Tender Pengadaan Buku Diduga Dimainkan Panitia Lelang

Selasa, 04 Januari 2011

GRESIK - Tender pengadaan buku SD senilai Rp 5,8 miliar diduga dimainkan oleh panitia lelang. Pasalnya, selama ini tender proyek pengadaan buku SD yang meliputi buku pengayaan, buku referensi, dan buku panduan pendidikan sengaja dimainkan oleh panitia lelang dan pimpinan proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Demikian diungkapkan Direktur PT Panca Karya Jhoni Baskoro salah satu peserta tender proyek pemenang kedua, Selasa (4/01/2011). "Sanggahan kami tidak dijawab padahal 5 hari kerja sudah masuk masa sanggah," ujarnya.

Menurut Jhoni Baskoro, pada intinya dirinya meminta sanggahannya dijawab. Namun, hingga saat ini sanggahan tersebut tidak dijawab terkait dengan pengadaan tender ulang yang dianggap menyimpang dari ketentuan.

Jhoni menduga, ada dugaan kuat panitia lelang memainkan lelang proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pasalnya, sanggahan yang dikirimkan ke panitia lelang sampai hari ini tidak mendapat jawaban.

"Saat kami lakukan klarifikasi ke panitia mereka mengaku sudah memberi jawaban, tetapi saat kami tanyakan bukti jawabnya tidak ada. Tiba-tiba panitia minta maaf, karena keteledoran panitia," ungkapnya.

Dugaan yang lain lanjut Jhoni, karena proses lelang pengadaan buku SD belum tuntas mengingat sanggahannya tidak diberi jawaban oleh panitia lelang.

"Kabarnya dana tersebut sudah dicairkan. Padahal panitia tidak melakukan meknisme pelelangan. Kesalahan ini tidak cukup hanya untuk minta maaf karena mnyengkut aturan main proyek yang menggunakan anggaran negara," tandasnya.

Saat ini tambah Jhoni, perusahaannya hendak melaporkan panitia lelang ke Kejaksaan Negeri (kejari) Gresik. "Kami meyakini ada konspirasi antara panitia lelang dan pimpro dengan pemenang tender," pungkasnya

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Wanda Metini mengatakan, tidak ada permainan terkait lelang proyek pengadaan buku SD. "Jika memang ada permainan tender tolong tunjukkan. Kalaupun ditemukan kami siap mengadakan tender ulang lagi," pungkasnya. [dny/but/beritajatim]

Selengkapnya... - Tender Pengadaan Buku Diduga Dimainkan Panitia Lelang



Pelaku Video Mesum Keraton Bergoyang Pernah Diperas

SUMENEP - Pengungkapan beredarnya video mesum 'Keraton Bergoyang' yang diduga diperankan seorang guru salah satu SD di Sumenep, masih menjadi 'PR' aparat Kepolisian setempat. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam taraf penyelidikan Polres Sumenep.

Namun sebelum video 'panas' ini beredar luas di masyarakat, siapa sangka jika pemeran perempuan dalam video ini pernah bertandang ke Polres Sumenep, mengadukan dugaan pemerasan yang dilakukan kawan prianya.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP M. Andi Lilik Suwanto, Selasa (04/01/11) membenarkan jika pelaku perempuan dalam video tersebut pernah datang ke Polres Sumenep. "Kedatangannya bukan untuk laporan, tapi hanya semacam konsultasi. Pak, saya punya kasus begini, apa bisa diproses hukum?" kata Andi menirukan si perempuan.

Waktu itu, imbuh Andi, pihaknya menyarankan agar si pelaku perempuan ini membuat laporan resmi, terkait dugaan pemerasan yang dilakukan pemeran pria dalam video tersebut. "Saya meminta dibuat LP (laporan) saja, terkait dugaan pemerasan, karena pelaku pria ini sudah meminta sejumlah uang pada si perempuan. Tetapi harus menyertakan bukti-bukti," ujar Andi.

Si perempuan ini menyanggupi dan mengaku akan datang lagi ke Polres sambil membawa bukti-bukti. "Tapi ternyata kami tunggu-tunggu, dia tidak datang juga. Waktu kami lacak ke alamatnya, ternyata dia sudah menghilang," papar Andi.

Ia menambahkan, untuk mengungkap kasus ini, tahap awal harus menemukan si perempuan itu terlebih dahulu, baru berkembang pada pelaku pria. "Tanpa si perempuan ini, ya agak sulit bagi kami. Tapi kami tetap berusaha mengungkap kasus ini. Sekarang tengah dalam penyelidikan," tandas Andi.

Sebelumnya, video mesum 'Keraton Bergoyang' menghebohkan Sumenep. Video tersebut beredar dalam dua versi. Versi pertama berdurasi 4 menit 28 detik, dan versi kedua berdurasi 25 menit 9 detik. Video tersebut diduga diperankan oleh warga Sumenep.

Video versi pertama, pemeran pria maupun wanitanya sama-sama masih menggunakan busana lengkap.

Dalam video ini terlihat adegan ciuman antara kedua pemeran. Sementara di video kedua, pemerannya terlihat telanjang bulat dan melakukan adegan hubungan suami istri.

Video tersebut diduga dilakukan di kamar salah satu hotel di Sumenep. Kamar tersebut terlihat bertirai merah dan kasurnya bersprei putih. [tem/but/beritajatim]

Selengkapnya... - Pelaku Video Mesum Keraton Bergoyang Pernah Diperas



Kereta Gajayana Jalan Sendiri Tabrak 3 Rumah

MALANG - Aneh bin ajaib, di Kota Malang, tepatnya di area Stasiun Kota Lama Malang, Kota Malang, gerbong kereta KA Gajayana, jurusan Malang-Jakarta, tiba-tiba mundur sendiri. Lalu keluar dari lintasan rel, nabrak 3 rumah milik warga. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, dan satu lagi mengalami patah tulang di kaki kanannya.

Dari cerita saksi mata, yang mengetahui kejadian tersebut, yakni Minah (51), yang rumahnya tak jauh dari tempat kejadian, tepatnya pukul pukul 13.15 WIB, Selasa (4/1/2011), ia mendengat bunyi bruk.

"Saat itu saya ada di dalam rumah. Lalu saya dengar bunyu bruk yang sangat keras. Setelah saya lihat, ada Gerbong KA yang nabrak rumah. Hanya itu yang saya tahu. Karena saya di dalam rumah saat kejadian," ceritanya saat ditemui di rumahnya, tak jauh dari tempat kejadian.

Ketiga rumah tersebut berada Jl Cipto Mulyo RT 11 RW 3 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun Kota Malang. Adapun tiga rumah yang ditabrak mundur gerbong KA itu adalah milik Nisno (40). Rumah milik Nisno itu mengalami rusak parah, ratah dengan tanah. Saat kejadian, Nisno sedang tidak ada di rumah. "Saya dan istri saya sedang di pasar. Jadi tidak tahu kejadiannya seperti apa," kata Nisno.

Saat kejadian, rumah Nisno dihuni oleh ke lima anaknya. Salah satunya adalah Rosyid. Ia yang tewas akibat rumah bapaknya itu rata dengan tanah ditabrak Gerbong KA Gajayana itu. Sementara empat anak Nisno lainnya selamat.

Selanjutnya, rumah yang menjadi korban adalah milik milik Sutrisno (58), rumah tersebut sekira 30 persen mengalami kerusakan. Adapun rumah ketiga, adalah milik Jamir (55). Rumah tersebut diperkirakan mengalami kerusakan sekira 80 persen.

Setelah berhasil dievakuasi, Rosyid yang sudah ditemukan meninggal dunia, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Nirmala, yang tak jauh dari lokasi kejadian. Begitu juga, Sutrisno, yang mengalami patah tulang di kaki kanannya juga dilarikan ke rumah sakit Panti Nirmala untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kereta KA gajayana, jurusan Malang-Jakarta, sedang menunggu jadwal keberangkatan di Stasiun Kota Lama tak ada kepala KA. Mudur dari Stasiun Kota Baru ke Kota Lama. Ada 4 gerbong di kota baru. Tahu-tahu mundur sendiri, dengan kecepatan 70-80. hingga ngantam rumah. Dua masih dijalur, dua gerbong turun dari rel menghantan rumah yang ada didekat rel itu.

Sementara itu, menurut Kepala Stasiun Kota Lama Gatot Djoko P kepada beritajatim.com mengatakan, korban yang patah kaki akan dibiayai hingga sembuh. Sedangkan yang meninggal masih menunggu hasil koordinasi DAOPS 8 Surabaya.

"Untuk memastikan penyebabnya, masih dilakukan penyelidikan oleh DAOPS 8 Surabaya dan KANKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) Jakarta," akunya ditemui dilokasi kejaidan.

Dari cerita Gatot, gerbong KA Gajayana tersebut, berada di Stasiun Kota Baru, lalu tiba-tiba mundur sendiri. "Saat itu masih menunggu jadwal pemberangkatan. Dan saat itu juga, gerbong itu belum ada lokomotifnya, dan di dalam empat gerbong itu tidak ada penumpangnya sama seklai," katanya.

Lebih lanjut Gatot mengatakan, ada empat gebong yang mundur ke belakang itu. "Dua gerbng, keluar dari rel dan nabrak rumah itu. Sedangkan dua gerbong lainnya tetap ada di lintasa rel. Makanya kami tersu melakukan penyelidikan apa penyebabnya itu," tegasnya. [ain/kun/beritajatim]

Selengkapnya... - Kereta Gajayana Jalan Sendiri Tabrak 3 Rumah



Produsen Gelang Power Balance Tetap Akan Jual Produknya

JAKARTA - Produsen Power Balance memastikan diri tetap akan meneruskan penjualan gelang silikon yang sempat menimbulkan kontroversial. Masalah kesalahpahaman soal produk tersebut dinilai hanya kesalahan cara promosi yang dilakukan cabangnya di Australia.

"Kami berupaya mengoreksi pemasaran dan klaim dalam iklan yang dibuat Power Balance di Australia. Seperti yang biasa kami lakukan, kami menawarkan kepada konsumen yang tidak puas untuk mendapatkan pengembalian uang selama 30 hari tanpa syarat apapun," demikian pernyataan yang dilansir kantor pusat Power Balance di AS dalam situs webnya, Selasa (4/1/2011).

Menurut Power Balance, masalah tersebut hanyalah sekadar kesalahan klaim dalam pemasaran di Australia dan kini telah diperbaiki. Di produknya sendiri, Power Balance tidak merasa ada masalah dan semua produk telah melalui serangkaian pengujian lingkungan.

"Untuk menegaskan saja, kami diizinkan tetap melakukan penjualan Power Balance di Australia," lanjut pernyataan itu. Sebelumnya Power Balance Australia mengeluarkan pernyataan terbuka yang mengakui bahwa klaim dalam iklannya tidak didukung bukti saintifik yang kredibel sehingga dianggap menyesatkan sesuai Undang-undang Praktik Perdagangan di sana.(kompas)

Selengkapnya... - Produsen Gelang Power Balance Tetap Akan Jual Produknya



Dihimbau Masyarakat Jangan Terpancang ke Cabai

YOGYAKARTA - Masyarakat DI Yogyakarta dihimbau untuk beralih ke produk pengganti cabai. Hal itu dilakukan untuk mengurangi permintaan cabai, sehingga harga secara pelahan akan kembali ke posisi normal. Sayangnya, masyarakat sulit beralih ke produk pengganti.

"Masyarakat bisa mengganti cabai dengan saos atau produk olahan dari cabai yang harganya lebih murah. Toh kalau di rumah makan, biasanya kita juga disuguhi dengan saos, bukan sambal," kata Kepala Dinas Pertanian DIY Nanang Suwandi, Selasa (4/1/2011).

Selain produk olahan cabai, masyarakat juga bisa beralih ke aneka rempah-rempah yang memiliki rasa pedas. Misalnya saja merica. "Ibu rumah tangga bisa memakainya untuk bumbu masakan jika menginginkan rasa pedas. Dengan begitu permintaan cabai akan menurun. Sesuai dengan hukum ekonomi, harga cabai pun akan ikut turun," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai di DIY disebabkan kegagalan panen di sekitar Merapi. Sebenarnya, hasil panen di daerah Kulon Progo tergolong bagus, namun para pedagang membawanya ke luar daerah. Mereka tergiur dengan tawaran harga yang lebih tinggi. Akibatnya pasokan cabai di tingkat lokal tidak mencukupi. Petani di Kulon Progo menanam cabai di lahan pasir, sehingga lebih tahan meski curah hujan sangat tinggi.

"Bayangkan di luar daerah harga cabai lebih dari Rp 100.000 per kg, sementara di DIY paling tinggi hanya Rp 75.000. Kondisi itu jelas menjadi peluang bagi petani cabai untuk melem par hasil panennya ke luar daerah," paparnya.

Buruknya pasokan makin diperparah dengan banyaknya petani yang mengganti komoditas cabai dengan padi. Cabai termasuk komoditas yang tidak tahan air, sementara padi memiliki karakter sebaliknya. Peralihan tersebut terlihat dari luas areal panen padi selama tiga bulan terakhir, yang meningkat dua kali lipat dari biasanya.

Bagi masyarakat, cabai sudah menjadi kebutuhan pokok seperti halnya beras. Meski diimbau untuk beralih ke produk olahan, mereka tetap setia dengan cabai. Hanya saja volume konsumsinya mengalami penurunan.

"Kalau makan tanpa sambalnya rasanya hambar. Jadi saya tetap membeli cabai, tetapi porsinya berkurang. Kalau biasanya saya beli 2 ons per hari, sekarang paling tidak sampai 1 ons," kata Hartini, ibu rumah tangga di Kotagede Yogyakarta.(kompas)

Selengkapnya... - Dihimbau Masyarakat Jangan Terpancang ke Cabai



Pemerintah Harus Tegas Soal Keberadaan LPI

JAKARTA - Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) meminta pemerintah tegas soal hadirnya Liga Primer Indonesia (LPI), yang dinilai tidak sah (ilegal) oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Menpora harusnya jangan larut ke kanan dan ke kiri. Harusnya menjadi pembina yang benar dan tegas," kata Ketua IANI, Icuk Sugiarto, kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Hadir juga mantan atlet lainnya, seperti mantan pemain tim nasional (timnas) sepak bola Ricky Yacob, mantan pebulu tangkis Joko Supriyanto, mantan petenis Donald Wailan Walalangi, dan mantan atlet angkat besi Hadi Wiyarja, serta mantan sprinter Purnomo.

Icuk merasa prihatin atas terjadinya kisruh yang seharusnya tak perlu terjadi.

Ia menegaskan, pemerintah --dalam hal ini Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) sebagai penanggung jawab keolahragaan di Tanah Air, agar lebih peka dan cepat mengambil tindakan.

Ia juga menyayangkan hadirnya LPI karena tidak dalam organisasi resmi, seperti PSSI.

Penolakan IANI terhadap LPI, menurut dia, tidak didasarkan pada kepentingan-kepentingan tertentu. Para mantan atlet hanya merasa perlu memberi perhatian karena muncul pula kekhawatiran liga tandingan ini juga muncul di cabang olahraga lainnya.

Ia juga mengatakan, agar pihak kepolisian tidak memberi izin penyelenggaraan LPI.

Ricky Yacob menilai, suka atau tidak suka, siapa pun yang ingin peduli masuk ke sepak bola nasional harus masuk di organisasi PSSI. Ia menyayangkan lahirnya LPI justru di luar PSSI.

Ia menambahkan, sebelum terlambat, masih ada waktu kedua lembaga PSSI dan LPI membuat kesepakatan, sebagai jalan keluar.

(ANT/P003)
Selengkapnya... - Pemerintah Harus Tegas Soal Keberadaan LPI



LPI Dapat Terselenggara Jika Tidak Ada Sengketa Dengan PSSI

JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan, kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dapat diselenggarakan bila sudah tidak ada sengketa dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Kita baru mengijinkan kompetisi LPI dapat diselenggarakan bila sudah tidak ada sengketa lagi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut, menurut dia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 51 yang berisikan bila akan menyelenggarakan kompetisi olahraga harus seijin induk organisasinya, katanya.

Mengenai rencana kompetisi LPI yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu (8/1) di Stadion Manahan, Solo (Jawa Tengah), Anton mengatakan, Polri belum memperoleh pemberitahuan.

"Polri belum dapat surat pemberitahuan acara tersebut, sekali kita tidak akan ijinkan bila mengumpulkan massa karena masih adanya sengketa," kata Anton.

Kompetisi LPI pada pertandingan perdana Solo FC melawan Persema Malang.

"Saya harapkan sengketa ini dapat diselesaikan dulu masalahnya, baru menyelenggarakan kompetisi," katanya. Polri dapat dijadikan mediasi untuk menyelesaikan masalah ini, kata Anton.

(ANT/P003)
Selengkapnya... - LPI Dapat Terselenggara Jika Tidak Ada Sengketa Dengan PSSI



Cynthiara Alona Kembangkan Bisnis Baru

Minggu, 02 Januari 2011

JAKARTA - Artis seksi yang kerap berperan dalam film-film berbau horor mulai mengembangkan bisnis dan usaha barunya di bidang Production House diawal tahun 2011.

"Aku sih palingan buka usaha baru dan jadi penyanyi, Itu pasti," jelas
Cynthiara Alona yang biasa di sapa Alona ini kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Minggu (2/1/2011).

Bagi Alona, bisnis yang akan dijalani dan dibukanya nanti tidak akan jauh dari dunia hiburan yang selama ini digelutinya, yakni menjadi seorang produser dan sekaligus mempunyai sebuah managemant di bidang entertainment.

"Jadinya aku pegang semuanya, baik dari bidang entertaiment, flim, dan musik Dan sekalian jadi artisnya juga," jelas Alona sembari mengatakan akan mulai membuka usahanya pada Januari ini.

Ketika disinggung nama usaha yang akan dijalaninya, Alona mengatakan bahwa usaha yang akan dimulainya bernama AMI (Alona Musicenter Indonesia) yang ide pembuatannya PH tersebut berawal dari hobinya.

"Hobiku di bidang entertainment. Jadi, ya, memberanikan diri buka usaha di bidang itu juga, sekaligus sebagai investasi dan tabungan masa depan," jelasnya.(tribun)

Selengkapnya... - Cynthiara Alona Kembangkan Bisnis Baru


 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih