JAKARTA - RIM produsen BlackBerry sedang tertimpa masalah terkait pemblokiran di negara-negara Timur Tengah. Nokia sebaliknya ingin terus membuat perangkat yang tidak melanggar.
“Kami tidak terlalu memberi perhatian khusus atas kasus apapun yang menimpa produsen ponsel lain. Nokia menyadari ada beberapa pihak yang terkena masalah dari pihak regulator namun perhatian utama kamiadalah memenuhi kebutuhan konsumen kami,” tandas Bob McDougall, Country Manager Nokia Indonesia, saat ditemui di Jakarta pada Kamis (5/8) ini.
Bob mengakui bahwa masalah keamanan dan privasi telah menjadi perhatian berbagai pihak, namun Nokia terus berusaha untuk membuat perangkat yang tidak melanggar aturan manapun.
“Keinginan kami adalah memberikan kepuasan kepada para konsumen tanpa harus terbentur dengan aturan pemerintah. Kami berusaha untuk menyikapi kebutuhan masyarakat dengan tata-cara yang benar,” ujar Bob.
Sistem kerahasian BlackBerry telah menimbulkan isu keamanan pekan lalu, saat Uni Emirat Arab mengumumkan rencana pelarangan layanan pesan, email dan web browser BlackBerry mulai 11 Oktober.
Tidak hanya itu, pemerintah India juga menerapkan tekanan pada RIM atas dasar keamanan nasional. [ito/inilah]






0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda