Home » » Bos Rampok Beristri Tiga dan Kaya Raya

Bos Rampok Beristri Tiga dan Kaya Raya

Jumat, 21 Mei 2010

Lumajang - Peristiwa perampokan 3 kg perhiasan di Toko Emas `Semar`, Pasar Kunir, Kecamatan Kunir, Lumajang, Rabu (19/5/2010) lalu, menyisakan cerita lain. Ternyata, si pimpinan perampok, Mukip, 43, adalah orang kaya di kampungnya, Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Selain kaya, Mukip yang tewas ditembak petugas dalam pengejaran usai aksi perampokan itu juga dikenal sangat dermawan. Ia juga mempunyai tiga istri, salah satunya seorang dokter gigi.

“Rumahnya besar dan mewah, ia (Mukip) orang yang terpandang dan berpengaruh di sana. Saat anggota (polisi) ke sana, terlihat empat mobil nongkrong di rumahnya,” kata Kapolres Lumajang AKBP Dedi Prasetyo di Mapolres Lumajang, Kamis (20/5).

Ditambahkan oleh Kapolres, Mukip memiliki tiga toko emas di Jember. Selain itu, Mukip mempunyai tiga istri. Istri pertama seorang dokter gigi, tinggal di Desa Manggisan, istri kedua pegawai perusahaan operator telekomunikasi seluler besar di Jakarta, sedangkan istri ketiganya pegawai sebuah bank. “Salah satu bank di Jember,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menambahkan, selain menjadi pimpinan komplotan perampok, Mukip juga pengedar sabu-sabu untuk wilayah Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Pasokan sabu-sabu diperoleh dari bandar di Surabaya. “Hasil intelijen, Mukip ini bandar sabu-sabu dan menjadi bidikan polisi,” ungkapnya.

Hal ini diketahui setelah polisi membekuk dua anak buah Mukip terkait peredaran sabu-sabu di Lumajang. “Ada dua orang yang sudah kami tahan,” jelasnya.

Terkait tewasnya Mukip, semula polisi akan mengantarkan jenazah ke kampungnya di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember. Namun, ketika menggelar jumpa pers sekitar pukul 09.30 WIB kemarin itu, Kapolres menerima telepon dari seseorang yang selalu ia panggil dengan `Siap Ndan’.

Dari telepon itu diketahui bahwa di rumah Mukip sedang berkumpul banyak orang. Karena informasi itulah, polisi mengurungkan niatnya untuk memulangkan jenazah Mukip ke keluarganya, khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Akhirnya jenazah Mukip diambil oleh seseorang bernama Budi yang mengaku sebagai pengacara keluarga Mukip. Saat mengambil jenazah di RSUD dr Hartoyo Lumajang, Budi disertai sekitar 20-an orang yang mengaku sebagai kerabat Mukip.

Pada kesempatan itu, Budi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Lumajang atas perbuatan kliennya (Mukip) yang telah melakukan perampokan.

Budi mengaku tidak menyangka kalau Mukip melakukan aksi perampokan, karena di desanya ia dikenal baik, sopan, dan taat beribadah. Bahkan, Mukip juga sering memberi sumbangan, termasuk kepada orang-orang yang membutuhkan.

Terkait sosok Mukip, salah seorang kenalannya mengakui, Mukip memang dari keluarga kaya. Tapi, yang mempunyai toko emas di Jember adalah beberapa kerabat Mukip. “Sepengetahuan saya, dia tidak bergerak di bidang itu (toko emas). Hanya Bulik dan Pakliknya memang punya beberapa toko emas di Tanggul. Ibunya sendiri jual daging sapi (jagal),” kata orang tersebut, menolak disebut namanya.

Ia kemudian menyebut beberapa nama toko emas milik saudara dan kerabat Mukip. Juga diakui, kawasan tempat tinggal Mukip dikenal sebagai kawasan tempat tinggal orang-orang kaya.

Ia mengaku tidak tahu persis apakah Mukip kembali merampok. Pasalnya, pada tiga tahun silam usai keluar dari penjara (lembaga pemasyarakatan), Mukip pernah berkata mau bertobat. “Dia pernah ngomong mau insaf dan tidak akan berbuat itu lagi,” ujarnya.

Setelah keluar dari tahanan, Mukip diketahui bekerja sebagai penagih utang. Laki-laki ini pernah bertemu Mukip saat menagih utang di Kecamatan Kaliwates dua tahun lalu. Setelah itu, ia tidak pernah mendengar kabar lagi tentang keberadaannya.

Sedangkan seorang warga lain menuturkan, Mukip selama ini memang dikenal sebagai perampok kelas kakap. “Tapi, kalau punya toko emas, yang saya tidak tahu persis,” ujarnya.

Kapolsek Tanggul AKP Sudariyanto hingga tadi malam tidak bisa dihubungi, terkait sosok Mukip ini.

Pecatan Oknum TNI

Kapolres Lumajang AKBP Dedi Prasetyo mengatakan, enam pelaku perampokan di toko emas “Semar” Pasar Kunir, Lumajang, Rabu (19/5) lalu, merupakan komplotan yang dikomandani Mat PM, yang merupakan pecatan oknum TNI. Komplotan itu berjumlah 12 orang. Enam di antaranya yang melakukan perampokan di Lumajang dan dikomandani Mukip.

Dalam perampokan di Lumajang itu, dua pelaku tewas ditembak petugas, seorang ditangkap, sedangkan tiga pelaku lainnya masih buron.

Menurut Kapolres, komplotan yang diotaki Mat PM itu sering beraksi di wilayah Jakarta, Palembang dan Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Timur, Mukip ditunjuk sebagai pimpinannya dengan anggota lima orang.

Dijelaskan, kelompok yang diotaki Mukip ini di wilayah Lumajang telah dua kali beraksi, termasuk aksi perampasan emas di wilayah Kecamatan Candipuro.

“Kelompok ini spesialis perampokan nasabah dan toko emas. Mereka beraksi di sejumlah daerah di Jawa Timur,” imbuh Kapolres.

Usai melakukan aksinya di toko emas itu, mereka melarikan diri ke arah Jatiroto, Lumajang. dua di antara pelaku perampokan itu meninggal di TKP. Dan satu orang bernama Didik tertangkap hidup-hidup. Didik, diduga tengah dikader oleh Mukip, karena ia keponakan Mukip. “Didik itu anggota baru,” ujar Kapolres.

Sedang tiga pelaku yang masih buron, dari hasil pelacakan via telepon selulernya, diduga lari berpencar, dua orang ke arah Probolinggo sedang satunya ke Banyuwangi, setelah sempat bersembunyi di perkebunan tebu. Kini Polres Lumajang berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk menangkap mereka. Selain itu, Polres Lumajang juga menyebar sketsa wajah pelaku. (nst35/uni/kompas.com)



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih