Home » » Rapor Merah Buat KPU Ngawi

Rapor Merah Buat KPU Ngawi

Senin, 31 Mei 2010

NGAWI - Kinerja KPU kabupaten terkait penyelenggaraan Pilkada 2010 terus menuai kritik. Bahkan, sejumlah kalangan memberikan rapor merah pada komisi penyelenggara pemilu itu .

Gembong Pranowo, koordinator Aliansi Partai Politik (APP), mengatakan bahwa ada banyak catatan negatif yang mewarnai pelaksanaan pilkada. Salah satu yang paling urgen, kerusakan surat suara yang mencapai 20 persen.

Menurutnya, permasalahan itu timbul akibat minimnya sosialisasi dan kecerobohan panitia pemungutan suara (PPS). ''Akibat ketidak profesionalan KPU dan jajarannya. Mereka harus instropeksi diri dan malu terhadap masyarakat Ngawi,'' ujarnya.

Gembong menambahkan, pelanggaran yang dilakukan KPU dan jajarannya terbilang cukup banyak. Begitu pula kecerobohan dalam pendistribusian logistik jelang pilkada. Di sejumlah kawasan ditemukan kotak suara yang tidak terkunci dan tersegel. Dan, mekanisme penyalurannya pun terkesan asal-asalan, tanpa memperhatikan prosedur yang telah ditentukan. ''Delapan puluh tujuh kotak suara di Paron jelas kecerobohan. Selain itu, penyaluran logistik di TPS yang tidak tepat waktu. Wajar kalau kami memberi rapor merah,'' ungkapnya.

Kritik juga dilontarkan Ketua DPC PPP Ngawi Makrus Yassin. Menurutnya, KPU kabupaten cenderung bermain ke dalam politik praktis. Tidak berpegang teguh pada independensi lembaga. Hal itu tercermin di setiap tahapan pilkada, lebih menganak emaskan salah satu pasangan. ''Tidak perlu dimungkiri, banyak kekurangannya. Bahkan, di salah satu kawasan ada campur tangan petugas KPU dan panwas untuk mengarahkan massa ke salah satu pasangan,'' tuturnya.

Lanjut dia, KPU kabupaten harusnya belajar dari pengalaman sebelumnya. Terlebih, tiga anggota yang sekarang masih bercokol (Sunarto, Surat Azhari dan Aziz Nugroho) merupakan personil lawas. Sedikitnya, mereka sudah beberapa kali terjun menahkodai pemilu. Namun demikian, hasilnya masih belum memuaskan banyak pihak. ''Ya kalau sudah tidak mampu, harusnya ada regenerasi,'' katanya.

Berbagai kritik pedas itu tak urung membuat KPU kabupaten gerah. Samsul Watoni, salah satu anggota KPU, menilai bahwa Pilkada 2010 berjalan sukses. Pesta demokrasi lokal itu, kata dia, nyaris tak ada gejolak dan gesekan.

Soal suara tidak sah, menurut Samsul Watoni, berdasarkan catatan KPU hanya sekitar 17 persen. ''Bukan 20 persen. Hasil itu jelas lebih baik dari pemilu sebelumnya,'' ujar Samsul Watoni. (dip/isd/rdm)



Berita Terkait



0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda

 
 

Photo Kegiatan

Demo di Kejaksaan Madiun Kota
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9
Tim Pendakian Gunung WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 7 Photo 8 Photo 9 Photo 10 Photo 11 Photo 12
Launching WKR
Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

Gallery


 

Komentar Pembaca

Kategori

Artikel (38) Daerah (310) Ekonomi (139) Gaya Hidup (69) Hukum dan Kriminal (388) Info Hukum (42) Internasional (336) Jagat Jungkir Balik (97) Kesehatan (112) Korupsi News (132) Lokal Madiun (190) News Update (617) Olah Raga (177) Otomotif (38) Pendidikan (79) Politik (171) Selebriti (332) Serba-Serbi (208) Techno (183) Tips (36)

Followers

Disclaimer

wakoranews.blogspot.com tidak mempunyai file hosting pada server ini. Semua isi hosting ada pada situs web pihak ketiga. wakoranews.blogspot.com tidak bertanggung jawab untuk seluruh materi web pihak ketiga baik berupa gambar atau teks dan tidak memiliki keterlibatan di download / upload, kami hanya posting materi yang tersedia di internet dan juga kami tidak merubah sumber yang menerbitkannya. Apabila ada yang keberatan, kami akan menghapus posting yang menjadi claim.

=================================================

PERHATIAN : Semua gambar yang diposting di www.wakoranews.co.ccc hanyalah ILUSTRASI apabila ada yang keberatan kami akan menghapusnya. Terima kasih