Havana - Kompleks penjara di Teluk Guantanamo, Kuba sohor sebagai tahanan para teroris. Menurut catatan The Washington Post pada Jumat (28/6/2010), jumlah tahanan di situ ada 240 orang.
Nah, yang menarik, kata surat kabar itu, cuma 24 orang dari para tahanan yang terlibat langsung dalam komplotan melawan Uwak Sam (US). Sisanya, berstatus prajurit rendahan. Pendek kata, mayoritas penghuni Guantanamo, nyatanya, cuma kroco!
Lebih lanjut, menurut media massa tersebut, laporan dari Satuan Tugas Peninjauan Guantanamo telah merekomendasikan 126 tahanan di antaranya untuk dikirim ke negara asal mereka atau ke negara ketiga yang siap menerima mereka. Adapun 36 orang di antaranya akan diadili di pengadilan federal dan 48 tahanan lainnya ditahan sesuai undang-undang perang.
Laporan itu mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam komplotan melawan AS tersebut berkisar 20 persen, yang berperan penting sebagai kaki tangan Al Qaeda atau kelompok garis keras serupa. Sementara, laporan tersebut telah rampung pada Januari dan telah dikirimkan kepada parlemen pada awal pekan ini. Pemerintahan Obama telah memperoleh laporan itu menyusul upaya serangan bom yang gagal terhadap satu pesawat AS pada Hari Natal.
Obama memerintahkan penutupan kamp tahanan di Guantanamo tersebut segera setelah ia dilantik jadi presiden pada Januari 2009. Namun rencananya itu dihambat oleh Kongres termasuk beberapa anggota dari Partai Demokrat, partai yang mengantarkan Obama ke tampuk kepemimpinan tertinggi negara adidaya itu.
Mantan Presiden George W Bush membuka penjara Guantamano pada Januari 2002 untuk menahan dan menginterogasi sejumlah warga asing yang dinyatakan sebagai tersangka jaringan terorisme. Saat ini masih terdapat 180 tahanan di Guantanamo. Pada puncaknya, penjara itu sebelumnya menampung 780 tahanan dari pejuang Muslim garis keras.
(kompas.com)
Home » News Update » Penjara Guantanamo, Isinya Cuma Kroco
Penjara Guantanamo, Isinya Cuma Kroco
Sabtu, 29 Mei 2010Tags:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda