Haram Merokok Tak Berlaku di Universitas Muhammadiyah Malang

Jumat, 02 April 2010

Malang (ANTARA News) - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak mematuhi fatwa haram merokok yang dikeluarkan Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah belum lama ini, sehingga tetap membolehkan mahasiswa, dosen dan karyawan lainnya tetap merokok.

Rektor UMM Dr Muhajjir Effendi, Jumat, mengatakan, fatwa yang dikeluarkan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid itu masih bersifat "suka-suka", bukan sesuatu yang mengikat secara hukum.

"Sebagai konsekuensi tidak menerapkan fatwa tersebut, kami harus menyiapkan zona kawasan untuk merokok dan yang bebas dari asap rokok di area kampus," ujar Muhajjir.
Muhajjir mengatakan, kebijakan yang diterapkan di kampus pimpinannya itu karena fatwa tersebut belum menjadi keputusan PP Muhammadiyah. Kalau sudah diputuskan oleh PP, mau tidak mau dirinya harus menerapkan (memberlakukan) fatwa itu di lingkungan kampus.

Menurut dia, fatwa tersebut merupakan hasi diskusi intensif dan pendapat ahli, belum menjadi keputusan Majlis Tarjih dan Tajdid dan fatwa tersebut masih akan diputuskan pada muktamar Juli mendatang.

Muhajjir mengaku optimistis jika fatwa tersebut tidak bakal dibahas dalam muktamar Juli nanti, karena sampai sekarang masih terjadi pro kontra. (E009/P004)
Selengkapnya... - Haram Merokok Tak Berlaku di Universitas Muhammadiyah Malang



Pencalonan Sepupu SBY bersama Julia Perez Ditentang Keluarga

Pacitan (ANTARA News) - Pencalonan Nurcahyono, salah satu adik sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bersama artis cantik Julia Perez sebagai calon bupati dan wakil bupati mendapat tentangan keras dari pihak keluarga besarnya di Pacitan, Jawa Timur.

Suara penolakan itu secara tegas disampaikan juru bicara keluarga besar Presiden SBY di Pacitan, Indrata Nurbayu Aji, Jumat.

Kepada wartawan, sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPRD Pacitan ini menyatakan, pencalonan pamannya itu, sama sekali tidak mendapat restu dari pihak keluarga.

Nurcahyono adalah anak nomor empat dari bibi Presiden SBY, almarhum Siti Ngaini. Pencalonannya itu belum pernah dibicarakan dengan pihak keluarga.

"Keluarga kami memang besar. Semua juga sudah dewasa sehingga masing-masing individu punya hak menentukan sikap politik sendiri-sendiri. Namun dalam hal saudara Nurcahyono, kami dari sekeluarga tidak ada yang mendukung," kata Indra menegaskan.
ndra mengemukakan, apa yang disampaikannya itu merupakan hasil musyawarah keluarga.

Menurut Indra, mereka tidak menghalangi keinginan Nurcahyono untuk maju dalam Pilkada Pacitan bersama Julia Perez tetapi pencatutan nama atau embel-embel sebagai keluarga Presiden SBY dinilai sudah berlebihan.

"Itu bukan berarti kami tidak mengakui saudara Nurcahyono sebagai keluarga. Namun embel-embel keluarga SBY kami kira memang tidak perlu dibawa," kata Sudjono, sepupu SBY.

Pengakuan dari adik kandung Nurcahyono, sepak terjang mantan Kepala Desa Pagotan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan itu memang sulit ditebak.

Selain dikenal "licin", selama ini Nurcahyono tidak pernah berkomunikasi dengan pihak keluarga.

"Dia itu sifatnya memang suka nekat. Dia pernah mencalonkan di mana-mana termasuk saat Pilkada Pacitan tahun 2005 lalu, tapi (selalu) gagal," papar Suwondo, adik kandung Nurcahyono.

Sebelumnya, Nurcahyono mengaku optimistis pencalonannya tidak akan menemui masalah, termasuk dari pihak keluarga.

Dia justru berjanji untuk secepatnya minta restu pada pihak keluarga besar SBY dalam waktu dekat.(C004/Z002)
Selengkapnya... - Pencalonan Sepupu SBY bersama Julia Perez Ditentang Keluarga



1.100 CPNS Jatah Para Atlet 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah 98 atlet dan pelatih dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tahun 2009. Kini, Kemenpora memberi peluang lebih besar bagi atlet dan pelatih sebanyak 1.100 kursi CPNS.

Peluang CPNS tersebut diungkapkan Menpora Andy Mallaranggeng di sela pelantikan Pegawai Negeri Sipil Atlet di Jakarta, Kamis (1/4/2010).

Andy memaparkan, 1.100 CPNS ini nantinya akan diberi dua kali kesempatan dalam tes pengangkatan untuk naik pangkat menjadi PNS.
"100 CPNS diantaranya akan ditempatkan di Wilayah Pusat (Jakarta), sementara 1000 CPNS lainnya tersebar di seluruh provinsi di Indonesia," katanya.

Apabila lolos seleksi, para CPNS atlet ini akan menempati pos-pos Kemenpora antara lain di bidang pembibitan atlet dan fasilitas umum. Sebagian lagi akan tetap menjalani profesi mereka sebagai atlet dan pelatih dengan status PNS.

Sementara 1.100 CPNS tersebut akan bersumber dari 17 atlet dan pelatih cabang olahraga yang telah ditentukan.

Cabang olahraga tersebut: atletik, bulutangkis, judo, loncat indah, karate, dayung, senam, basket, polo air, renang, pencak silat, voli, gulat, panahan, taekwondo, angkat besi, balap sepeda.
Selengkapnya... - 1.100 CPNS Jatah Para Atlet 2010



Pembiaran oleh Lingkungan Langgengkan Perilaku Buruk SW

Kamis, 01 April 2010

Jakarta - Saat SW (4) merokok dan bicara cabul, lingkungan di sekitarnya bukan hanya membiarkan, tetapi juga menertawakannya. Bahkan jika dilihat dari video di Youtube dengan judul 'Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!', SW malah disuruh memperagakan adegan seksual.

Hal inilah yang menurut psikolog dari Unika Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, sebagai penyebab yang melanggengkan perilaku buruk bocah yang tinggal di Kota Malang, Jatim itu.

"Jika perilaku seperti itu ditertawakan itu bukan lagi pembiaran, tapi juga penguatan," kata Wieka saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/4/2010).

Wieka menjelasakan, perilaku dari anak berumur empat tahun didapat dari meniru lingkungannya. Proses meniru perilaku yang tidak baik, bisa dicegah lewat teguran. Jika teguran tidak dilakukan, tapi malah pembiaran yang dilakukan, bukan hal yang aneh jika perilaku buruk SW tidak berubah.

"Perilaku yang salah dapat berhenti dengan teguran yang menghasilkan konsekuensi yang tidak menyenangkan," kata Wieka.

Selain teguran keras, Wieka juga menyarankan orang tua dan lingkungan sekitarnya melakukan tindakan drastis seperti melenyapkan rokok dari jangkauan SW. Tanpa akses terhadap rokok, diyakini SW perlahan-lahan tidak lagi akan mencari barang yang berbahaya itu.

"Teguran dan tindakan harus keras. Kalau marah yang benar-benar," saran Wieka kepada orang tua SW.

(lrn/fiq)
Selengkapnya... - Pembiaran oleh Lingkungan Langgengkan Perilaku Buruk SW



Adu Otot Dua Peraturan Terkait Rokok


TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Peraturan Pemerintah (PP) No 19/2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan masih relevan untuk pengendalian produk tembakau, kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata.

"PP tersebut masih relevan digunakan, tetapi mengapa sekarang muncul Rancangan PP tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan. Ini bisa mengancam industri tembakau," katanya di Temanggung, Kamis (1/4/2010).

Menurut dia, PP No.19/2003 bisa melindungi dua kepentingan, yakni pihak perokok maupun yang antirokok.
Ia mengatakan, PP tersebut telah mengatur tentang pembatasan jam tayang iklan rokok pada media elektronik, serta larangan penampilan wujud rokok atau orang sedang merokok dalam tiap iklan rokok.

Selain itu, larangan promosi dengan memberikan secara cuma-cuma atau hadiah, pencantuman kadar tar dan nikotin pada tiap kemasan produk, dan penetapan kawasan antirokok. "Regulasi tersebut bisa mengakomodasi kedua kepentingan," katanya menegaskan.

Hingga saat ini, katanya, tidak ada aturan yang melarang total tembakau maupun produk tembakau, sehingga petani tembakau juga memiliki hak yang sama dengan petani komoditas lain, yaitu hak untuk dilindungi dan hak mendapatkan kesejahteraan.

Menurut dia, isi Rancangan PP tentang Pengamanan Produk Tembakau Sebagai Zat Adiktif Bagi Kesehatan, sangat ektrem dan memberatkan industri hasil tembakau karena melarang hampir semua aktivitas industri tembakau seperti iklan, promosi, dan sponsor.

Jika RPP tersebut diberlakukan, katanya, dari aspek sosial akan mengancam kelangsungan hidup puluhan juta tenaga kerja terkait rokok dari hulu sampai hilir, karena industri hasil tembakau marupakan padat karya.
Selengkapnya... - Adu Otot Dua Peraturan Terkait Rokok



Gayus Harus Dimanfaatkan Maksimal untuk Bongkar Mafia Pajak

akarta - Penangkapan Gayus Tambunan harus diikuti langkah-langkah hukum yang tepat. Gayus harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membongkar mafia pajak.

Demikian disampaikan anggota Komisi III (hukum) DPR Peter Zulkifli kepada detikcom, Rabu (31/3/2010).

Dikatakan Peter, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan KPK harus melakukan aksi jemput bola dalam menggali informasi penting dari Gayus. Satgas mesti secepatnya membongkar siapa saja di internal kantor pajak yang terlibat.

"Termasuk juga berapa lama Gayus terlibat dan siapa di belakang Gayus. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkap kebobrokan institusi-institusi yang selama ini sok bersih," kata Peter.

Peter menambahkan, semua oknum di level apa saja yang terlibat kasus Gayus harus ditindak. Tidak boleh ada intervensi dari manapun dalam penanganan kasus ini.

"Tangkap pejabat-pejabat yang korup. Mereka adalah pengkhianat bangsa dan negara," tegas Peter.

Ditambahkan Peter, DPR khususnya Komisi III, harus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Komisi III tidak boleh berpihak kepada siapapun yang bersalah.

"Komisi III harus memberi bantuan dan dukungan agar semua pelaku kejahatan pajak ini bisa ditangkap," ujar Peter.

(djo/lrn)
Selengkapnya... - Gayus Harus Dimanfaatkan Maksimal untuk Bongkar Mafia Pajak



Brigjen Edmond dan Brigjen Erizman Selesai Diperiksa Propam

Jakarta - Dua perwira tinggi Polri, Brigjen Edmond Ilyas dan Brigjen Raja Erizman usai menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Namun mereka tidak berhasil dimintai keterangan lantaran keluar lewat pintu lain.

"Sudah selesai setengah jam yang lalu. Sekitar (Rabu) pukul 23.20 WIB," ujar anggota Propam, Kombes Pol Djati Saragih, di tempat pemeriksaan, gedung Trans National Crime Center (TNCC) Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (1/4/2010) sekitar pukul 00.10 WIB.

Kepala Bidang Penelitian Personel Propam, Kombes Pol Budi Wasesa, mengatakan belum ada peningkatan status dari dua jenderal yang dituding Komjen Pol Susno Duadji terlibat kasus mafia pajak Rp 28 miliar itu.
"Nanti akan dikroscek keterangannya," kata Budi.

Lewat tengah malam, mobil milik Brigjen Edmond Ilyas Ford Evrest B 1260 LJ, yang sebelumnya terparkir di halaman gedung, tiba-tiba pergi dan lepas dari pantauan wartawan. Diduga Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas menggunakan mobil lain untuk meninggalkan gedung TNCC. Mereka diduga keluar lewat pintu samping, tidak terpantau oleh wartawan yang menunggu di pintu depan.
(lrn/lrn)
Selengkapnya... - Brigjen Edmond dan Brigjen Erizman Selesai Diperiksa Propam



Satu Rumah di Madiun Tertimbun Longsor

Madiun (ANTARA News) - Satu rumah milik warga di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rusak parah akibat tertimbun tanah longsor ketika hujan deras mengguyur Selasa (30/3) malam.

"Rumah saya hancur total, roboh hingga rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, saya sempat terluka di bagian kepala dan bahu setelah terjebak di balik puing reruntuhan rumah," kata pemilik rumah, Saminem, ketika ditemui Rabu.

Menurut dia, longsor itu terjadi malam hari ketika anggota keluarga tengah berada di ruang tengah. Longsor diawali dengan suara gemuruh yang diikuti dengan robohnya bangunan rumah bagian belakang.
"Saat kejadian longsor, saya langsung menyelamatkan anak saya, Fadli. Walaupun saya sempat terjebak reruntuhan bangunan, yang penting anak saya selamat," kata Saminem.

Akibat bencana itu, keluarga Saminem dan beberapa tetangganya mengungsi ke tempat saudaranya.

Saminem dibantu dengan warga, bergotong-royong membersihkan material longsoran dan puing-puing bangunan.

Sementara data dari Bakesbangpolinmas Kabupaten Madiun menyebutkan, daerah rawan longsor di Kabupaten Madiun berada di kecamatan yang terletak di lereng Gunung Wilis yakni, Kecamatan Kare, Gemarang, dan Dagangan.

(T.A052/S026)
Selengkapnya... - Satu Rumah di Madiun Tertimbun Longsor


 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih