VIVAnews - PT Bank Internasional Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 208 miliar sepanjang kuartal I-2010 atau melejit 5.100 persen atau lebih dari 50 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 4 miliar."Saat ini bank sedang memperkuat pertumbuhan bisnis setelah fokus pada proses konsolidasi tahun lalu," kata Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah dalam konperensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 26 April 2010.
Menurut Ridha membaiknya kinerja didukung pertumbuhan bisnis yang solid pada semua bisnis inti dan membaiknya proses bisnis bank. Secara kuartalan, laba bersih naik sebesar 46 persen dari Rp 142 miliar pada kuartal empat 2009.
Pendapatan operasional bank seteah provisi meningkat seitar 20 kali menjadi Rp 275 miliar pada Maret 2010 dibandingkan posisi sama tahun sebelumnya Rp 13 miliar.
Pendapatan bunga bersih naik 6 persen, sementara margin bunga bersih pada periode tersebut meningkat menjadi 5,98 persen. Fee base income bank BII juga mengalami kenaikan sebesar 17 persen dan cost to income ratio juga membaik menjadi 63,93 persen dibandingkan posisi 66,50 persen tahun sebelumnya.
Pada tiga tahun pertama, portofolio kredit bank mencapai Rp 40,30 triliun atau tumbuh 8 persen dari periode sama tahun 2009. Hal itu terutama berasal dari segmen perbankan konsumer bank yang naik 21 persen, kredit segmen UKM dan komersial tumbuh mejadi 14,3 triliun (14 persen).
BII juga mencata rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 2,84 persen dari 4,50 persen tahun sebeumnya. Sementara NPL bersih membaik menjadi 1,97 persen pada kuartal I-2010 dari periode sama tahun sebelumnya 2,61 persen.
"Bank terus menerapkan pengawasan kredit yang lebih ketat, pengawasan melekat terhadap debitur yang ada, restrukturisasi kredit dengan cepat," kata Ridha.
Jumlah simpanan nasabah BII juga meningkat 14 persen menjadi Rp 46,7 triliun dari Rp 41 triliun pada maret 2009. Membaiknya biaya pendanaan juga telah memberikan kontribusi pada peningkatan bunga bersih menjadi Rp 809 miliar.
Selain BII, anak perusahaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM) juga mencatat kenaikan yang signifikan dengan laba bersih dari Rp 3,4 miliar menjadi Rp 35,4 miliar. Jumlah pembiayaan WOM mencapai Rp 1,63 miliar atau naik 115 persen dibandingkan kuartal I-20100 denga tingkat NPL pada level 2,5 persen. (hs)
Tags:
0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda