Athena - Apa jadinya bila telepon milik Perdana Menteri akan diputus karena tunggakan pembayaran. Itulah yang dialami Perdana Menteri Yunani George Papandreou.
Seperti diberitakan Telegraph.co.uk, edisi Rabu 26 Mei 2010, kesalahan 'sepele' yang fatal itu terjadi di perusahaan telekomunikasi OTE, yang justru 20 persennya dimiliki negara.
Teknisi perusahaan telekomunikasi itu terpaksa memutus jaringan telepon atas nomor milik salah seorang pelanggan. Alasannya, pelanggan itu menunggak pembayaran telepon yang berkepanjangan.
Nomor telepon pelanggan yang akan diputus jaringannya pun diputar. Nomor itu ternyata masuk ke sambungan telepon milik Perdana Menteri. Dari seberang sana dering telepon sudah berbunyi.
Ketika mengetahui nomor yang diputar milik sang Perdana Menteri, teknisi telekomunikasi kemudian menutup telepon. Perusahaan meyakinkan, telah salah memutar nomor telepon alias salah sambung. Nomor yang dimaksud oleh si penelepon itu bukanlah nomor Perdana Menteri.
Salah sambung itu dikarenakan angka-angka yang tertera dalam jumlah tunggakan itu sama dengan nomor telepon Perdana Menteri. Hanya berbeda satu digit saja, dan itu tidak ditekan.
Tidak disebutkan apakah sang Perdana Menteri sudah mengangkat atau belum sambungan telepon tunggakan itu. Terkait soal tagihan, Yunani saat ini sedang didera krisis keuangan. Banyak masyarakat yang menunggak, termasuk pembayaran telepon.
CEO Perusahaan OTE langsung melayangkan surat penjelasan dan permohonan maaf atas kesalahan itu. Si teknisi yang memutuskan hubungan telepon itu pun menghampiri Perdana Menteri untuk memberikan penjelasan. (umi/vivanews)
Home » Internasional » Perdana Menteri Yunani Nunggak Bayar Telepon?
Perdana Menteri Yunani Nunggak Bayar Telepon?
Kamis, 27 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda