Denpasar - Mochammad Davis Suharto alias si Codet, pemerkosa berantai 11 bocah cilik di Bali dan Batam, mulai menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kondisi kejiwaannya.
Jika pada Senin lalu tersangka sudah diberikan soal psikotes secara tertulis, Sabtu (22/5/2010) ini, tersangka menjalani wawancara dengan dokter ahli jiwa dan selanjutnya akan dikonservasi.
Dari hasil psikotes tertulis, tim dokter kesulitan untuk menyimpulkannya karena saat mengisi kuisioner, Codet dalam kondisi tegang dan banyak pikiran.
“Hasil sementara kurang bagus, saat itu dia kurang nyaman,” ujar Kanit Yan dan Dokpol Kompol Dr Made Oka Sumadi di Rumah Sakit Bhayangkara Trijata, Sabtu (22/5/2010).
“Syarat mengikuti tes harus merasa nyaman, kalau bingung saya katakan itu tidak valid,” tambahnya.
Sementara dalam konservasi hari ini, Codet akan diwawancara 567 pertanyaan mengenai kehidupannya sehari-hari, bagaimana perasaannya, dan pertanyaan lain yang menyangkut kondisi kejiwaannya. Untuk menjalani konservasi ini, Codet harus menginap semalam di Rumah Sakit Bhayangkara Trijata.
Pemeriksaan yang cukup panjang itu, menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Gede Sugianyar Dwi Putra, untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka secara maksimal.
“Ini untuk mengetahui motif pelaku dan latar belakang pelaku sendiri. Di samping itu juga apakah alasan pelaku selama ini bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
(kompas.com)
Home » Hukum dan Kriminal » Pemerkosa Berantai Dikonservasi Untuk Cek Kejiwaan
Pemerkosa Berantai Dikonservasi Untuk Cek Kejiwaan
Sabtu, 22 Mei 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda