DARWIN - Sejumlah WNI yang ditahan di Darwin, Australia, karena menyelundupkan pendatang gelap, melakukan protes atas penahanan mereka.
Kantor berita AFP memberitakan insiden di Pusat Penahanan Imigrasi Darwin itu terjadi Minggu pukul 04.00 pagi waktu setempat (01.00 WIB) dan bermula dengan dua orang yang melakukan protes dengan memanjat pohon.
Rekan-rekan mereka kemudian bergabung dengan cara membakar kasur dan meneriakkan yel-yel sehingga petugas kemudian memanggil polisi dan petugas pemadam kebakaran.
Seorang juru bicara badan imigrasi Australia mengatakan protes sudah berakhir dan keadaan sudah tenang. Petugas konsulat Indonesia di Darwin juga dilibatkan dalam menangani protes ini.
"Kami sedang melakukan negosiasi," kata pejabat konsulat Indonesia di Darwin, Wahono Yulianto, kepada BBC Indonesia pada pukul 15.30 WIB.
Di pusat penahanan itu terdapat 97 warga Indonesia yang ditahan atas tuduhan penyelundupan orang yang ingin mencari suaka di Australia.
Juru bicara badan imigrasi Australia mengatakan sejumlah besar dari mereka terlibat dalam unjuk rasa itu.
Sementara badan penyiaran Australia, ABC, melaporkan sekitar 10 pengunjuk rasa mengenakan topeng atau mengecat wajah mereka dan membawa tongkat panjang dan mamanjat ke atap gedung pusat penahanan.
Juru bicara imigrasi Australia mengatakan secara umum para tahanan itu memprotes penahanan mereka, tetapi tidak mengetahu alasan yang lebih spesifik.(bbc)
Home » Internasional » WNI Yang Ditahan di Australia Protes Bakar Matras
WNI Yang Ditahan di Australia Protes Bakar Matras
Minggu, 29 Agustus 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda