Home » » Keterangan Gayus dan Haposan Saling Bertolak Belakang

Keterangan Gayus dan Haposan Saling Bertolak Belakang

Selasa, 28 September 2010

JAKARTA — Gayus HP Tambunan dan Haposan Hutagalung, dua terdakwa yang diduga terlibat rekayasa kasus tahun 2009, saling ejek ketika dikonfrontasi oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang terdakwa Andi Kosasih, Rabu (28/9/2010). Keduanya dikonfrontasi oleh hakim lantaran kesaksian keduanya saling bertolak belakang.

Gayus membantah pernyataan Haposan yang menyatakan baru mengenalnya ketika bertemu di Hotel Sultan akhir Agustus 2009. Menurut Gayus, ia pertama kali bertemu Haposan di Hotel Park Lane bulan Juni 2009. Saat itu, Haposan mengenalkan ia dengan Komisaris Arafat Enanie. "Itu bisa dikonfirmasi ke Feber Silalahi, Arafat, ke James Purba," kata dia.

Sebelumnya, Haposan mengaku dikenalkan ke Gayus oleh Feber Silalahi di Hotel Sultan. Awalnya, Feber adalah pengacara Gayus. Menurut Haposan, ia dimintai tolong Feber untuk mencari pengusaha yang bersedia mengakui uang Rp 28 miliar. Ia lalu menghubungi Andi Kosasih yang saat itu berada di Senayan City agar datang ke Hotel Sultan.

Haposan mengaku tidak tahu-menahu apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Haposan mengatakan, setelah mengenalkan Andi ke Feber dan Gayus, ia lalu menemui tamunya yang juga berada di Hotel Sultan. Pengakuan itu langsung dibantah Gayus. Menurut dia, Haposan yang mengatur seluruh rekayasa asal-usul uang Rp 28 miliar di rekening yang diblokir. Rekayasa itu dengan mengklaim hasil kerja sama pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara antara Gayus dan Andi.

"Semua ide itu, yang jelaskan ke Pak Andi kosasih, yang bikin konsep, termasuk soal lanjutan diperiksa (penyidik), itu saran Haposan. Sementara itu, beliau (mengaku) tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti apa-apa," lontar Gayus.

Gayus lalu membantah terkait uang fee lawyer senilai Rp 800 juta ditambah biaya operasional pengacara 45.000 dollar AS yang selama ini diklaim oleh Haposan. Menurut Gayus, ia tidak pernah memberikan kuasa kepada Haposan untuk menjadi pengacara. Menurut Gayus, Haposan telah memalsukan surat kuasa yang ia berikan kepada Feber.

Haposan tetap bersikukuh bahwa ia adalah pengacara sah Gayus. "Surat kuasa itu tidak mungkin saya tanda tangani kalau tidak diantar oleh orang yang pantas mengantar ke saya (Feber). Feber yang mengenalkan Gayus ke saya. Asli surat kuasa diantar ke saya untuk saya tanda tangan, maka saya tanda tangan," ucap dia.

Haposan tetap bersikukuh mengenal Gayus setelah dikenalkan Feber di Hotel Sultan pada Agustus 2009. Setelah itu, kata Haposan, ia mencari tahu siapa penyidik yang menangani kasus Gayus lantaran Gayus meminta agar dia tidak ditahan. "Kemudian saya cari siapa penyidiknya, ternyata Kompol Arafat. Berarti saya tanda tangan surat kuasa dulu dari Gayus, baru kenal dengan Arafat," papar Haposan.

Gayus kembali membantah keterangan Haposan tentang perkenalan antara Haposan dan Arafat. "Mungkin Pak Haposan ini sudah telanjur bohong, jadi bohongnya lebih panjang. Di Hotel Sultan beliau ini menelepon Arafat. Berarti kan beliau sudah tahu siapa penyidiknya saat pertemuan pertama itu. Waktu itu dia (telepon Arafat) bilang bagusnya bisnis apa? (Arafat jawab) bisnis apa aja, Bos, yang penting jangan batu bara," papar Gayus.

"Dengan terbukanya seperti ini, majelis hakim punya wewenang (menindak Haposan) dengan (sangkaan) sumpah palsu, bisa diproses. Demikian, Pak," tutup Gayus.

Tidak terima dengan ucapan Gayus, Haposan mengatakan, "Mungkin beliau ini selama ditahan enam bulan ini jadi pintar, jadi pengacara saya lihat," kata Haposan.(kompas)



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih