Mojokerto - Teka-teki penyakit yang menjadi alasan KPU Mojokerto mencoret KH Dimyati Rosyid (Gus Dim) sebagai calon bupati Mojokerto akhirnya terkuak. Gus Dim divonis menderita diabetes militus dengan segala komplikasinya. Ini terungkap dalam sidang gugatan Dimyati atas RSUD dr Soetomo dan KPU Mojokerto di PTUN Surabaya, Rabu (26/5).
Saat itu Prof dr Yogiantoro yang menjadi saksi ahli membacakan hasil rekam medik Dimyati dari tim penilai RSU dr Soetomo- penyelenggara tes kesehatan calon bupati/wakil bupati Mojokerto.
Pencoretan Gus Dim itulah yang memicu demo besar-besaran dan berujung kerusuhan di mana puluhan mobil dibakar, Jumat (21/5).
Dari rekam medik ini terbaca bahwa Dimyati mengalami gangguan pada otaknya, memiliki dua kista berukuran 1,5 cm dan 2,5 cm, menderita disfungsi jantung, anemia, gula darah tinggi, dan memiliki gangguan ginjal.
“Kalau dilihat dari rekap medik ini bisa disimpulkan bahwa pasien ini menderita diabetes militus dengan seluruh komplikasinya,” terang Prof Yogiantoro di hadapan hakim tunggal Usman SH.
Namun, apakah penyakit diabetes militus itu termasuk gangguan multiorgan seperti yang disebutkan KPU saat mencoret pencalonan Dimyati? Yogi menolaknya. Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini, gangguan multi organ atau yang istilah kesehatannya disebut Multiple Organ dysfunction (MOD) ini berarti pasien mengalami gangguan seluruh organ dan pada akhirnya menjemput ajal. Pasien MOD biasanya sudah berada di ruang ICU dan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.
“Kalau pasiennya tidak berada di ICU tidak bisa dikatakan mengalami multiple organ dysfunction. MOD ini, misalnya, pasien kaki busuk di mana bakterinya sudah menyerang ke pembuluh darah dan racunnya menyebar hingga mengakibatkan ginjal, jantung, dan lain-lain rusak,” terang Yogi.
Untuk kasus Dimyati, lanjut Yogi, harusnya tidak disebutkan mengalami gangguan multi organ, tapi disebutkan jenis penyakitnya satu per satu. Apakah dengan penyakit yang ada di rekam medik RSU dr Soetomo itu, Dimyati layak mencalonkan bupati? Yogiantoro enggan memastikan. Menurutnya, untuk memastikan dia layak menjadi bupati ada standar khusus yakni harus sehat jasmani dan rohani.
Dan untuk memastikan kesehatan jasmani dan rohani ini diperlukan beberapa kali diagnosis. “Kalau memang pasien tidak mampu secara rohani maupun jasmani harus disebutkan sakitnya secara jelas dan harus ada indikasi yang memaksa. Tidak hanya disebutkan terkena gangguan multi organ saja,” ujar Yogi.
Sebelumnya, KPU Mojokerto hanya menjelaskan Dimyati mengalami gangguan multi organ, sehingga tidak lolos tes kesehatan calon bupati Mojokerto. Dan hasil ini sudah dibantah Dimyati dengan mengirimkan hasil tes kesehatan dari RSAL dr Ramelan Surabaya, RSAD Soepraoen Malang, dan salah satu rumah sakit daerah di Jatim. Hasil rekam medik tiga rumah sakit ini menyebutkan bahwa Dimyati tidak mengalami penyakit seperti diabetes militus yang disebutkan RSU Dr Soetomo.
Dimyati yang hadir di persidangan, Rabu, kembali menolak hasil tes medis RSU Dr Soetomo. “Mana mungkin saya terkena diabetes militus. Kalau terkena saya tidak mungkin mengikuti persidangan sampai selesai dengan duduk dan kaki saya tidak mungkin semulus ini,” ujar Dimyati yang juga dosen IAIN Sunan Ampel ini.
Dekan Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Dr Harisudin Akib yang dihadirkan di persidangan juga memastikan bahwa selama mengajar di IAIN, Dimyati tidak pernah izin sakit. Haris juga belum pernah mendengar Dimyati dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, kuasa hukum KPU Anam Anis SH, mengatakan, sesuai juklaknya satu-satunya rekam medik yang menjadi acuan adalah rumah sakit yang ditunjuk dalam hal ini RSU Dr Soetomo Surabaya. Jadi hasil rumah sakit lain tidak bisa dipertimbangkan. “Hasil rekam medik RSU Dr Soetomo ini sudah sesuai standar kesehatan yang diperintahkan. Jadi tidak ada alasan untuk menolaknya. Dan rekam medis ini tidak bisa dibatalkan,” katanya.
Persidangan gugatan Dimyati atas RSU Ddr Soetomo dan KPU Mojokerto akan dilanjutkan Senin depan (31/5) dengan agenda kesimpulan. (nuus/bet/suryaonline)
Home » Politik » Sakit Gula, Pemicu Gus Dim Gagal Mencalonkan
Sakit Gula, Pemicu Gus Dim Gagal Mencalonkan
Kamis, 27 Mei 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda