MAGETAN - Teror penculikan anak yang melanda Kecamatan Parang Magetan dalam seminggu ini, dianggap hanyalah sebuah isu semata. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Kapolsek Parang, AKP Daeng Winarto, dalam menanggapi keresahan para orang tua, saat mendengar kabar percobaan penculikan anak.
"Ah.. itu hanya isu semata, gak ada upaya penculikan anak di sini (Parang, red)," papar Daeng kepada, Kamis (05/08/2010) seperti dilansir beritajatim.com.
Ia mencontohkan upaya penculikan yang menimpa Nurfinda Puteri, siswi SDN I Parang, yang mau diculik saat berada di kali belakang rumahnya. "Pada waktu itu kan ada orang mandi di sekitarnya, gak mungkin orang itu mau menculik, jadi kami anggap itu hanya isu saja," lanjutnya.
Selain itu, tambahnya, kejadian yang menimpa tiga siswi MIN Tamanarum Parang juga tidak bisa dikatakan sebagai upaya penculikan. "Itu kan di pinggir jalan raya, yang mengendarai mobil cuman tanya-tanya aja, gak ngapai-ngapain. Ini bukan upaya penculikan," terangnya.
Sangat dimungkinkan, kata dia, siswi tersebut merasa ketakutan melihat orang yang tidak dikenal. "Namanya orang ngajak ngobrol kan biasa, jangan diartikan mau menculik," ujarnya. Pihaknya berharap agar masyarakat jangan termakan isu upaya penculikan anak tersebut. "Kami terus rutin melakukan operasi pengamanan di wilayah Parang, kami yakin Parang aman," jelasnya.
Diketahui, bahwa para orang tua di wilayah kecamatan Parang mulai was-was akan teror penculikan anak. Karena tiga siswi MIN Tamanarum dan seorang siswi SDN I Parangn, masing-masing Nirma, Yuli, Nia, dan Nurfinda, mengaku diajak orang tidak dikenal. Bahkan Nurfinda mengaku sempat ditarik kakinya, dipaksa mengikuti orang asing tersebut.[rmz/ted/beritajatim]
Home » Lokal Madiun » Isu Penculikan Anak Beredar di Magetan
Isu Penculikan Anak Beredar di Magetan
Kamis, 05 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda