus turun."
"Sebagai contoh, pekan ini saya bisa memberikan hotel bintang empat untuk Adna di Sardinia, langsung di pinggir pantai di Teluk Marinellah yang indah, selama seminggu dengan potongan harga 700 franc (500 ero)."
Masalah ekonomi Yunani menimbulkan protes luas
Tetapi, tentu ada juga aspek negatifnya. Franc yang kuat nilanya akan membuat ekspor Swiss ke UE menjadi lebih mahal.
Para bos industri manufaktur Swiss mengkhawatirkan hal ini dan menyambut baik keputusan Bank Nasional Swiss untuk membeli ero dalam upaya untuk menghentikan kenaikan nilai franc yang terlalu membubung.
Namun, banyak perusahaan Swiss yang sudah menyiapkan diri untuk situasi yang terjadi sekarang. Mereka mulai melakukan perdagangan dalam mata uang ero dengan negara-negara UE beberapa tahun lalu. Karena itu, mereka mampu menghindarkan setidaknya kerugian akibat fluktuasi mata uang.(bbc)
Home » Internasional » Masyarakat Swiss Manfaatkan Kelemahan Euro untuk Jalan-jalan
Masyarakat Swiss Manfaatkan Kelemahan Euro untuk Jalan-jalan
Selasa, 10 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda