Jakarta - Kepala Satpol PP nonaktif Harianto Badjoeri mengakui mengalami kendala komunikasi sehingga perintah untuk menarik mundur ribuan pasukan tidak tersampaikan dengan baik. Akibatnya, bentrok antara Satpol PP dan warga semakin menjadi-jadi.
"Jam 12.30 WIB (Selasa 14 April) perintah mudur kita terima. Tapi saat itu kita HT, maupun HP teman yang di lapangan susah dihubungi. Saya tidak tahu apakah di-jammed saat itu," kata Badjoeri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/4/2010).
Namun demikian, kata Badjoeri, akhirnya pasukan akhirnya mundur juga meski sudah dikepung massa. "Anggota terkepung di kawasan Peti Kemas dan sore hari kita baru dievakuasi lewat laut dengan kapal," kisah Badjoeri.
Badjoeri menambahakan pendekatan kepada warga untuk melakukan penggusuran sudah dilakukan sejak empat tahun lalu. Dini hari sebelum melakukan upaya penggusuran, kata Badjoeri, Satpol PP juga mendapatkan informasi dari Intel Kodim bahwa situasi kondusif. (lrn/lrn)
Home » News Update » Satpol PP Akui Sulit Komunikasi untuk Tarik Mundur Pasukan
Satpol PP Akui Sulit Komunikasi untuk Tarik Mundur Pasukan
Sabtu, 17 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Tuliskan Komentar Anda