SYDNEY - Polisi Australia menuduh Facebook gagal mengungkap aktivitas operasi sindikat internasional pornografi anak yang beroperasi pada situs jejaring sosial itu.
Kegagalan itu terungkap selama investigasi sindikat oleh polisi federal internasional di mana telah menggunakan identitas online palsu, dilaporkan Sydney Morning Herald pada hari Jumat seperti dikutip dari IANS.
“Kami menyadari bahwa Facebook tahun keberadaan halaman-halaman ini bahkan telah mengahpus profil mereka,” kata direktur pusat teknologi tinggi Australian Federal Police (AFP), Neil Gaughan.
Selain menghapus halaman itu setelah menemukan bahan ilegal, Facebook tidak menghubungi polisi, kata Gaughan. “Facebook menon-aktifkan akun tersangka namun ada indikator bahwa komplotan ini terbentuk kembali dalam beberpa jam.”
Atas bantuan FBI AS, Child Exploitation Protection Centre di Inggris dan polisi Jerman, Afrika Selatan dan Swiss akhirnya AFP berhasil mengungkap pedofil porno ini. Opsir yakin bahwa ada lusinan orang yang terlibat dalam kasus ini, 11 orang telah ditangkap.
Dalam penangkapan itu terdapat 2 orang Australia berusia 33 dan 18 tahun serta orang Inggris berusia 26 tahun yang diduga adalah pemimpinnya. Kesebelas orang ini membuat halaman Facebook menggunakan identitas palsu dan menggunakannya untuk mendistribusikan gambar seksual anak, kata laporan tersebut seperti dikutip dari IANS.
Setelah polisi federal menangkap 1 orang Australia, mereka terkejut saat tersangka menggambarkan bagaimana dia mengirim 1o pesan ke Facebook yang diduga menginformasikan mereka mengenai komplotan itu namun perusahaan itu gagal menginformasikannya ke polisi.
Facebook telah dikritik atas kegagalannya dalam menangani masalah privasi dan keamanan ratusan juta penggunanya.(inilah)






0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda