Meski Menang, Pelatih Juventus Masih Belum Puas

Senin, 27 September 2010

TURIN - Meski menang 4-2 atas Cagliari dini hari tadi, pelatih Juventus Luigi Delneri merasa skuadnya masih harus lebih bekerja keras dan meningkatkan performa.

Delneri mengklaim pertandingan tadi menunjukkan skuadnya masih kurang dalam hal kekuatan fisik sehingga masih banyak yang harus ditingkatkan.

“Pemain menciptakan banyak peluang mencetak gol, tapi saya percaya kami perlu belajar banyak bagaimana menjalin pertahanan baik,” ujarnya pada Sky Sports.

Delneri menolak saat disebut punya ketergantungan pada Milos Krasic yang mencetak tiga gol alias hattrick.

“Kami tidak terganting pada Krasic, kami tak mau bergantung pada satu pemain. Seluruhnya harus berpikir tentang kerja keras, dan tak ada yang menonjol.”

Mantan pelatih Sampdoria juga merasa striker Amauri dan Vincenzo Iaquinta bisa bekerja sama dengan baik, namun butuh waktu lagi.

“Mereka berdua bekerja sama dengan baik, masing-masing punya karakter. Tapi mereka masih harus meningkatkannya di laga-laga selanjutnya,” demikian Delneri.(inilah)

Selengkapnya... - Meski Menang, Pelatih Juventus Masih Belum Puas



Tulang Paha Dinosaurus Terpanjang Ditemukan

MADRID - Ahli paleontologi Spanyol menemukan fosil tulang paha dinosaurus sepanjang dua meter. Ini merupakan tulang terpanjang yang pernah ditemukan di Eropa.

Institut penelitian dinosaurus Dinopolis Foundation mengatakan bahwa tulang berukuran 1,92 meter ini ditemukan di Riodeva, dekat Teruel di wilayah timur Spanyol. Tulang ini juga ditemukan bersama dengan tulang kering berukuran 1,25 meter dan 15 tulang belakang.

Tulang tersebut dipercaya milik dinosaurus berleher panjang Turiasaurus Riodevensis yang memiliki berat lebih dari 40 ton serta berukuran 30 meter. Situs ini pertama kali ditemukan pada 2004. Hewan ini diperkirakan hidup 145 juta tahun lalu.

Pengumuman ini muncul dua minggu setelah ahli paleontologi lain menungkapkan temuan di wilayah yang sama berupa dinosaurus berpunuk. Ini dianggap sebagai pelopor hewan pemakan daging sekaligus penguasa daerah tersebut.

Fosil itu ditemukan di formasi Hoyas Las di provinsi Cuenca, Spanyol tengah. Ini adalah harta karun dari periode Cretaceous Bawah yang berlangsung 120 hingga 150 juta tahun lalu.(inilah)

Selengkapnya... - Tulang Paha Dinosaurus Terpanjang Ditemukan



Matahari Siapkan Rp 350 M Untuk Ekspansi Hypermart

JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan melakukan investasi dalam tahun ini senilai Rp 350 miliar untuk pengembangan Hypermart matahari di beberapa kota besar di Indonesia.

Head of Development MPPA Deborah Rosanti dalam siaran persnya, Minggu (26/9/2010), mengatakan, pengembangan Hypermart itu untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dan terus menguatnya daya beli masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah atas. "Manajemen MPPA akan mengalokasikan dana senilai Rp 350 miliar pada tahun ini untuk ekspansi Hypermart di tujuh kota besar di seluruh Indonesia," kata Rosanti.

Menurut dia, Matahari sedang giat melakukan ekspansi usaha ke tujuh kota besar antara lain Palembang, Manado, Surabaya, dan Bandung.

Rosanti menjelaskan masing-masing hypermart itu membutuhkan investasi sekitar Rp 50 miliar. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 350 miliar.

Pada 2011, MPPA akan melakukan gebrakan yang lebih besar dengan membuka lebih banyak hypermart untuk memenuhi kebutuhan pasar. "Diperkirakan kita akan membuka lagi 12 toko pada tahun 2011," jelasnya.

Dalam pembukaan satu hypermart baru, menurut Rosanti, akan menyerap tenaga kerja minimal 500 orang dengan pemasok mencapai 200 vendor. "MPPA berkomitmen untuk mendahulukan kebutuhan tenaga kerja pada putra daerah di mana hypermart itu dibangun. Kami memprioritaskan putra daerah. Memang ada beberapa bagian yang harus didampingi dulu misalnya pos keuangan sebelum dipercayakan sepenuhnya kepada putra-putri terbaik daerah," paparnya.

MPPA memang sedang sangat aktif melakukan ekspansi hypermartnya di seluruh Indonesia. Pada 2014 MPPA menargetkan jaringan bisnis hypermart melebihi 130 unit.(kompas)

Selengkapnya... - Matahari Siapkan Rp 350 M Untuk Ekspansi Hypermart



PPI UK Menyayangkan Studi Banding DPR RI Tanpa Hasil

LONDON - Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris (PPI UK) mempertanyakan kehadiran anggota Komisi III DPR RI yang mengadakan studi banding masalah keimingrasian di Kerajaan Inggris.

Jurubicara Ketua Komisi III Dr Azis Syamsudin mengklarifikasi kedatangan mereka adalah kunjungan kerja resmi yang disahkan rapat pleno, bukan study banding seperti yang diberitakan media, ujar Andhika Gannesha Gemilang, Divisi. IT & Media PPI UK dalam keterangannya kepada Antara London, Senin.

Dalam diskusi dengan anggota PPI UK dengan moderator Saharman, sebagai perwakilan pelajar, Dr Azis Syamsudin mengatakan bahwa kedatangan Komisi III adalah untuk mempelajari bagaimana UK Border Agency memayungi setidaknya empat institusi pemerintahan yaitu Imigrasi, Tax office, Polisi, dan Cukai.

Menurut Dr Azis Syamsudin, UKBA juga memiliki dana bersama yang dapat digunakan oleh keempat institusi diatas untuk operasional di perbatasan.

Andhika Gannesha Gemilang, menyebutkan Komisi III membahas usulan pemerintah terkait dengan dua poin yaitu Apakah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Imigrasi dapat diberikan `Hak Penyidikan`, Perlukah eksistensi Atase Imigrasi di setiap Kedutaan.

Lalu bagaimana pemisahan otoritas dan pengelolaan anggaran terkait penyatuan keempat institusi tersebut dan upaya pencegahan terjadinya konflik diantara institusi tersebut, ujarnya.

Andhika menyayangkan tidak satupun `hasil` yang telah mereka peroleh selama `kunjungan kerja resmi` ke Inggris itu dipaparkan dalam diskusi.

Saat menjawab pertanyaan dari mahasiswa hokum Andrew mengenai UU yang akan dihasilkan dari kunjungan ini, Dr Azis Syamsudin menjawab tidak adanya jaminan bahwa UU keimigrasian nanti akan `sukses`.

"Beliau menegaskan ada banyak RUU lainnya yang akhirnya tidak jadi dikeluarkan walaupun sudah dilakukan kunjungan kerja ke negara lain," ujar Andhika Gannesha Gemilang.

Menanggapi kritis seputar suap-menyuap dalam proses pengurusan dokumen imigrasi yang diutarakan salah seorang anggota PPI UK Nazarudin, Ketua Komisi III menekankan fungsi DPR sebagai pembentuk UU. Sehingga `Jangkauan` wewenang Dewan tidak sampai pada operasional institusi.

Diakuinya memang komplain terkait masalah pengurusan dokumen namun ia tidak tepat diutarakan ke anggota Dewan, melainkan langsung ke pemerintah.

Menurut Andhika Gannesha Gemilang, sebenarnya masih ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan, yang tidak terjawab karena `keterbatasan waktu`.

Pertemuan dengan komisi 3 anggota DPR-RI yang difasilitasi oleh PPIUK di KBRI London pada kesempatan ini bertujuan untuk meluruskan isu-isu miring mengenai studi banding yang kerap dilakukan anggota dewan.

Khusus hari ini, Anggota DPR dari Komisi III yang dipimpin oleh DR. Aziz Syamsuddin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan studi banding, melainkan kunjungan kerja dalam rangka pembahasan RUU Keimigrasian.

Diskusi berlangsung selama kurang lebih 60 menit yang dimulai pada pkl. 17.30 BST

Sementara itu Andrew Sutedja, S.H. mahasiswa LL.M in Commercial Law, the University of Sheffield mengakui bahwa PPI UK merasa prihatin akan adanya kemungkinan hasil yang tidak signifikan dari kunjungan kerja tersebut bagi perbaikan sistem hukum di tanah air.

Seperti yang disampaikan Dr. Aziz Syamsuddin tidak tertutup dalam UU Keimigrasian tetapi juga bagi UU lainnya yang menurubahwa tiap UU di pasti dilakukan komparasi ke beberapa UU serupa di negara-negara lain.

Yang terpenting adalah pembelajaran yg dilakukan di negara lain dapat memberikan perubahan yang signifikan terhadap perbaikan system hukum di tanah air di masa mendatang dan terutamanya terbebas dari birokrasi yang cenderung berbelit-belit, suap/korupsi.

Selain itu pula UU yang dibuat harus dapat memberikan kepastian hokum dan sedikit mungkin memberikan celah bagi penyalahgunaan hukum itu sendiri di masa mendatang. Memang yang dituntut disini bukan berapa lama UU dapat bertahan tapi kualitas dr hukum itu sendiri dan diperlukan konsistensi dr pemerintah sendiri untuk mengimplementasikan hukum itu sendiri.

Kalau sekedar membandingkan mengenai pemberlakuan UU di Luar Negeri, mengapa harus dalam bentuk kunjungan kerja? Kenapa tidak dengan tindakan yang lebih mudah diaplikasi dan efektif dengan memanfaatkan jurnal online, buku atau informasi website atau mungkin peran pelajar di luar negeri lebih digerakkan mengingat para pelajar Indonesia di luar negeri juga ada yang mempelajari hukum, atau bidang-bidang lain.

Bukankah para pelajar ini adalah duta bangsa juga di luar negeri? Kenapa peran ini tidak dimanfaatkan?, tanya Andrew Sutedja, S.H. yang menyebutkan bahwa hal itu merupakan bukti kepedulian PPIUK dalam menjaga kedaulatan dan harga diri NKRI. (ZG/K004/ant)

Selengkapnya... - PPI UK Menyayangkan Studi Banding DPR RI Tanpa Hasil



Tindakan Penangkapan Teroris Diprotes Keluarganya

MEDAN - Tindakan polisi dalam menangkap para tersangka teroris seringkali jadi keluhan keluarganya. Kali ini, giliran istri tersangka Khairul Ghozali yang bersaksi soal kengeriannya ketika aparat menangkap suaminya.

Kesaksian dengan cara bertutur langsung di bawah bersumber dari tim kuasa hukum Khairul Ghozali; yakni Adil Akhyar dan Ahmad Sofian, SH, MA (adik Khairul Ghozali), serta Dr. Ikhwan (kakak Khairul Ghozali).

NAMA saya Kartini Panggabean, kelahiran 20 Februari 1980. Panggilan saya Cici, anak-anak memanggil saya Ummi. Saya adalah istri dari Ustadz Ghozali, anak-anak memanggilnya Buya, saya memanggilnya Bang Jali.

Saya tinggal bersama suami saya di di Jalan Bunga Tanjung Gang Sehat, dan empat anak kami (Umar Shiddiq, Raudah Atika Husna, dan Ahmad Yasin dan Fathurrahman).

Bang Jali lahir tahun 1963, tamat SD 1971. Kemudian bang Jali Masuk SMP Muhammadiyah di Sei Sikambing Medan. Bang Jali tidak tamat SMP, berhenti karena protes terhadap sekolah SMP di Indonesia memakai celana pendek (tidak menutup aurat). Secara otodidak Bang Jali belajar menulis.

Dia menjadi kolumnis tetap di beberapa surat kabar yang terbit di Medan. Kemudian Bang Jali ke Malaysia selama 10 tahun. Aktif menjadi wartawan di majalah Islam.

Tahun 1996-2000 bang Jali pulang ke Indonesia menetap di Medan, dan membuka kursus komputer, kemudian ke Malaysia lagi pada tahun 2000-2004 bekerja sebagai penulis buku di beberapa penerbitan.

Sejak 2004-2010 menetap di Tanjungbalai sebagai penulis buku-buku agama yang produktif dan semua diterbitkan di Malaysia, lebih kurang 50 judul buku. Ada satu judul buku yang diterbitkan di Indonesia.

Selain menulis, Bang Jali juga berprofesi sebagai pengobat tradisional (bekam). Dan, Bang Jali juga mengisi pengajian.

Sejak satu bulan terakhir (bulan Agustus 2010), Bang Jali tidak pergi ke mana-mana, atas permintaan saya selaku Ummi anak-anak. Alasan saya karena saya sedang hamil tua, hari-hari menjelang persalinan sudah kian dekat. Saya meminta Bang Jali untuk menemani saya melahirkan.

Begitu pun, seingat saya Bang Jali sekali ada pergi ke Medan awal Agustus. Itu pun karena menjenguk ibunya di salah satu rumah sakit di Medan. Saya melahirkan anak saya yang keempat pada tanggal 28 Agustus 2010 (usianya 3 minggu).

Sejak saya melahirkan bayi yang kami beri nama Fathurrrahman Ramadhan itu, Bang Jali juga tidak pergi kemana-mana, karena saya tidak ada teman di rumah.

Saat Maghrib, hari Minggu sekitar pukul 18.45 WIB menjelang Senin malam, tanggal 19 September 2010, saya bersama bayi saya, dua perempuan dewasa (istri Abu dan teman Deni), Buya, Dani, Deni, Alek, Abdullah dan 2 orang lagi anak tamu (salah satu dari dua perempuan dewasa).

Jadi, orang di dalam rumah ada 10 orang, terdiri dari 5 laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, 3 anak-anak. Saat azdan Maghrib terdengar, Bang Jali bersiap-siap melaksanakan salat berjamaah.

Bang Jali, Deni, Deden, Alek, Abu mengambil wudhu. Saya bilang ke Bang Jali, "Buya bajunya diganti saja, basah kena air wudhu." Saya berada di ruang tamu, menyusukan anak saya, Fathur.

Bersama saya, dua perempuan dewasa di dekat pintu depan rumah. Pintu rumah kami hanya di depan, rumah kami tidak ada pintu belakang. Saya memanggil ketiga anak untuk pulang ke rumah, karena sudah masuk waktu Maghrib.

Bang Jali dan empat temannya mulai melaksanakan shalat Maghrib berjamaah dengan Bang Jali sebagai imamnya. Mereka salat di ruang belakang dekat dapur.

Dani, usianya sekitar 25 tahun, adalah murid mengaji Bang Jali. Kerjanya sehari-hari menjahit gorden, dia tinggal di Tanjung Balai. Dani membawa dua orang temannya, Alek (30 tahun) dan Deni (20 tahun) ke rumah. Bang Jali sebelumnya tidak mengenal kedua orang itu.

Sejak saat itu, Deni dan Alek menginap di rumah. Tapi Dani tidak menginap di rumah. sedangkan Alek dan Deni saya tidak mengenalnya. Mengenai Abu, atau Abdullah (35 tahun), saya tidak jelas orang mana asalnya.

Jadi Deni dan Alek sudah menginap 2 minggu di rumah kami, kedatangan mereka ke Tanjungbalai karena rencana mau cari kerja, saat itu mau hari Hari Raya (Idul Fitri).

Bang Jali bilang ini sudah dekat Hari Raya, tidak mungkin ada kerjaan. Tunggulah habis hari raya. Jadi mereka di rumah kerjanya hanya makan tidur. Seingat saya selama ini tidak ada kegiatan yang mencurigakan.

Tiba-tiba sebuah mobil datang, terdengar suara dari luar ada orang berteriak, "keluar!"

Saat itu ketiga anak saya masih bermain di rumah tetangga. Saya mau memanggil anak-anak untuk pulang, saya pun berjalan menuju pintu depan rumah.

Saya menyuruh mereka masuk, tapi mereka tidak mau masuk, saya sempat melihat wajah mereka seperti ketakutan.

Saya terkejut karena pas saya di depan pintu saya lihat sudah turun dari mobil 30 orang bersenjata. Anak-anak saya diam tak bersuara. Densus 88 langsung saja menerobos masuk ke dalam rumah dengan bersenjata.

Mereka semuanya ada sekitar 30 orang membawa senjata. Mereka dari samping sebagian, masuk ke dalam rumah sebagian, sambil melepaskan tembakan.

Saya masih menggendong bayi saya, sementara dua perempuan dewasa dan anak-anaknya ditodongkan senjata oleh Densus 88. Sepasang daun pintu rumah kami ditunjang (ditendang) sama Densus 88.

Tidak ada baku tembak, tidak ada perlawanan dari dalam rumah, karena Bang Jali sedang salat, sedang membaca surah Al-Qur'an sehabis membaca surah Al-Fatihah.

Tiba-tiba tiga makmum (Alek, Deni, dan Dani) keluar dari shaff (membatalkan salat mereka) karena mendengar suara ribut, tembakan, dan segera mengetahui datangnya orang-orang bersenjata. Alek, Dani, dan Deni lari menuju kamar mandi.

Alek keluar dengan membobol seng (atap) kamar mandi. Orang-orang yang sudah masuk rumah menembaki mereka. Deni dan Dani ditembaki secara membabi buta sewaktu mereka di depan kamar mandi.

Saya, dua perempuan dewasa yang bersama saya, bayi saya yang berumur 20 hari, dan anak tetangga yang balita itu menyaksikan kejadian tersebut. Jadi, dua orang ditembak di kamar mandi, satu orang lagi lari.

Bang Jali dan seorang makmumnya, Abu, masih tetap melanjutkan salat, walaupun orang-orang bersenjata itu sudah masuk ke dalam rumah, di ruang belakang dekat dapur.

Bang Jali tetap melanjutkan membaca surah Al-Qur'an. Tapi orang-orang bersenjata itu langsung menarik paksa Bang Jali, salat Bang Jali dihentikan secara paksa. Buya ditunjangi (ditendang) saat salat, kemudian dipijak-pijak (diinjak-injak) hingga babak belur.

Saya kasihan melihat Bang Jali karena saat itu dia sedang sakit batuk. Bang Jali diseret sama Densus, Bang Jali tak henti-hentinya meneriakkan takbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Saya masih dalam todongan senjata bersama dua perempuan dan tiga anak-anak. Kami langsung disuruh ke rumah tetangga sambil ditodong. Anak-anak saya yang lain dari tadi memang berada di situ.

Saya dan anak-anak saya bisa mengintip (melihat dari sela-sela atau lobang rumah) kejadian yang terjadi di rumah kami. Anak-anak saya berteriak-teriak tidak tak henti-hentinya. "Ummi, Ummi itu Buya, itu Buya." Anak-anak memberitahu saya mereka melihat Buya mereka dipijak-pijak (diinjak-injak). (Rahmad Nur Lubis/kompas)


Selengkapnya... - Tindakan Penangkapan Teroris Diprotes Keluarganya



Bebek Matik Yamaha Siap Bersaing

JAKARTA - Yamaha segera menjajaki segmen baru, bebek matik (betik) ke pasar sepeda motor nasional. Kabar ini terkuak dari fakta, pendaftaran sepeda motor baru ini di Kementerian Perindustrian pada 24-06-2010.


Pada data tersebut, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) sudah mengajukan jumlah produksi, 4.000 unit sampai akhir tahun. Berarti, selangkah lagi memasarkannnya.

Semula, diprediksi Yamaha hanya menyisakan dua “peluru” di semester kedua tahun ini, yaitu Byson dan New Scorpio Z. Ternyata ada model yang disegarkan dan total baru secara teknologi.

Betik yang diberi nama Lexam di Vietnam, diinformasikan berbeda dengan kompetitornya yang sudah ke pasar Indonesia duluan, yaitu Honda Revo Techno AT.

Konsep bentik Honda adalah bebek yang diganti transmisinya, dari manual ke CVT namun pengoperasian rem belakang tetap melalui pedal atau dioperasikan dengan kaki.

Lexam, pegoperasian kedua rem (depan dan belakang) dengan tuas di setang. Informasi lainnya, pasokan bahan bakar masih tetap sistem karburasi (karburator), belum injeksi (njektor).

Eiji Tada, Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia pernah mengatakan, "Kami akan luncurkan Lexam pada kuartal terakhir tahun ini. Bukan di Jakarta Motorcycle Show (JMS), tetapi sekitar waktu itulah! "

Kabar terakhir, Yamaha malah akan meluncurkannya pada awal 2011. Pasalnya, belajar dari Honda Revo Techno AT, penjualannnnya belum menggembirakan. Pasti ada faktor lain, misalnya harga - lantaran menggunakan sistem injeksi – menjadi lebih mahal.(kompas)

Selengkapnya... - Bebek Matik Yamaha Siap Bersaing



Cina Tuding AS Terapkan Politik Dumping

Minggu, 26 September 2010

BEIJING - Cina menyimpulkan Amerika Serikat mengekspor produk daging ayam dengan harga lebih rendah dari harga di pasar domestik, lapor media pemerintah.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, Cina akan mengutip bea anti-dumping antara 50,3 persen hingga 105,4 persen terhadap impor produk ayam Amerika terhitung mulai Senin, kata Kementerian Perdagangan hari Minggu seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Mengutip hasil investigasi yang dimulai satu tahun lalu, Kementerian Perdagangan Cina mengatakan industri ayam mempraktik dumping produk daging ayam ke pasar Cina dan menimbulkan kerugian substansial bagi industri dalam negerinya.

Tarif bea masuk anti-dumping untuk produk daging ayam ditetapkan berbeda-beda untuk masing-masing perusahaan eksportir Amerika, dan akan diberlakukan selama lima tahun. Tarif bea masuk baru itu dikatakan menggantikan kutipan serupa yang mulai diterapkan bulan Februari.

Produk Tyson Foods Inc dan Keystone Foods LLC dikenai kutipan 50,3 persen, sedangkan produk Pilgrim's Pride Corporation 53,4 persen, kata pernyataan kementerian tersebut.

Sementara itu, Sanderson Farms Inc. dan 31 perusahaan Amerika lain dikenai kutipan 51,8 persen. Beberapa produsen lain dari Amerika terkena bea masuk yang jauh lebih tinggi yaitu, 105,4 persen.

Pengenaan bea masuk anti-dumping ini terjadi ketika Beijing dan Washington terlibat serentetan sengketa dagang bilateral. Kedua negara berselisih mengenai akses ke pasar baja, film, buku dan beberapa produk lain.

Ini kali kedua dalam masa dua bulan pemerintah Cina mengambil tindakan terhadap produk ayam dari Amerika Serikat.

Menjelang akhir Agustus, Cina mulai memberlakukan bea anti-subsidi dengan besar 4 hingga 30,3 persen selama lima tahun. Keputusan itu diambil setelah Beijing menyimpulkan kalangan produsen Amerika menerima subsidi tak sepatutnya dari pemerintah dan praktik itu merugikan industri domestik Cina.

Ekspor produk ayam dari Amerika ke Cina dilaporkan naik dalam beberapa tahun terakhir. Dalam semester tahun pertama 2009, kenaikan itu mencapai 6,54 persen dari ekspor pada periode yang sama tahun sebelum.

Menurut catatan yang dikutip Xinhua, impor dari Amerika mencapai 89,24 persen dari total produk ayam yang didatangkan dari luar negeri.

Dari impor produk ayam dari AS sepanjang semester pertama tahun 2009, industri dalam negeri Cina merugi 1,09 miliar yuan (US$ 162 juta), kata kementerian perdagangan Cina.

Sengketa dagang Cina-AS merebak selagi pemerintah kedua negara berusaha meningatkan ekspor di tengah permintaan yang menurun. Pejabat dari kedua negara saling lempar tuduhan proteksionisme yang mereka katakan bisa menghambat pemulihan ekonomi global.(bbc)

Selengkapnya... - Cina Tuding AS Terapkan Politik Dumping



Tenggak Miras, Pemuda Kampung Diamankan Pol PP

PROBOLINGGO - Petugas Sat Pol PP Kota Probolinggo berhasil mengamankan gerombolan pemuda kampung saat melakukan pesta minuman miras (miras). Mereka adalah Dinda Febri (17), Erwin (20) serta Adista MK (20), ketiganya asal warga Probolinggo.

Mereka digrebek saat enjoy mabuk-mabukan di areal tanah kavling di Kelurahan Sumber Taman, Kota Probolinggo. "Saat mereka mabuk-mabukan, teman mereka ada sekitar sepuluh pemuda. Namun sebagian berhasil kabur saat digrebek petugas," ungkap Kepala Sat Pol PP Kota Probolinggo, Sukam kepada wartawan, Minggu (26/9/2010).

Tak hanya menyita beberapa botol miras, petugas juga berhasil mengamankan sebanyak 10 butir pil dextro. "Mereka kita gelandang ke kantor Sat Pol PP," katanya.

Sukam menjelaskan, selain petugas berhasil mengamankan beberapa botol miras dan butiran pil dextro itu, motor mereka juga turut diamankan. Yakni sepeda motor smash Nopol N 6749 RS, Mio N 5553 RT, Supra Fit N 6239 RX dan Blitz N 4174 YE.

Penggrebekan terhadap gerombolan pemuda kampung itu dilakukan, saat petugas mendapatkan laporan dari warga setempat. Mendapat laporan itu, petugas pun langsung mengecek lokasi. "Begitu dilihat ternyata mereka memang menggelar pesta miras," ungkapnya. [ugi/but/beritajatim]

Selengkapnya... - Tenggak Miras, Pemuda Kampung Diamankan Pol PP


 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih